home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Melakukan Penanganan Serangan Jantung pada Diri Sendiri

Cara Melakukan Penanganan Serangan Jantung pada Diri Sendiri

Serangan jantung bisa terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Oleh karena itu, Anda tidak boleh menyepelekan salah satu jenis penyakit jantung yang dapat membahayakan nyawa ini. Pasalnya, serangan jantung juga bisa terjadi pada saat Anda sedang sendirian. Lalu, bagaimana cara penanganan serangan jantung pada diri sendiri? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pertolongan pertama serangan jantung pada diri sendiri

Anda tentu tidak berharap mengalami serangan jantung saat sendiri, tapi Anda perlu mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda mempelajari penanganan serangan jantung pada diri sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan jika mengalami serangan jantung dan perlu melakukan penanganan pada diri sendiri.

1. Menghubungi UGD dari rumah sakit terdekat

Saat Anda mendapati gejala serangan jantung, jangan pernah menyepelekannya, baik saat Anda sendiri maupun saat bersama orang lain. Saat Anda sendirian, segera hubungi nomor darurat atau Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit terdekat.

Jika Anda tidak bisa menghubungi rumah sakit terdekat, hubungi tetangga, atau teman dekat yang dapat mengantarkan ke rumah sakit secepatnya. Hindari mengemudi sendirian sebagai penanganan serangan jantung pada diri sendiri. Pasalnya, hal itu justru dapat membahayakan nyawa Anda dan orang lain.

2. Mengonsumsi aspirin

Salah satu penyebab utama serangan jantung adalah penyumbatan pada pembuluh darah arteri di jantung yang terjadi akibat adanya gumpalan darah yang terbentuk. Oleh karena itu, penanganan serangan jantung pada diri sendiri yang bisa Anda lakukan adalah mengonsumsi aspirin.

Pasalnya, aspirin merupakan salah satu obat yang termasuk ke dalam golongan antiplatelet. Menurut American Heart Association, obat golongan ini dapat mencegah terbentuknya gumpalan darah dengan cara mencegah keping-keping darah saling menempel satu dengan yang lain.

Biasanya, saat Anda menghubungi rumah sakit terdekat, Anda akan diminta mengonsumsi aspirin terlebih dahulu hingga ambulans dari rumah sakit datang menjemput. Hal ini juga memudahkan ahli medis melakukan penanganan serangan jantung pada diri Anda, setelah berusaha mengatasinya sendirian.

3. Mengonsumsi nitrogliserin

Sama halnya dengan aspirin, obat ini juga bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa Anda pilih untuk penanganan serangan jantung pada diri sendiri. Namun, Anda hanya boleh mengonsumsinya jika sudah pernah diresepkan oleh dokter.

Artinya, Anda mungkin sudah pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, dan merasa sedang merasakan serangan jantung lagi. Pada saat itu, Anda boleh mengonsumsi nitrogliserin sebagai pertolongan pertama serangan jantung.

Obat ini bermanfaat untuk meredakan rasa sakit atau nyeri di bagian dada yang disebabkan oleh serangan jantung. Jangan mengonsumsi obat ini jika dokter tidak pernah meresepkannya untuk Anda.

Akan tetapi, Anda harus yakin bahwa sedang mengalami serangan jantung, ya. Pasalnya, ada orang yang tidak memahami beda nyeri dada serangan jantung dan heartburn dan salah melakukan penanganan.

4. Melonggarkan pakaian yang dikenakan

Saat dada terasa nyeri, Anda mungkin sedang mengalami salah satu gejala serangan jantung. Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan penanganan terhadap serangan jantung pada diri sendiri, seperti melonggarkan pakaian.

Ya, bisa jadi pakaian yang sedang Anda kenakan membuat dada terasa sakit hingga sesak napas. Agar dada tidak semakin terasa sesak, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah melonggarkan pakaian yang sedang Anda kenakan.

Apalagi jika pakaian yang sedang Anda kenakan memang tidak nyaman dan membuat tubuh seperti sedang tertekan. Bisa saja, sesak napas yang Anda alami diperparah dengan pakaian yang terlalu ketat atau terlalu mencekik.

5. Tidak panik

Rasa panik hanya akan memperparah kondisi Anda. Maka itu, cobalah untuk tetap tenang selama berusaha melakukan penanganan serangan jantung kepada diri sendiri. Segera hubungi rumah sakit terdekat dan tunggulah kedatangan ahli medis atau ambulans dengan perasaan tenang.

Yakinlah terhadap diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Jika Anda terlalu panik hingga merasa stres, tak heran jika serangan jantung yang Anda alami justru semakin parah.

6. Menunggu di depan pintu rumah

Saat menunggu kedatangan ahli medis yang sedang dalam perjalanan menjemput Anda, tunggulah di depan pintu rumah.

Hal ini akan memudahkan para ahli medis untuk menemukan Anda. Pasalnya, bisa saja Anda sudah terlanjur pingsan di dalam rumah sehingga ahli medis yang datang menjemput kesulitan untuk menolong Anda. Hal tersebut juga akan memperlambat proses penanganan terhadap serangan jantung.

Pencegahan terhadap serangan jantung pada diri sendiri

Daripada melakukan penanganan terhadap serangan jantung pada diri sendiri, tentu mencegah agar tidak terjadi serangan jantung jauh lebih baik. Maka itu, penting juga untuk Anda mengetahui apa saja tindakan pencegahan yang penting untuk dilakukan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Cobalah untuk berhenti merokok dan jauhi asap rokok
  • Selalu mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah dengan mengubah pola makan, mengurangi berat badan, dan mengonsumsi obat-obatan.
  • Upayakan untuk rutin berolahraga sesuai anjuran dokter.
  • Mengurangi konsumsi alkohol.
  • Memperkaya asupan vitamin dan mineral.
  • Selalu memonitor berat badan dan berusaha menurunkan berat badan jika berat badan berlebih, karena obesitas dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Mengontrol kadar gula darah bagi para penderita diabetes.
  • Mengurangi stres dengan melakukan teknik relaksasi seperti menarik napas dalam-dalam atau yoga.

Dengan menerapkan berbagai cara pencegahan ini, Anda mungkin bisa mengurangi risiko serangan jantung dan menjalani hidup yang lebih baik dan sehat.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Heart Attack First Aid. Retrieved 19 May 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000063.htm

Hammett, E. (2020). How would you manage a heart attack if you were on your own?. Retrieved 19 May 2020, from https://firstaidforlife.org.uk/heart-attack-on-your-own/

Heart Attack – First Aid. Retrieved 19 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-heart-attack/basics/art-20056679

Treatment of a Heart Attack. Retrieved 19 May 2020, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/treatment-of-a-heart-attack#.WnVJy5M-eHo

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari pada 19/05/2020
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x