home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Mengagetkan Seseorang Bisa Memicu Serangan Jantung Fatal

Awas, Mengagetkan Seseorang Bisa Memicu Serangan Jantung Fatal

“Ah, kamu bikin saya jantungan saja!” Kata-kata tersebut mungkin sudah sering sekali Anda dengar atau ucapkan. Memang sejak dulu banyak orang percaya bahwa kaget menyebabkan kematian akibat serangan jantung. Namun, bagaimana fenomena ini dilihat dari sisi medis? Benarkah seseorang bisa meninggal karena kaget? Simak ulasannya di bawah ini, ya.

Yang terjadi pada tubuh ketika Anda kaget

Ketika terkejut, tubuh Anda secara otomatis akan mengaktifkan mode untuk melindungi diri. Mode ini dikenal dengan istilah fight or flight yang artinya melawan atau melarikan diri. Otak pun akan membaca situasi ini seolah ada ancaman berbahaya.

Sistem saraf otak kemudian memerintahkan bagian-bagian tubuh tertentu untuk menyiapkan diri melawan atau melarikan diri dari ancaman tersebut. Antara lain dengan meningkatkan detak jantung, meningkatkan aliran darah ke otot, memperlambat pencernaan, dan melebarkan pupil mata.

Reaksi kaget ini memang sangat berguna pada zaman primitif karena manusia harus melawan atau melarikan diri dari serangan binatang buas. Akan tetapi, di zaman modern seperti sekarang ini, reaksi ini tentu jadi berlebihan.

Bagaimana bisa, kaget menyebabkan kematian?

Untuk mengaktifkan mode fight or flight saat kaget, otak akan memproduksi berbagai zat kimia seperti hormon adrenalin dan senyawa neurotransmiter. Reaksi kimia dari zat-zat tersebut sangat beracun bagi tubuh. Maka, jika langsung dilepaskan dalam jumlah banyak sekaligus, zat beracun ini akan merusak organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.

Namun, biasanya yang bisa menyebabkan kematian mendadak adalah kerusakan pada organ jantung. Menurut para ahli kerusakan pada paru-paru, hati, atau ginjal tak akan langsung membunuh seseorang.

Kerusakan jantung yang terjadi akibat rasa terkejut

Hormon adrenalin akan mengalir dari sistem saraf otak menuju sel-sel otot jantung. Hal ini menyebabkan kontraksi hebat pada otot jantung. Kalau adrenalin yang masuk ke jantung terlalu banyak, otot jantung akan terus berkontraksi hebat dan tak bisa melemas kembali. Akhirnya, jantung akan berdetak dengan kecepatan yang tidak wajar.

Tubuh manusia tidak akan mampu menerima pacuan jantung dahsyat seperti ini. Aliran darah ke seluruh tubuh pun jadi terhenti secara mendadak karena kegagalan fungsi jantung. Inilah mengapa kaget menyebabkan kematian.

Siapa saja yang rentan mengalami kematian karena kaget?

Jangan meremehkan akibat fatal dari kaget. Pasalnya, kaget menyebabkan kematian pada orang dari segala usia dan kondisi kesehatan. Orang muda dan orang yang sehat juga bisa mengalami kematian mendadak karena terkejut. Ya, fenomena ini tak hanya menyerang orang lanjut usia dan orang yang punya riwayat penyakit atau serangan jantung saja. Maka sebaiknya Anda tidak sembarangan mengagetkan orang.

Untuk menurunkan risiko kematian karena terkejut, Anda bisa mencoba meditasi, yoga, atau teknik-teknik relaksasi lainnya. Relaksasi bisa membantu sistem saraf Anda supaya tidak bereaksi secara berlebihan kalau kaget.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can a person be scared to death? https://www.scientificamerican.com/article/scared-to-death-heart-attack/ Diakses pada 13 Maret 2017.

Scared to death: Can you really die of fright? http://www.livescience.com/52573-can-you-die-of-fright.html Diakses pada 13 Maret 2017.

Can You Really Be Scared to Death? http://www.everydayhealth.com/emotional-health/can-you-really-be-scared-to-death.aspx Diakses pada 13 Maret 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 08/03/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x