Kolesterol Anda Justru Naik Saat Puasa? Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Selama bulan Ramadan, umat Islam di Indonesia menghabiskan kurang lebih 13 jam untuk berpuasa. Artinya, selama itu, orang yang menjalankan puasa tidak makan dan minum sama sekali. Rutinitas ini tentu membantu dalam mengendalikan kadar kolesterol di dalam darah. Namun, mungkinkah yang terjadi justru sebaliknya, yaitu kolesterol naik saat puasa? Jika ya, apa penyebabnya? Simak berbagai penyebab dari kolesterol naik yang terjadi saat puasa, dan pantangan apa saja yang sebaiknya dihindari oleh penderita kolesterol tinggi saat buka puasa.

Penyebab kadar kolesterol naik saat puasa

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Annals of Nutrition and Metabolism menyatakan bahwa puasa di bulan Ramadhan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Lalu, mengapa masih ada yang mengalami kenaikan kolesterol saat puasa? Berikut adalah beberapa penyebab kolesterol naik saat puasa.

1. Tidak menjaga pola makan

Salah satu penyebab utama Anda mengalami kenaikan kolesterol saat berpuasa adalah tidak menjaga pola makan, khususnya saat sedang buka puasa. Maka itu, ada beberapa pantangan makanan yang sebaiknya dihindari saat buka puasa, terutama bagi penderita kolesterol tinggi.

Setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, Anda mungkin satu dari sekian banyak orang yang ‘balas dendam’ dengan makan beragam makanan yang disukai. Mulai dari takjil minuman manis dan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Bahkan, Anda juga mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol.

Mungkin Anda berpikir karena seharian tidak mengonsumsi makanan, sah-sah saja mengonsumsi makanan dan minuman tersebut. Anda mungkin juga berpendapat bahwa hal tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang terlalu besar pada kadar kolesterol dalam darah.

Padahal, itu termasuk pemahaman yang salah. Artinya, meski seharian berpuasa, Anda tetap tak disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Jadi, hindari berbagai pantangan kolesterol tinggi seperti biasa, bahkan saat buka puasa. Lebih baik, tetap konsumsi makanan sehat untuk kolesterol.

2. Terjadi sindrom metabolik

Penyebab lain dari kolesterol naik saat puasa adalah sindrom metabolik, yaitu sekelompok kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung, penyakit jantung koroner, dan beragam penyakit jantung lainnya.

Biasanya, kondisi ini ditandai dengan kenaikan tekanan darah, kenaikan gula darah, hingga kelebihan lemak di dalam tubuh, khususnya di area pinggang, hinggak Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal. Tiga kondisi tersebut bisa terjadi saat puasa, khususnya jika perut yang kosong dan tidak diisi makanan selama seharian penuh tiba-tiba diisi dengan berbagai makanan tak sehat.

Jika Anda melanggar pantangan kolesterol tinggi saat buka puasa, Anda mungkin saja mengalami sindrom metabolik yang menyebabkan kolesterol tinggi. Sebagai contoh, Anda buka puasa dengan minum-minuman manis, dilanjutkan dengan hidangan berlemak untuk makan malam.

Maka itu, jika ingin menjaga kadar kolesterol tetap normal saat puasa, hindari pantangan untuk penderita kolesterol tinggi meski saat buka puasa.   

3. Kekurangan taurin

Taurin merupakan jenis asam amino yang berfungsi untuk mengendalikan kadar kolesterol jahat dalam darah dan liver (organ hati). Ketika puasa, Anda mungkin saja kekurangan taurin. Taurin bisa didapatkan dari zat seng (zinc) dan vitamin A.

Sumber pangan yang tinggi taurin antara lain sayuran seperti bayam, brokoli, dan jamur. Mengingat sepanjang pagi sampai sore Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi zat seng dan vitamin A, tubuh pun jadi kekurangan taurin dan kadar kolesterol jadi sulit dikendalikan.

Demi menghindari risiko ini, biasakan untuk berbuka puasa dengan berbagai makanan dan sayuran yang tinggi akan taurin seperti yang telah disebutkan di atas. 

Cara mencegah kadar kolesterol naik saat puasa

Berbagai penyebab kolesterol naik saat puasa yang telah disebutkan di atas mungkin saja terjadi apabila Anda tidak mematuhi pantangan yang harus dihindari oleh penderita kolesterol tinggi saat buka puasa. Berikut adalah daftar hal-hal yang harus Anda perhatikan kalau tak mau kadar kolesterol naik saat puasa.

  • Sahur dan buka puasa dengan pola makan rendah kolesterol dan rendah gula.
  • Minum obat penurun kolesterol (misalnya statin) di malam hari.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang bisa membantu mengendalikan kadar kolesterol ketika sahur dan buka puasa, misalnya oatmeal dan ikan salmon.
  • Tetap rutin berolahraga saat puasa.
  • Menjaga porsi makan saat sahur dan buka puasa.
  • Bila Anda kelebihan berat badan atau obesitas, cobalah untuk mengendalikan berat badan saat puasa. 

Menjaga kolesterol stabil saat lebaran

Setelah berhasil mencegah kolesterol naik saat puasa, tidak kalah penting untuk menjaga kolesterol stabil saat lebaran. Mengingat hari Lebaran identik dengan hari kemenangan setelah berhasil melaksanakan puasa selama satu bulan penuh, kegiatan yang paling ditunggu-tunggu tentu acara makan.

Jika Anda berhasil menghindari berbagai pantangan untuk kolesterol tinggi saat buka puasa selama satu bulan, belum tentu Anda bisa melakukannya di hari Lebaran. Mengapa? Godaan untuk makan makanan lezat memang paling susah dihindari pada hari raya Idul Fitri.

Sayangnya, banyak makanan khas lebaran yang memang tinggi kandungan lemaknya. Mulai dari opor ayam, rendang, sayur papaya dengan kuah santan, dan masih banyak lagi. Tentu saja akan amat disayangkan jika usaha Anda untuk menghindari pantangan untuk kolesterol tinggi saat buka puasa selama satu bulan akhirnya sia-sia hanya dengan satu hari saja.

Oleh sebab itu, upayakan untuk selalu menjaga kolesterol agar tetap stabil meski di hari lebaran. Jika memang tidak bisa menolak ajakan untuk makan makanan dengan kadar lemak tinggi, makanlah seperlunya saja. Selain itu, cobalah untuk mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan kaya serat atau ikan yang kaya akan asam lemak omega-3.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi oksigen pengobatan ppok

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit