Rehabilitasi Jantung

    Rehabilitasi Jantung

    Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jika organ ini bermasalah maka dapat membahayakan jiwa. Meski tidak bisa disembuhkan, pasien pengidap penyakit jantung bisa mengelola gejalanya dengan pengobatan seperti rehabilitasi jantung. Seperti apa pengobatan penyakit jantung ini? Yuk, simak lebih mendalam mengenai pengobatan ini mulai dari definisi hingga prosesnya!

    Definisi rehabilitasi jantung

    Rehabilitasi jantung adalah program perawatan baik itu opname atau rawat jalan bagi pasien yang baru pulih dari penyakit jantung. Perawatan ini meliputi edukasi dan aktivitas fisik yang dirancang tim medis agar kesehatan pasien dapat meningkat.

    Pada perawatan ini edukasi yang diberikan berupa pemahaman hidup sehat, termasuk pola makan yang sehat, minum obat sesuai resep, dan berhenti merokok. Tim medis juga merancang aktivitas harian sesuai kondisi pasien.

    Pasien juga mendapat konseling untuk membantu meringankan stres dan meningkatkan kesehatan mentalnya. Program ini tidak hanya dipegang dokter spesialis penyakit jantung melainkan tim kesehatan yang terdiri dari ahli nutrisi, terapi fisik, psikolog atau psikiater, hingga spesialis olahraga.

    Ada banyak manfaat yang bisa didapat pasein penyakit jantung yang menjalani rehabilitasi jantung. Lebih jelasnya, mari bahas manfaat perawatannya berikut ini.

    • Meningkatkan fungsi jantung dan tubuh pasien setelah mengalami serangan jantung.
    • Membantu meredakan gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada.
    • Membangun kebiasan yang lebih sehat, seperti memperbanyak aktivitas fisik, berhenti merokok, mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung. Ahli gizi akan merancang diet sehat untuk pasien jantung, yang meliputi pembatasan asupan lemak tidak sehat, dan meningkatkan asupan buah dan sayur.
    • Membuat suasana hati pasien jadi lebih baik. Setelah mengalami serangan jantung, tidak jarang pasiennya merasakan stres dan kecemasan. Perawatan ini bisa membantu pasien mengurangi risiko depresi karena penyakit yang diidapnya.
    • Meningkatkan kebugaran pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
    • Mencegah pasien dari komplikasi akibat penyakit jantung.
    • Membuat pasien lebih patuh untuk minum obat sesuai aturan sehingga gejalanya tidak kambuh.

    Siapa saja yang perlu menjalani rehabilitasi jantung?

    serangan jantung

    Siapa pun yang pernah yang pernah terkena penyakit jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, pernah menjalani operasi bypass jantung atau transplantasi jantung biasanya direkomendasikan untuk menjalani perawatan ini.

    Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), perawatan ini amat bermanfaat bagi orang dengan masalah jantung. Akan tetapi, beberapa kelompok cenderung tidak perlu mengikuti atau menyelesaikan perawatan hingga tuntas.

    Kelompok pertama adalah pasien wanita, karena dokter cenderung tidak merekomendasikannya. Kedua, lansia dengan masalah kesehatan lain yang menyulitkan mereka untuk mengikuti perawatan.

    Persiapan sebelum menjalani rehabilitasi jantung

    pemeriksaan dokter gastroenterologi

    Jika Anda pernah atau baru saja mengalami serangan jantung, tanyakan dokter mengenai program perawatan ini. Bila Anda memiliki asuransi, pastikan lebih dahulu apakah perawatan tercakup dalam polis atau tidak.

    Ini perlu dilakukan mengingat biaya perawatan ini ditambah dengan pengobatan jantung lainnya yang Anda jalani secara rutin pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Setelahnya, dokter akan merencanakan program rehabilitasi untuk Anda. Perawatan ini dimulai saat Anda masih berada di rumah sakit. Pengobatan mungkin masih terus berjalan setelah Anda keluar dari rumah sakit selama beberapa bulan.

    Perawatan dinyatakan selesai, jika Anda berhasil pulih dari penyakit jantung yang diidap.

    Bagaimana proses rehabilitasi jantung dilakukan?

    Dokter dan pasien wanita muslim

    Menurut Yayasan Jantung Indonesia, ada 3 fase yang akan dijalani pasien ketika mengikuti perawatan rehabilitasi. Berikut penjelasan masing-masing fase perawatan.

    Inpatient phase (Fase I)

    Program ini dilakukan saat pasien masih dalam perawatan rumah sakit. Tujuannya, untuk menghindarkan pasien dari efek penyakit, efek tindakan medis, efek tirah baring, dan mengupayakan mobilisasi dini agar pasien bisa pulang ke rumah dengan segera serta menjalani perawatan secara mandiri.

    Dokter spesialis jantung akan melakukan beberapa hal berikut pada fase ini.

    • Memastikan kembali pasien memerlukan perawatan fase I dan perawatan dapat mulai dilakukan.
    • Mengkaji kondisi penyakit jantung dan kondisi mental pasien unntuk memastikan kestabilan dan kesiapan terhadap program yang akan dilakukan.
    • Memberikan edukasi jenis obat dan cara minumnya serta menentukan target yang harus dicapai dalam pengendalian faktor risiko. Dokter juga membuat rencana pemeriksaan atau pelayanan rawat jalan yang akan dilakukan, dan tindakan apa yang akan dilakukan jika ada keluhan.
    • Melakukan uji kapasitas dan edukasi mengenai aktivitas selama sakit, pasca perawatan, dan perencanan kembali kerja.
    • Bekerjasama dengan dokter lain yang merawa pasien serta mempersiapkan pemulangan.

    Intervention phase (Fase II/rawat jalan)

    Pada fase rehabilitasi jantung ini, keiatan pelayanan kepada pasien yang dilakukan selama 1 – 3 bulan setelah pasien mendapatkan perawatan medis dari penyakit jantungnya di rumah sakit. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk mengembalikan ke kondisi fisik, mental, dan sosial pasien.

    Peran dokter spesialis jantung pada fase ini adalah sebagai berikut.

    • Mengkaji kondisi terakhir pasien dan kebutuhannya.
    • Kembali mengedukasi pasien mengenai faktor risiko penyakit jantung, pencegahan dan pengontrolan faktor riisko. Target pengontrolan harus tercapai sehingga pasien bisa bekerja secara aman, sesuai dengan obat-obatan yang dikonsumsi dan perawatan lain yang diperlukan.
    • Dokter harus memastikan pasien dapat mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat yang sesuai dengan kondisinya, salah satunya berhenti merokok.
    • Melakukan uji latih jantung untuk mengetahui tingkat kebugaran dan kapasitas fungsional jantung pasien.
    • Memberikan rekomendasi aktivitas fisik dan program latihan fisik yang sesuai dengan kondisi pasien.
    • Mengawasi program latihan yang dijalani pasien, baik itu di klinik, rumah sakit, atau di rumah jika ada sarananya.

    Maintenance phase (Fase III)

    Tujuan perawatan ini adalah mempertahankan terkontrolnya faktor risiko, mempertahankan kebiasaan hidup sehat yang bisa dilakukan secara mandiri. Dokter akan membantu pasien membuat program latihan kebugaran di rumah, pengobatan, dan konsultasi lanjutan yang dilakukan setiap 6 sampai 12 bulan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How cardiac rehabilitation can help heal your heart. (2021, January 11). Retrieved December 08, 2021, from https://www.cdc.gov/heartdisease/cardiac_rehabilitation.htm

    McMahon SR, Ades PA, Thompson PD. The role of cardiac rehabilitation in patients with heart diseaseTrends Cardiovasc Med. 2017;27(6):420–425. doi:10.1016/j.tcm.2017.02.005

    de Macedo RM, Faria-Neto JR, Costantini CO, et al. Phase I of cardiac rehabilitation: A new challenge for evidence based physiotherapyWorld J Cardiol. 2011;3(7):248–255. doi:10.4330/wjc.v3.i7.248

    Panduan Rehabilitasi Kardiovaskular. Retrieved December 08, 2021, from https://inaheart.org/wp-content/uploads/2021/07/buku_panduan_rehabilitasi_kardiovaskular.pdf

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Dec 15, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa