Mengenal Transcatheter Aortic Valve Implantation, Cara Baru Operasi Katup Jantung

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia, katup aorta jantung dapat menyempit dan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan. Penyempitan katup aorta selama ini diatasi dengan operasi jantung terbuka. Namun, metode baru yang dikenal sebagai transcatheter aortic valve implantation (TAVI) kini menjadi terobosan bagi pasien yang memerlukan tindakan.

Simak ulasan berikut untuk mengenal lebih jauh prosedur ini serta manfaatnya bagi pasien.

Mengenal prosedur transcatheter aortic valve implantation

cara pemasangan kateter

Katup aorta pada jantung berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke dalam jantung. Begitu penyempitan katup aorta sudah parah, tubuh akan menunjukkan gejala berupa sesak napas, rasa tidak nyaman, hingga pingsan.

Sekitar 50 persen penderita berisiko mengalami kematian dalam kurun waktu 2 tahun bila gejala telah muncul dan penyempitan katup tidak ditangani. Guna mencegahnya, pasien biasanya menjalani operasi jantung terbuka untuk mengganti katup yang rusak.

Namun, tidak semua pasien bisa menjalani operasi. Sebanyak 30 persen pasien tidak layak menjalani operasi jantung terbuka karena memiliki risiko lebih tinggi. Oleh sebab itu, transcatheter aortic valve implantation (TAVI) hadir untuk menjawab masalah ini.

TAVI adalah prosedur medis alternatif untuk mengganti katup aorta jantung yang telah rusak dengan katup mekanik. Sebelum menjalani prosedur, pasien akan diberikan bius terlebih dulu. Operasi katup jantung ini kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Membuat sayatan pada pangkal paha atau sisi dada, lalu memasukkan balon valvuloplasty ke dalam pembuluh arteri dengan panduan kateter.
  2. Mengarahkan kateter menuju jantung melalui pembuluh arteri.
  3. Memasangkan katup buatan pada posisi yang tepat.
  4. Menggunakan balon valvuloplasty untuk mengunci posisi katup.
  5. Melepaskan kateter, lalu memeriksa posisi katup.

“Berbeda dengan operasi, rongga dada tidak dibuka dan jantung tidak perlu dihentikan saat pasien menjalani TAVI. Jadi, risikonya lebih kecil,” jelas Dr. Rosli Mohd Ali selaku konsultan kardiologi di Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur ketika ditemui tim Hello Sehat di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

Siapa yang disarankan menjalani transcatheter aortic valve implantation?

Operasi jantung terbuka dapat mengatasi masalah penyempitan katup aorta secara efektif, tapi hanya 70 persen pasien yang layak menjalani prosedur ini. Sebanyak 30 persen sisanya tidak dapat menjalani operasi karena risikonya lebih tinggi.

Melansir laman John Hopkins Medicine, berikut faktor-faktor yang meningkatkan risiko komplikasi pascaoperasi jantung terbuka:

  • Berusia lanjut (70 tahun ke atas)
  • Memiliki jantung yang lemah
  • Terdapat riwayat stroke, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit ginjal, dan diabetes
  • Pernah menjalani operasi jantung
  • Pernah menjalani terapi radiasi pada dada
  • Terdapat penumpukan kalsium pada pembuluh aorta

Transcatheter aortic valve implantation dinilai lebih aman bagi pasien dengan kondisi di atas, terutama mengingat banyak pasien penyempitan katup jantung merupakan lansia. Metode ini pun bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pasien yang menjalaninya.

Tantangan yang dihadapi pasien dan dokter dalam menerapkan metode ini adalah biaya yang mahal. Hal ini pula yang membuat sebagian besar pasien memilih menjalani prosedur ini di luar negeri.

Walau demikian, Dr. Rosli Mohd Ali meyakini TAVI dapat menjadi metode penanganan masalah katup jantung yang ideal di masa depan. “Pasien tidak cuma mendapatkan manfaat dari TAVI. Prosedur ini juga bisa meningkatkan kualitas hidup pasien, bahkan menambah angka harapan hidup,” tutupnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pasang Kateter Urine Bisa Picu Infeksi, Pahami Cara Mencegahnya

Pemasangan kateter urine sangat penting bagi pasien di rumah sakit. Namun, alat ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi. Berikut cara mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Agar Panjang Umur, Ini Tips Hidup Sehat Setelah Operasi Bypass Jantung

Kata siapa Anda tak bisa hidup sehat setelah operasi bypass jantung? Ingin tahu caranya? Yuk, mulai dengan menjalani ragam tips berikut!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Memahami Fungsi Alat Pacu Jantung dan Siapa Saja yang Membutuhkannya

Penyakit jantung sering kali menyebabkan kematian mendadak. Untuk itu harus diberikan pertolongan lebih cepat, yaitu dengan alat pacu jantung defibrilator.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

3 Gejala Khas Penyempitan Katup Aorta Jantung (Stenosis Aorta) yang Harus Diwaspadai

Stenosis aorta adalah salah satu jenis kelainan katup jantung yang umum ditemukan. Gejala yang mungkin muncul adalah angina dan sesak napas. Apa lagi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan tavi

Perawatan Bagi Pasien yang Menjalani Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 04/12/2019
persiapan tavi

Syarat dan Persiapan Sebelum Menjalani Transcatheter Aortic Valve Implantation

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/11/2019
pengobatan penyakit jantung bawaan pada anak

Mengenal Penanganan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/07/2019
penyakit jantung rematik

Mengenal Penyakit Jantung Rematik, Kondisi Fatal yang Merusak Katup Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2019