Mengenal Obat Kombinasi Antihipertensi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Obat kombinasi antihipertensi memiliki fungsi yang mengendalikan tekanan darah. Satu pil atau dosis mengandung lebih dari satu golongan obat, yang diindikasikan untuk mengobati hipertensi. Kombinasi obat-obatan pada satu pil dapat mengendalikan hipertensi dengan lebih baik dengan meningkatkan penyesuaian.

Gunakan daftar di bawah sebagai acuan untuk informasi lebih lanjut:

  • ACE inhibitors dengan agen calcium channel blocking
  • ACE inhibitors dengan thiazides
  • Angiotensin II inhibitors dengan calcium channel blockers
  • Angiotensin II inhibitors dengan thiazides
  • Agen Antiadrenergic (pusat) dengan thiazides
  • Agen Antiadrenergic (peripheral) dengan thiazides
  • Beta blockers dengan thiazides
  • Kombinasi antihipertensi lainnya
  • Potassium sparing diuretics dengan thiazides

Peran obat kombinasi antihipertensi pada pengobatan penyakit kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama morbiditas dan kematian secara global, akibat tingginya faktor risiko kardiovaskular dan kegagalan untuk mengendalikannya. Hipertensi dianggap sebagai faktor risiko kardiovaskular yang paling penting, setidaknya 1 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalaminya, yang berhubungan dengan tekanan darah dan masalah kardiovaskular. Hipertensi diasosiasikan dengan sekitar 9.4 juta kematian setiap tahunnya, dengan setidaknya 45% kematian akibat penyakit jantung dan 51% akibat stroke.

Walaupun banyak agen antihipertensi yang efektif, hipertensi tetap sulit dikendalikan pada kebanyakan pasien. Kebanyakan petunjuk hipertensi medis  (sebagai contoh beberapa ahli merekomendasikan mengawali pengobatan antihipertensi dengan monoterapi atau kombinasi terapi) tergantung pada tingkat hipertensi dan risiko kardiovaskular pasien. Namun, hanya kurang dari ⅓ pasien yang dapat mengontrol tekanan darah hanya dengan satu obat, walau dengan  hipertensi grade 1 atau 2 (menurut 2013 ESH/ESC classification), dan ⅔ pasien membutuhkan setidaknya 2 obat.

Kombinasi terapi adalah usaha untuk menghalangi respon counter-regulatory yang diaktifkan dengan gangguan mekanisme tekanan darah saat sistem fisiologi dihalangi dengan terapi satu obat. Selain peningkatan kontrol tekanan darah pada fase awal pengobatan hipertensi, terapi kombinasi terbukti menginduksi pengurangan tekanan darah yang cepat dan normalisasi, dibanding dengan monoterapi. Hal ini penting untuk pasien dengan hipertensi serius (tekanan darah sistolik >160 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik >100 mmHg) dan pasien dengan profil risiko kardiovaskular yang tinggi atau sangat tinggi. Setiap 20 mmHg peningkatan pada tekanan darah sistolik, sekitar 2 kali peningkatan risiko kardiovaskular event. Tujuan terapi antihipertensi adalah meningkatkan kontrol tekanan darah dan mengurangi kemungkinan masalah kardiovaskular.

Maka dari itu, terbukti bahwa terapi kombinasi lebih memberikan keuntungan dibanding monoterapi.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Endokarditis

    Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit

    Gagal Jantung Kanan, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kiri?

    Salah satu tipe gagal jantung adalah gagal jantung kanan. Lalu, apa beda dari gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan, ya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 30/06/2020 . Waktu baca 7 menit

    Berbagai Komplikasi Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

    Kondisi gagal jantung dapat memicu komplikasi yang menurunkan kualitas dan harapan hidup. Apa saja komplikasi gagal jantung yang perlu diwaspadai?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

    Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    kelainan katup jantung bawaan pada bayi

    Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    gagal jantung akut

    Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit