home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bisakah Penyakit Jantung Koroner Disembuhkan?

Bisakah Penyakit Jantung Koroner Disembuhkan?

Salah satu organ tubuh yang memiliki peran paling vital adalah jantung. Organ jantung berisiko mengalami gangguan medis mulai dari yang bersifat ringan hingga berisiko fatal. Salah satu gangguan yang sering dialami adalah penyakit jantung koroner, yaitu penyempitan pada arteri koroner jantung. Untuk tahu apakah penyakit jantung koroner bisa sembuh atau tidak, simak ulasannya berikut ini.

Apakah penyakit jantung koroner bisa sembuh?

Penyakit jantung koroner adalah kondisi di mana aliran darah menuju jantung terhambat. Hal ini disebabkan oleh adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah arteri.

Penyumbatan dapat terjadi jika terdapat penumpukan kolesterol yang memicu penimbunan plak di dalam pembuluh arteri dalam jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, penyempitan dinding arteri ini akan menyebabkan kondisi yang disebut dengan aterosklerosis.

Jika arteri mengeras dan menyempit, aliran darah menuju jantung akan berkurang. Padahal, jantung membutuhkan pasokan darah yang kaya akan oksigen agar dapat bekerja dengan normal. Inilah yang menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner.

Penyakit ini termasuk dalam jenis penyakit jantung kronis yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian di dunia. Berita buruk lainnya adalah, penyakit jantung koroner tidak bisa sembuh total.

Dinding arteri dan otot jantung yang sudah rusak akibat penyakit ini tidak dapat kembali lagi seperti semula. Artinya, jika Anda mengalami jantung koroner, Anda harus hidup dengan penyakit ini untuk selamanya.

Namun, Anda tidak perlu takut dan khawatir. Selama menjalani pengobatan dan gaya hidup yang baik, pasien pengidap jantung koroner tetap bisa menjalani hidup dengan normal dan berusia panjang.

Meski tak bisa sembuh, Anda bisa turunkan risiko komplikasi jantung koroner

Jantung koroner sering kali dikaitkan dengan gejala serangan jantung. Ketika jantung kekurangan aliran darah akibat arteri yang menyempit, otot jantung dapat melemah dan terkena serangan jantung.

Selain serangan jantung, potensi komplikasi yang dapat timbul dari penyakit ini adalah gagal jantung dan gangguan ritme jantung (aritmia).

Untungnya, walaupun penyakit jantung koroner tak bisa sembuh, Anda memiliki peluang besar untuk menghindari komplikasi-komplikasi di atas. Kunci utamanya adalah dengan menjaga kadar kolesterol, tekanan darah, serta gula darah.

Bila ketiga aspek tersebut tak dijaga, risiko Anda mengalami serangan jantung jadi lebih besar. Oleh karena itu, ikuti beberapa tips di bawah untuk memiliki jantung yang sehat meski terkena penyakit jantung koroner.

1. Menerapkan gaya hidup sehat untuk jantung

Dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan yang baik untuk pasien jantung koroner, rutin berolahraga, serta berhenti merokok.

Pilihlah menu makanan yang kaya akan sayur, buah, gandum utuh, serta kacang-kacangan. Hindari lemak jenuh dan trans, juga kurangi asupan gula dan garam. Ada baiknya Anda mengonsumsi 2 porsi ikan seminggu agar jantung tetap sehat.

Anda juga sebaiknya berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang setidaknya 150 menit seminggu. Dengan berolahraga, Anda akan mengendalikan kadar kolesterol, gula darah, serta tekanan darah, yang merupakan faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner.

2. Rutin menjalani pengobatan dan check-up

Obat-obatan jantung koroner memang tak bisa membuat penyakit ini serta merta sembuh, namun Anda dapat mengendalikan gejala serta mengurangi risiko komplikasi.

Pastikan Anda mengonsumsi seluruh obat yang diresepkan dokter secara rutin. Hindari menambah, mengurangi, atau melewatkan dosis obat tanpa anjuran dokter. Bicarakan dengan dokter mengenai seberapa sering Anda perlu melakukan check-up rutin.

Apabila Anda memiliki gejala baru, gejala bertambah buruk, atau Anda mengalami masalah dengan tekanan darah dan gula darah, segera beri tahu dokter.

3. Mengikuti rehabilitasi jantung

Rehabilitasi jantung merupakan program edukasi serta latihan fisik yang bertujuan meningkatkan kesehatan jantung, khususnya bagi pasien yang telah terdiagnosis dengan penyakit jantung.

Oleh karena itu, walaupun penyakit jantung koroner Anda tidak bisa sembuh, Anda tetap akan memiliki peluang yang kecil untuk terkena serangan jantung dan komplikasi lainnya selama menjalani program rehabilitasi ini.

Tak hanya itu, program ini juga akan membantu Anda meningkatkan kualitas hidup, mengurangi penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dada, menurunkan risiko rawat inap di rumah sakit atau IGD, serta memperpanjang usia Anda.

Diskusikan dengan dokter terkait program rehabilitasi jantung yang tersedia di rumah sakit atau di kota tempat Anda tinggal.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar tetap memiliki jantung yang sehat. Meskipun jantung koroner tidak bisa sembuh sepenuhnya, Anda tetap berpeluang menjalani kehidupan yang sehat dan berkualitas.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Coronary artery disease – Mayo Clinic. (2020). Retrieved November 23, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350613 

Coronary Heart Disease – National Heart, Lung, and Blood Institute. (n.d.). Retrieved November 23, 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/coronary-heart-disease 

Cardiac Rehabilitation – National Heart, Lung, and Blood Institute. (n.d.). Retrieved November 23, 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/cardiac-rehabilitation 

Coronary heart disease – NHS. (2020). Retrieved November 23, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/coronary-heart-disease/ 

Coronary Artery Disease: Life Expectancy and Prognosis – Narayana Health. (2020). Retrieved November 23, 2021, from https://www.narayanahealth.org/blog/coronary-artery-disease-life-expectancy-and-prognosis/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 03/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.