home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Tertawa Berlebihan Bisa Menyebabkan Kematian?

Benarkah Tertawa Berlebihan Bisa Menyebabkan Kematian?

Konon, pada zaman abad ketiga sebelum masehi, seorang filsuf dari Yunani yang bernama Chrysippus tewas karena efek tertawa berlebihan. Ia tertawa terbahak dan terpingkal-pingkal ketika melihat keledainya diberi minuman anggur hingga mabuk.

Ironis sekali, tertawa yang bisa memperpanjang usia seseorang, ternyata juga dapat mempersingkat umur. Pasalnya, tidak hanya sedih yang berlebihan saja yang dapat mengganggu kesehatan. Nyatanya hati yang gembira, contohnya dengan tertawa berlebihan, berisiko mengakibatkan masalah medis juga.

Apa saja efek tertawa berlebihan terhadap kesehatan?

Efek dari perasaan yang sangat ekstrem, entah itu sedih lalu menangis dan bahagia lalu tertawa, pada dasarnya bisa mengaktifkan bagian otak yang dapat berpengaruh kepada pernapasan.

Ditambah lagi, ketika Anda tertawa, otak Anda akan melepas hormon kimia adrenalin yang jika terlalu banyak justru dapat meracuni jantung.

Kondisi emosi yang begitu kuat, entah emosi yang negatif maupun positif, akibatnya akan membahayakan kesehatan jantung Anda.

Untuk kasus tertawa berlebihan, ini bisa menyebabkan detak irama pada jantung Anda menjadi tidak normal, yang mana hal tersebut dapat mematikan.

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang bisa terjadi sebagai efek dari tertawa berlebihan:

1. Masalah pada paru-paru

Seperti yang telah disebutkan di atas, tertawa yang berlebihan dan tidak terkendali dapat berpengaruh pada pernapasan Anda.

Pada kasus yang ringan, tertawa terlalu keras bisa menimbulkan nyeri dada pleuritis, yang ditandai dengan rasa sakit menusuk di dada ketika menarik dan membuang napas.

Selain itu, pada penderita asma, tertawa berlebihan juga dapat memberikan efek yang buruk pada kesehatan.

Bahkan, situs Global Initiative for Asthma menyatakan tertawa sebagai salah satu pemicu utama asma.

Itulah mengapa penderita asma sebaiknya tidak boleh merasakan emosi yang terlampau ekstrem, baik yang berkaitan dengan emosi positif maupun negatif.

Selain itu, efek tertawa berlebihan bahkan dapat menyebabkan pneumotoraks, yaitu penimbunan udara pada dinding pleura yang dapat memicu pengempisan paru-paru.

Jika Anda mengalami hal ini, Anda mungkin berisiko kolaps atau pingsan di tempat.

2. Menyebabkan cataplexy

Cataplexy adalah kondisi langka di mana otot-otot pada wajah Anda akan mengendur secara mendadak, terutama saat bangun tidur.

Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai efek dari tertawa terbahak-bahak secara berlebihan. Meski demikian, tak jarang cataplexy juga disebabkan oleh emosi negatif seperti marah dan stres.

Tingkat keparahan cataplexy cukup bervariasi. Ada yang merasakan otot melemas untuk beberapa saat. Ada pula yang kehilangan kontrol otot total dan tidak dapat bergerak atau berbicara sama sekali.

Cataplexy biasanya berkaitan dengan narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang ditandai dengan tidur berlebihan di siang hari, sleep paralysis, serta berhalusinasi.

3. Mengundang aneurisma pada otak

Salah satu efek berbahaya yang ditimbulkan jika Anda tertawa lepas secara berlebihan adalah memperparah aneurisma yang ada di otak tanpa Anda sadari.

Aneurisma otak adalah pelebaran atau pembengkakan pembuluh darah pada otak. Pelebaran pembuluh darah ini biasanya terjadi tanpa disadari dan mungkin tidak menimbulkan gejala.

Namun, ketika seseorang dengan aneurisma otak tertawa berlebihan, pembuluh darah yang melebar berisiko pecah dan mengakibatkan sakit kepala yang parah.

Dalam kasus tertentu, kondisi ini berisiko menyebabkan kematian akibat kerusakan sel otak.

4. Pingsan

Dalam istilah medis, pingsan disebut dengan sinkop (syncope). Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya aliran darah menuju otak untuk sementara.

Seseorang akan pingsan ketika terjadi penurunan drastis pada tekanan darah, denyut jantung, serta jumlah darah di bagian-bagian tubuh tertentu.

Siapa yang sangka, ternyata tertawa berlebihan dapat memberikan efek tersebut pada tubuh. Ya, Anda bisa saja pingsan jika tertawa secara tak terkendali.

Sebuah studi dari jurnal BMJ Case Reports meneliti kasus seorang pasien berusia 58 tahun yang beberapa kali pingsan akibat tertawa berlebihan.

Padahal, pasien tidak memiliki riwayat penyakit tertentu dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan apa pun. Secara keseluruhan, kondisi kesehatannya baik-baik saja.

Meski demikian, kasus sinkop akibat tertawa tergolong kasus yang sangat langka, terlebih jika pasien tidak memiliki gangguan kesehatan yang berarti.

Itulah beberapa bahaya kesehatan yang dapat timbul akibat tertawa secara berlebihan.

Walaupun begitu, pada dasarnya tertawa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Tertawa dapat membantu mengurangi stres, meringankan ketegangan otot, bahkan mengobati depresi serta gangguan kecemasan.

Selama tidak tertawa secara berlebihan, Anda justru akan mendapatkan manfaatnya lebih banyak dibanding dengan efek sampingnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

FAQs: Answers to frequently asked questions about asthma – Global Initiative for Asthma. (2021). Retrieved July 12, 2021, from https://ginasthma.org/about-us/faqs/ 

Emotions – Asthma UK. (2019). Retrieved July 12, 2021, from https://www.asthma.org.uk/advice/triggers/emotions/ 

Newsom, R. (2020). Cataplexy – Sleep Foundation. Retrieved July 12, 2021, from https://www.sleepfoundation.org/physical-health/cataplexy 

Syncope – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved July 12, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17536-syncope 

Brain aneurysm – Mayo Clinic. (2019). Retrieved July 12, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-aneurysm/symptoms-causes/syc-20361483 

Reamy, BV., Williams, PM., Odom, MR. (2017). Pleuritic Chest Pain: Sorting Through the Differential Diagnosis – American Family Physician. Retrieved July 12, 2021, from https://www.aafp.org/afp/2017/0901/p306.html 

Ferner, R., & Aronson, J. (2013). Laughter and MIRTH (Methodical Investigation of Risibility, Therapeutic and Harmful): narrative synthesis. BMJ, 347(dec12 3), f7274-f7274. https://doi.org/10.1136/bmj.f7274

Haddad, C., & Haddad-Lacle, J. E. (2013). Laughter-induced syncope. BMJ case reports, 2013, bcr2013010169. https://doi.org/10.1136/bcr-2013-010169

Andreasen, D. B., & El Fassi, D. (2010). Pilgaard-Dahl-syndromet–latterinduceret pneumothorax [The Pilgaard-Dahl syndrome: laughter-induced pneumothorax]. Ugeskrift for laeger, 172(50), 3496–3498.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 3 minggu lalu
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x