Penyakit Katup Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit katup jantung?

Penyakit katup jantung adalah suatu kelainan ketika katup jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kelainan ini bisa terjadi pada satu atau lebih katup yang terdapat di jantung Anda.

Adapun jantung memiliki empat katup yang akan menutup dan membuka sekali pada setiap detaknya, yaitu katup mitral, trikuspid, pulmonal, dan aorta. Katup-katup ini memastikan darah mengalir ke arah yang tepat, melalui empat bilik jantung dan seluruh tubuh.

Pada kelainan katup jantung, satu atau lebih dari katup tersebut memiliki bentuk yang tidak sempurna, sehingga tidak dapat menutup dan membuka sebagaimana mestinya. Bila katup tidak berfungsi dengan baik, darah dapat mengarah balik sehingga sulit mengalir keluar jantung sebagaimana mestinya.

Pada kondisi ini, darah bisa menumpuk di dalam jantung dan jantung pun perlu bekerja lebih keras lagi dalam memompa darah. Organ-organ tubuh lainnya pun sulit mendapat darah yang cukup sesuai kebutuhan. Seiring waktu, kondisi ini bisa menyebabkan masalah jantung lainnya, seperti gagal jantung, bahkan hingga kematian.

Seberapa umum penyakit ini?

Penyakit katup jantung adalah kelainan yang bisa terjadi pada siapapun. Namun, kondisi ini lebih sering dialami oleh lansia karena proses penuaan pada tubuhnya. 

Beberapa orang pun mungkin lahir dengan penyakit katup jantung, atau disebut dengan kelainan katup jantung bawaan. Sementara beberapa orang lainnya mengalami kondisi ini saat sudah dewasa, yang diakibatkan oleh penyakit lain, seperti diabetes, penyumbatan pembuluh darah, atau tekanan darah tinggi.

Penyakit ini dapat dikelola dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang memengaruhi kerja jantung. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-jenis

Apa saja jenis penyakit katup jantung?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jantung memiliki empat katup yang memastikan darah mengalir ke arah yang benar. Keempat katup ini memisahkan empat bilik jantung serta antara jantung dengan pembuluh darah yang menuju organ lain.

Katup mitral terletak di antara atrium kiri dan ventrikel kiri, sedangkan katup trikuspid ada di antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Sementara katup pulmonal memisahkan ventrikel kanan dengan pembuluh arteri pulmonal yang menuju paru-paru, sedangkan katup aorta memisahkan ventrikel kiri dengan pembuluh darah arteri besar atau aorta.

Masing-masing katup memiliki lembaran atau flap yang membuka dan menutup. Pada kondisi normal, setiap katup memiliki tiga flap yang memudahkan darah melewati katup tersebut.

Pada kelainan katup jantung, satu atau lebih dari katup tersebut mengalami masalah, sehingga darah bisa mengalir ke tempat yang tidak seharunya. Masalah pada katup tersebut bisa beragam. Berikut beberapa jenis kondisi yang bisa menyebabkan penyakit katup pada jantung:

1. Stenosis

Pada stenosis, katup menjadi tebal atau kaku, dan mungkin menempel atau menyatu. Kondisi ini menyebabkan katup tidak terbuka sepenuhnya, sehingga lubang katup menjadi sempit dan menghalangi atau membatasi darah untuk mengalir ke bilik jantung selanjutnya atau organ tubuh lainnya.

Pada kondisi ini, jantung perlu bekerja lebih keras untuk memompa darah dan organ lainnya pun menjadi kekurangan nutrisi dan oksigen yang diperoleh melalui darah. Seiring waktu, jantung menjadi lebih tebal dan menjadi lebih sulit dalam memompa darah.

Stenosis bisa terjadi karena bawaan dari lahir atau berkembang selama proses penuaan atau akibat jaringan parut yang merusak katup. Kondisi ini pun bisa terjadi pada empat katup yang ada di jantung, yang disebut stenosis katup aorta, stenosis katup pulmonal, stenosis katup mitral, dan stenosis katup trikuspid.

2. Regurgitasi

Regurgitasi atau insufisiensi disebut juga dengan kebocoran katup jantung. Kondisi ini terjadi ketika katup tidak dapat menutup dengan sempurna, sehingga darah mengalir balik atau darah kembali masuk ke bilik jantung sebelumnya.

Akibat kondisi tersebut, darah yang mengalir ke bilik jantung selanjutnya atau ke pembuluh darah arteri menjadi terbatas. Jantung pun perlu bekerja lebih keras dalam memompa darah serta organ tubuh lainnya bisa kekurangan asupan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah.

Sama seperti stenosis, regurgitasi bisa terjadi pada keempat katup jantung. Regurgitasi katup aorta umumnya karena penyakit jantung bawaan atau kondisi medis lainnya, sedangkan regurgitasi katup pulmonnal bisa terjadi akibat kondisi medis lain, seperti hipertensi paru.

Adapun regurgitasi katup mitral lebih sering terjadi karena prolaps, yaitu kondisi ketika selebaran atau flap katup menggembung dan menyembul ke dalam atrium kiri jantung.

3. Atresia

Berbeda dengan dua jenis penyakit katup jantung lainnya, atresia terjadi ketika katup tidak terbentuk atau jaringan flap katup berbentuk padat, sehingga menghalangi aliran darah di antara bilik jantung dan ke pembuluh darah arteri. 

Kondisi ini umumnya terjadi pada katup pulmonal dan trikuspid, karena kelainan bawaan dari lahir. Pada atresia pulmonal, darah tidak dapat mengalir dari ventrikel kanan ke arteri pulmonal dan ke paru-paru, sehingga harus melalui jalur lainnya.

Adapun pada atresia trikuspid, darah tidak dapat mengalir secara normal dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Akibatnya, ventrikel kanan menjadi kecil dan tidak berkembang.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari penyakit katup jantung?

Beberapa orang dengan kelainan katup jantung bisa tidak mengalami gejala apapun selama bertahun-tahun. Meski demikian, orang-orang ini pun mungkin tetap perlu mendapat perawatan untuk mencegah penyakitnya semakin parah.

Di sisi lain, beberapa orang lainnya pun mungkin merasakan gejala-gejala tertentu. Dilansir dari American Heart Association, gejala ini bisa timbul secara tiba-tiba dan sangat mencolok. Pasalnya, gejala penyakit katup jantung juga dapat berkembang sangat cepat jika kondisinya parah.

Namun, bagi sebagian orang, penyakit ini juga bisa berkembang sangat lambat. Pada kondisi ini, jantung telah mampu mengimbangi masalah yang ada, sehingga gejala menjadi hampir tidak terdeteksi.

Meski demikian, risiko dan kerusakan pada jantung akibat penyakit ini masih tetap signifikan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali gejala yang mungkin terjadi akibat kelainan katup jantung ini.

Berikut beberapa gejala penyakit katup jantung yang umumnya timbul: 

  • Nyeri dada.
  • Pingsan.
  • Pusing.
  • Kelelahan.
  • Sesak napas, terutama ketika sangat aktif atau ketika beristirahat.
  • Merasakan detak jantung yang cepat atau palpitasi.
  • Suara yang tidak normal pada jantung (murmur jantung).
  • Detak jantung yang tidak beraturan.
  • Bengkak pada bagian kaki dan pergelangan kaki.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala kelainan katup jantung seperti yang disebutkan di atas, segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Anda  mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk mendapat diagnosis yang tepat. 

Anda pun perlu segera ke dokter bila merasakan radang tenggorokan yang cukup parah. Kondisi ini bisa berkembang menjadi demam rematik, yang merupakan salah satu penyebab kelainan katup jantung, bila tidak segera diobati.

Masing-masing tubuh bekerja dengan cara berbeda. Sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai solusi terbaik untuk kondisi Anda. 

Penyebab & faktor risiko

Apa penyebab penyakit katup jantung?

Kelainan katup jantung bisa terjadi karena faktor bawaan dari lahir. Hal ini bisa disebabkan oleh perkembangan jantung yang tidak sempurna sejak masih di dalam kandungan.

Namun, faktor penuaan serta kondisi jantung dan kelainan medis lainnya juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit tersebut. Faktor-faktor ini disebut dapat mengubah bentuk atau fleksibilitas katup jantung menjadi tidak normal.

Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kelainan atau penyakit katup jantung:

  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang sudah berkembang.
  • Gagal jantung.
  • Aterosklerosis di pembuluh darah arteri besar atau aorta.
  • Kerusakan jaringan akibat serangan jantung atau cedera di jantung.
  • Demam rematik, yang merupakan penyakit peradangan, yang dapat terjadi karena radang tenggorokan yang tidak diobati atau infeksi lain akibat bakteri.
  • Endokarditis infektif, yang merupakan peradangan pada jaringan jantung.
  • Aneurisma aorta, yang merupakan pembengkakan abnormal atau menggembungnya aorta.
  • Penyakit autoimun, seperti lupus, yang bisa memengaruhi katup aorta dan mitral.
  • Sindrom karsinoid, tumor pada saluran pencernaan yang menyebar ke hati atau kelenjar getah bening, yang dapat memengaruhi katup trikuspid dan pulmonal.
  • Obat-obatan diet, seperti fenfluramine dan phentermine.
  • Gangguan metabolisme, seperti penyakit fabry dan kolesterol darah tinggi.
  • Terapi radiasi untuk mengobati kanker.

Apa yang meningkatkan risiko terkena penyakit katup jantung?

Anda berisiko tinggi mengalami penyakit katup jantung bila memiliki satu atau lebih dari faktor-faktor berikut:

  • Usia yang semakin lanjut. Seiring bertambah usia, katup jantung berisiko menebal dan menjadi lebih kaku karena faktor penuaan.
  • Memiliki riwayat penyakit endokarditis infektif, demam rematik, serangan jantung, atau gagal jantung.
  • Pernah mengalami penyakit katup jantung sebelumnya.
  • Memiliki faktor risiko penyakit arteri koroner, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, merokok, resistensi insulin, diabetes, obesitas, kurang bergerak, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini.
  • Memiliki masalah pada jantung karena faktor bawaan dari lahir.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kelainan katup jantung?

Untuk mendiagnosis penyakit katup jantung, dokter akan menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mencari tahu apakah terdapat suara jantung yang tidak normal (murmur jantung), yang merupakan salah satu tanda kelainan katup jantung. 

Bila Anda dicurigai memiliki penyakit ini, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan diagnosisnya. Beberapa tes yang mungkin perlu Anda jalani, yaitu:

  • Ekokradiografi
  • Elektrokardiografi (EKG)
  • Rontgen dada
  • Kateterisasi jantung
  • MRI jantung
  • Tes olahraga atau tes stres

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit katup jantung?

Pada dasarnya, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kelainan katup jantung. Pengobatan yang diberikan umumnya untuk mengontrol gejala serta menunda perkembangan penyakit untuk beberapa tahun ke depan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ada beberapa macam pengobatan untuk penyakit katup jantung yang mungkin diberikan dokter. Pengobatan ini dipilih tergantung pada seberapa parah kondisi Anda. 

Berikut beberapa macam pengobatan atau penanganan untuk kelainan katup jantung yang mungkin perlu Anda jalani, sesuai dengan kondisi Anda:

Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat untuk Anda konsumsi. Obat-obatan ini umumnya diberikan untuk mengontrol gejala yang Anda alami, terutama bila kondisi penyakit Anda belum parah. Beberapa obat yang mungkin diberikan, yaitu:

  • Obat untuk menurunkan tekanan darah (antihipertensi), seperti diuretik, beta blocker, ACE inhibitor, atau vasodilator, serta obat kolesterol tinggi.
  • Obat untuk mencegah aritmia (detak jantung tidak beraturan).
  • Obat antikoagulan untuk mencegah penggumpalan darah, seringnya diberikan untuk jenis penyakit stenosis mitral atau kelainan katup jantung bawaan yang berisiko menimbulkan penggumpalan darah.
  • Obat untuk mengobati penyakit arteri koroner.
  • Obat untuk gagal jantung.

Operasi perbaikan katup jantung

Bila kondisi Anda memungkinkan, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan operasi perbaikan katup jantung. Meski Anda tidak merasakan gejala, prosedur pengobatan ini mungkin tetap direkomendasikan untuk mencegah komplikasi penyakit ini.

Dalam prosedur ini, dokter bedah akan memisahkan flap katup yang menempel atau menyatu, mengganti kabel yang mendukung katup, menghapus jaringan katup yang berlebih, atau menambal lubang di katup. Ahli bedah pun mungkin akan mengencangkan atau memperkuat cincin di sekitar katup dengan menanamkan cincin buatan. 

Operasi penggantian katup jantung

Jika katup tidak dapat diperbaiki, dokter bedah mungkin akan melakukan operasi penggantian katup jantung. Dalam operasi ini, dokter bedah akan mengangkat katup yang rusak dan menggantinya dengan katup yang terbuat dari jaringan jantung hewan atau manusia. 

Seseorang yang melakukan operasi penggantian katup ini umumnya perlu melakukan operasi penggantian kembali pada jangka waktu tertentu. Pasalnya, katup dari jaringan jantung hewan atau manusia yang dipasang pada jantung Anda cenderung mengalami degenerasi.

Valvuloplasti balon

Tidak hanya melalui prosedur operasi, perbaikan katup jantung juga bisa dilakukan melalui prosedur kateter jantung, yang disebut dengan valvuloplasti balon. Prosedur ini umumnya diberikan pada pasien dengan kelainan katup jantung stenosis.

Pada prosedur tersebut, kateter (tabung tipis) dengan balon di ujungnya akan dimasukkan melalui pembuluh darah ke katup jantung yang rusak. Balon tersebut kemudian akan dipompa untuk membantu memperluas pembukaan katup.

Umumnya, prosedur ini diberikan pada pasien penyakit katup jantung yang masih bayi atau anak-anak.

Transcatheter aortic valve implantation (TAVI)

Sama seperti prosedur di atas, prosedur TAVI juga dilakukan menggunakan kateter dan valvuloplasti balon. Namun, penggunaan kateter dan balon ini untuk memasang katup buatan untuk mengganti katup jantung yang sudah rusak.

Prosedur ini umumnya diberikan pada pasien lanjut usia, yang berisiko mengalami komplikasi pascaoperasi jantung.

Dr. Rosli Mohd Ali selaku konsultan kardiologi di Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur ketika ditemui tim Hello Sehat di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (28/11), mengatakan TAVI dapat menjadi metode penanganan masalah katup jantung yang ideal untuk masa depan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat mengatasi penyakit katup jantung?

Selain pengobatan medis, dokter pun akan merekomendasikan untuk mengubah gaya hidup guna membantu penanganan kelainan katup jantung. Berikut beberapa gaya hidup yang perlu Anda terapkan sehari-hari di manapun, termasuk di rumah:

  • Melakukan kontrol tekanan darah tinggi dan tingkat kolesterol tinggi, termasuk dengan mengonsumsi makanan rendah lemak jahat dan rendah natrium (garam).
  • Menurunkan berat badan bila memiliki berat badan berlebih.
  • Lakukan olahraga untuk penyakit jantung secara rutin, sesuai saran dokter.
  • Temui dokter untuk pemeriksaan rutin.
  • Jangan gunakan obat-obatan nonresep apabila tidak dianjurkan oleh dokter.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk menemukan solusi terbaik.

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin timbul dari kelainan katup jantung?

Kelainan katup jantung yang tidak segera diobati dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Parahnya, kondisi-kondisi ini tidak jarang dapat menimbulkan kematian.

Berikut beberapa komplikasi kelainan katup jantung yang mungkin terjadi:

  • Gagal jantung
  • stroke
  • Penggumpalan darah
  • Detak jantung yang tidak beraturan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Meski tak mudah, penting sekali untuk membantu seseorang yang sakit keras dan tak bisa diobati lagi untuk mempersiapkan kematian. Ini langkah-langkahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Usia tidak menghambat sebagian lansia untuk puasa. Agar tetap lancar dan kuat berpuasa, lakukan persiapan untuk lansia saat sahur dan puasa ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
persiapan puasa untuk lansia
Hidup Sehat, Tips Sehat 5 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit