Waspadai, 6 Komplikasi Penyakit Jantung yang Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyakit jantung (kardiovaskuler) menandakan adanya masalah pada fungsi atau struktur jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Jika Anda didiagnosis terkena penyakit ini, kemungkinan dokter akan merekomendasikan konsumsi obat seperti valsartan, heparin, atau warfarin. Anda bahkan perlu menjalani prosedur medis tertentu dan mengubah gaya hidup sesuai yang dianjurkan dokter. Jika tidak dilakukan, penyakit jantung bisa bertambah parah dan menyebabkan komplikasi. Lantas, apa saja komplikasinya?

Penyebab terjadinya komplikasi penyakit jantung

Komplikasi merupakan gangguan yang muncul ketika suatu penyakit tertentu menjadi lebih parah dari kondisi sebelumnya. Hal ini bisa terjadi pada semua jenis penyakit, termasuk penyakit kardiovaskuler.

Biasanya, ini ditandai dengan bertambah parahnya gejala penyakit jantung, seperti sesak napas dan nyeri dada. Bisa juga menyebabkan gejala jadi lebih sering terjadi atau menimbulkan gejala baru yang mengganggu.

Pada dasarnya, penyebab terjadinya komplikasi penyakit jantung disebabkan oleh ketidakpatuhan pasien dalam mengikuti pengobatan dan perawatan. Entah itu, pasien tidak minum obat teratur, malas berolahraga, melanggar pantangan makanan untuk penyakit jantung, atau  penderita penyakit jantung masih bandel merokok.

Kebiasaan buruk tersebut tidak hanya jadi memicu komplikasi, tapi juga menjadi penyebab penyakit kardiovaskuler. Ini karena tekanan darah, kadar kolesterol, dan berat badan jadi tidak terkontrol. Akibatnya, jantung dan pembuluh darah semakin kewalahan untuk menjalankan fungsinya dengan normal.

Komplikasi penyakit jantung yang harus diwaspadai

Melansir situs kesehatan Mayo Clinic, ada berbagai komplikasi yang dapat menyerang pasien penyakit kardiovaskuler seiring waktu, di antaranya:

1. Gagal jantung

Gagal jantung  atau dikenal dengan gagal jantung kongestif, terjadi ketika otot jantung tidak memompa darah sebagaimana semestinya.

Kondisi ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh arteri di jantung atau hipertensi (tekanan darah tinggi) yang kian hari semakin memburuk, membuat otot jantung jadi lemah dan kaku. Berikut ini adalah gagal jantung kongestif yang perlu Anda waspadai:

  • Sesak napas saat berbaring dan batuk terus-menerus dengan dahak putih kemerahan.
  • Pembengkakan di pergelangan kaki atau tangan.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Nyeri dada, nafsu makan menurun, dan tubuh mudah lelah.

2. Serangan jantung

Serangan jantung merupakan komplikasi penyakit jantung yang paling umum terjadi pada orang dengan aterosklerosis. Kondisi ini terjadi akibat aliran darah ke jantung jadi tersumbat oleh plak (penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain). Plak ini kemudian pecah dan membentuk gumpalan dan mengganggu aliran darah.

Seseorang yang mengalami serangan jantung harus mendapat pertolongan medis segera. Perhatikan berbagai gejala serangan jantung yang mungkin terjadi, seperti:

  • Sensasi dada ditekan atau diremas yang menyebar hingga ke leher, rahang, dan punggung sebelah kiri.
  • Sesak napas, disertai mual, pusing, dan keringat dingin.

3. Penyakit stroke

Stroke terjadi ketika jantung tidak bekerja dengan efektif, gumpalan darah mudah terbentuk dan dapat menyumbat pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah kaya nutrisi dan oksigen dari jantung menuju otak jadi terhambat dan menyebabkan stroke.

Selain serangan jantung, ini adalah komplikasi yang cukup umum terjadi pada pasien penyakit jantung. Seseorang yang terkena stroke, umumnya mengalami berbagai gejala, seperti:

  • Kesulitan berbicara dan berjalan.
  • Kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, kaki, dan tangan.
  • Pandangan pada salah satu atau kedua mata menjadi kabur dan menghitam.
  • Sakit kepala parah yang terjadi secara mendadak.

4. Henti jantung

Henti jantung menandakan berhentinya fungsi jantung, sehingga menyebabkan gangguan bernapas dan kehilangan kesadaran.

Kondisi ini sering terjadi akibat gangguan listrik di jantung sehingga tugas organ dalam memompa darah menjadi terganggu dan menghentikan aliran darah ke jantung. Henti jantung merupakan kondisi sarurat karena bila tidak ditangani segera dapat menyebabkan kematian.

Komplikasi penyakit jantung ini dapat terjadi tanpa peringatan. Terkadang dapat juga menimbulkan gejala sebelum henti jantung, seperti:

  • Sesak napas disertai denyut jantung tidak beraturan.
  • Rasa tidak nyaman pada dada.

5. Penyakit arteri perifer

Terganggunya sirkulasi darah pada pembuluh darah arteri yang menyempit bisa mengurangi aliran darah ke anggota tubuh. Akibatnya, ini akan menyebabkan penyakit arteri perifer. Biasanya kondisi ini menyebabkan kram, mati rasa, atau nyeri di pada paha, betis, hingga pinggul.

Beberapa di antaranya juga mengalami rambut rontok, tungkai kaki terasa dingin, dan disfungsi ereksi pada pria. Gejalanya ini dapat membaik dengan rajin melakukan olahraga yang aman untuk penyakit jantung, berhenti merokok, dan mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung.

6. Aneurisma

Aneurisma  adalah komplikasi serius pada pasien penyakit jantung. Kondisi ini diawali dengan adanya benjolan pada pembuluh darah di otak yan bisa bocor atau pecah kapan saja.

Sebelum pecah, adanya benjolan mungkin menyebabkan gejala nyeri pada satu mata, kemampuan melihat terganggu, dan mati rasa pada satu sisi wajah. Ketika benjolan pecah, gejala yang ditimbulkan meliputi:

  • Sakit kepala parah dan mendadak.
  • Mual, muntah, disertai leher yang kaku.
  • Kejang dan hilang kesadaran.
  • Penglihatan berbayang dan sangat sensitif terhadap cahaya.

Jika Anda mengalami gejala terkait komplikasi penyakit kardiovaskuler, lakukan pemeriksaan dokter segera. Sebagai tindakan pencegahan, lakukan pemeriksaan kesehatan Anda secara rutin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Anuria adalah kondisi di mana air kencing atau urine tidak bisa keluar. Umumnya, penyebab anuria itu gangguan ginjal. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Pasien penyakit jantung, perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Berikut ini ada berbagai makanan yang dilarang (pantangan) untuk penyakit jantung.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi akibat kanker ovarium bisa terjadi karena penyakitnya maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 3 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
pengaruh alkohol untuk jantung

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kuning telur untuk jantung

Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit