home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tangan Sering Berkeringat, Apakah Itu Tanda Penyakit Jantung?

Tangan Sering Berkeringat, Apakah Itu Tanda Penyakit Jantung?

Telapak tangan Anda sering basah akibat keringat berlebih? Ada yang mengatakan hal tersebut pertanda sedang gugup, ada juga yang percaya bahwa tangan basah menandakan penyakit tertentu. Salah satu kondisi yang paling sering dihubungkan dengan munculnya keringat di tangan adalah penyakit jantung. Apakah tangan berkeringat sudah pasti pertanda masalah jantung? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa benar tangan berkeringat tanda penyakit jantung?

Bila keringat dingin mendadak muncul di telapak tangan, masih banyak yang mengaitkan fenomena tersebut dengan penyakit jantung. Penyakit jantung sendiri merupakan sebutan untuk sekelompok gangguan medis yang memengaruhi jantung, mulai dari serangan jantung hingga jantung koroner.

Tergantung pada apa jenis penyakitnya, bisa saja telapak tangan yang basah merupakan bagian dari gejala penyakit jantung. Namun, penting untuk diketahui bahwa tangan berkeringat tidak selalu berarti ada penyakit jantung.

Pasalnya, ada beberapa macam penyakit dan kondisi medis lain yang gejalanya juga berupa keringat di telapak tangan. Apabila telapak tangan yang berkeringat diikuti dengan gejala-gejala di bawah ini, kemungkinan fenomena tersebut adalah pertanda penyakit jantung:

  • nyeri dada,
  • mual,
  • sesak napas,
  • jantung berdebar-debar,
  • perubahan warna kulit (kebiruan atau pucat),
  • kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik, dan
  • bengkak di kaki, perut, atau pergelangan kaki.

Ketika jantung bermasalah, kinerjanya dalam menyuplai darah di dalam tubuh akan menurun. Ini menyebabkan tubuh beradaptasi agar jantung bekerja lebih keras sehingga muncul keringat berlebih.

Jika Anda mengalami masalah tangan sering berkeringat dan muncul gejala-gejala di atas, jangan tunda waktu untuk periksa ke dokter.

Selain penyakit jantung, ini penyebab tangan berkeringat

Seperti yang telah disebutkan di atas, belum tentu tangan berkeringat ada hubungannya dengan masalah jantung.

Dalam istilah medis, tangan berkeringat disebut dengan palmar hiperhidrosis. Kondisi ini menyebabkan telapak tangan berkeringat secara berlebih, bahkan saat pasien berada di tempat sejuk atau sedang beristirahat.

Menurut laman Children’s National Hopital, sebagian besar kasus palmar hiperhidrosis bersifat idiopatik, yang artinya tidak diketahui sama sekali apa penyebabnya.

Namun, ada pula beberapa kasus tangan berkeringat berlebih yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu seperti di bawah ini.

1. Menopause

Selain penyakit jantung, gejala tangan berkeringat juga banyak ditemukan pada wanita yang memasuki masa menopause. Biasanya, siklus menstruasi wanita berakhir saat sudah memasuki usia 45 tahun ke atas. Periode ini yang dinamakan dengan menopause.

Wanita yang sedang menopause mengalami kenaikan suhu tubuh yang drastis sehingga produksi keringatnya pun meningkat, termasuk di telapak tangan.

2. Diabetes

Penyakit lainnya yang berhubungan dengan telapak tangan basah adalah diabetes atau penyakit kencing manis. Tidak sedikit penderita diabetes yang mengalami gejala tangan berkeringat. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada saraf di kelenjar keringatnya akibat diabetes.

Tak hanya itu, konsumsi obat-obatan diabetes yang menurunkan gula darah secara drastis juga bisa menjadi penyebab tangan berkeringat.

3. Gangguan kelenjar tiroid

Tangan berkeringat tidak selalu berarti penyakit jantung, namun bisa jadi terdapat gangguan pada kelenjar tiroid.

Kelenjar tiroid adalah organ yang memiliki peran memproduksi hormon tiroid. Apabila kelenjar tersebut bermasalah, keringat yang dihasilkan tubuh akan meningkat sehingga telapak tangan pun basah.

4. Stres atau cemas

Seseorang yang mengalami stres atau kecemasan berlebih juga bisa mengalami gejala tangan berkeringat.

Ketika sedang dilanda stres, secara otomatis tubuh akan menganggap emosi tersebut sebagai ancaman. Akibatnya, kelenjar keringat akan terpicu untuk menghasilkan keringat berlebih.

Tips mengatasi tangan berkeringat

Jika tangan berkeringat disertai oleh gejala penyakit jantung, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter.

Namun, kebanyakan kasus tangan berkeringat, terlebih jika hanya terjadi sesekali dan bersifat sementara, tidak termasuk dalam gangguan medis yang mengancam nyawa.

Berikut adalah tips lainnya yang bisa Anda coba untuk mengatasi keringat berlebih di tangan:

  • Kelola stres dan rasa cemas dengan melakukan meditasi, mendengarkan lagu kesukaan, membaca buku, atau berjalan-jalan di taman.
  • Kurangi konsumsi kopi dan rokok, terlebih jika Anda sering merasakan jantung berdebar-debar.
[embed-health-tool-bmr]

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Warning Signs of a Heart Attack – American Heart Association. (n.d.). Retrieved August 27, 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/warning-signs-of-a-heart-attack 

Hyperhidrosis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved August 27, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperhidrosis/symptoms-causes/syc-20367152 

Pediatric Sweaty Palms – Palmar Hyperhidrosis – Children’s National Hospital. (2021). Retrieved August 27, 2021, from https://childrensnational.org/visit/conditions-and-treatments/skin-disorders/sweaty-palms–palmar-hyperhidrosis 

Gokhroo, R., Ranwa, B., Kishor, K., Priti, K., Ananthraj, A., Gupta, S., & Bisht, D. (2015). Sweating: A Specific Predictor of ST-Segment Elevation Myocardial Infarction Among the Symptoms of Acute Coronary Syndrome: Sweating In Myocardial Infarction (SWIMI) Study Group. Clinical Cardiology, 39(2), 90-95. https://doi.org/10.1002/clc.22498

Park, J. M., Moon, D. H., Lee, H. S., Park, J. Y., Lee, J. W., & Lee, S. (2019). Hyperhidrosis, Endoscopic Thoracic Sympathectomy, and Cardiovascular Outcomes: A Cohort Study Based on the Korean Health Insurance Review and Assessment Service Database. International journal of environmental research and public health, 16(20), 3925. https://doi.org/10.3390/ijerph16203925

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x