Kenali Berbagai Efek Samping Obat Darah Tinggi yang Bisa Muncul

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Meski tidak merasakan gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi, dokter mungkin akan meminta Anda mengonsumsi obat darah tinggi untuk mengendalikan tekanan darah. Namun, beberapa obat hipertensi memiliki efek samping. Lantas, apa saja efek samping yang mungkin timbul dari minum obat darah tinggi? Bagaimana cara mengatasi efek samping tersebut?

Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari obat hipertensi?

Sebagaimana obat pada umumnya, obat hipertensi pun memiliki efek samping. Namun, dampaknya pada setiap orang tidak selalu sama. Bahkan beberapa orang mungkin tidak merasakan efek samping sama sekali dengan minum obat darah tinggi.

Untuk itu, ada baiknya Anda mengenali beragam jenis obat hipertensi dan berbagai efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Berikut rangkuman beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari obat tekanan darah tinggi berdasarkan jenis obatnya.

obat diuretik

1. Obat diuretik

Obat diuretik seperti hydrochlorotiazide (HCT), indapamide, metolazone, bumetanide, furosemide, bekerja dengan cara menghilangkan kelebihan air dan garam yang merupakan salah satu penyebab hipertensi. Cara kerja obat ini membuat Anda jadi lebih sering buang air kecil.

Selain itu, obat hipertensi diuretik juga dapat menimbulkan efek samping lain seperti:

  • Kelelahan
  • Kram otot
  • Lesu
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sakit perut

2. Obat ACE inhibitor

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor adalah obat darah tinggi yang bekerja dengan menurunkan produksi angiotensin, yang merupakan penyebab pembuluh darah menyempit dan menimbulkan tekanan darah tinggi.

Contoh obat ACE inhibitor, yaitu captopril, enalapril, lisinopril, dan benazepril hydrochloride. Obat hipertensi jenis ini dapat menyebabkan efek samping, berupa:

  • Kehilangan indra perasa
  • Kehilangan nafsu makan
  • Batuk kering kronis
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Detak jantung cepat

3.  Obat calcium channel blocker (CCB)

Obat ini bekerja dengan cara mencegah kalsium masuk ke dalam sel-sel jantung dan otot pembuluh darah, sehingga sel-sel jantung dan otot pembuluh darah mengendur dan tekanan darah menurun.

Contoh obat CCB adalah amlodipine, clevidipine, diltiazem, felodipine, dan isradipine. Obat hipertensi ini mempunyai efek samping seperti:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Bengkak di tangan atau kaki
  • Sembelit
  • Kesulitan bernapas
  • Pusing
  • Palpitasi atau detak jantung berdetak lebih cepat dari biasanya

4. Obat beta blocker

Obat beta blocker bekerja dengan cara mengurangi denyut jantung dan beban kerja jantung, sehingga volume darah yang mengalir di pembuluh darah menurun dan tekanan darah pun turun.

Contoh obat beta blocker, yaitu atenolol, propranolol dan  metoprolol. Berikut efek samping dari obat hipertensi beta blocker:

  • Insomnia
  • Tangan dan kaki dingin
  • Kelelahan
  • Depresi
  • Detak jantung lambat
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Impotensi
  • Sakit perut
  • Sakti kepala
  • Pusing
  • Sembelit atau diare

5.  Obat angiotensin II receptor blocker (ARB)

Obat ini juga bekerja dengan cara menghalangi angiotensin dalam tubuh. Namun bedanya, obat ini menghalangi kerja angiotensin dalam tubuh bukan menghalangi produksi angiotensin, sehingga tekanan darah menurun.

Contoh obat ARB, yaitu azilsartan, candesartan, dan irbesartan. Adapun efek samping obat hipertensi ini, yaitu:

  • Pusing sesekali
  • Masalah sinus
  • Maag
  • Diare
  • Sakit punggung

Beberapa obat darah tinggi juga dilaporkan berbahaya bagi wanita hamil dan ibu menyusui, seperti beta blocker, ACE inhibitors, dan ARB. Bahkan, ACE inhibitors dan ARB dapat menyebabkan kematian pada janin atau bayi Anda begitu dilahirkan.

Efek jangka panjang

Selain yang disebutkan di atas, beberapa obat darah tinggi dilaporkan dapat memberi efek samping lain. Studi yang dipublikasikan di British Medical Journal menemukan bahwa obat ACE inhibitor dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru, dibandingkan dengan kelompok obat hipertensi lainnya, seperti ARB.

Risiko ini semakin meningkat pada orang yang minum obat darah tinggi ACE inhibitor untuk jangka panjang, yaitu lebih dari lima tahun. Meski demikian, penelitian ini tidak dapat mengesempingkan faktor penyebab kanker lainnya, seperti perbedaan sosial ekonomi, asupan makanan, serta riwayat keluarga. Studi tambahan juga diperlukan untuk menindaklanjuti penelitian ini.

Bagaimana cara mengatasi efek samping obat hipertensi?

Ivermectin adalah obat

Ketika Anda merasakan beberapa efek di atas, pastikan Anda tidak mencoba mengurangi atau mengatur dosis obat tanpa sepengetahuan dokter. Hal ini justru dapat menaikkan tekanan darah Anda atau bahkan berisiko menimbulkan kondisi medis lain, seperti hipertensi resisten atau bahkan komplikasi hipertensi.

Dosis yang telah diberikan tentunya sudah disesuaikan dengan kondisi dan jenis darah tinggi yang Anda derita. Selain itu, jangan pernah berhenti, melewatkan, atau tidak menghabiskan obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter.

Beberapa efek samping mungkin terjadi hanya sementara atau dapat hilang dengan sendirinya karena tubuh Anda sudah bisa menyesuaikan dengan obat tersebut. Pada kasus ini, biasanya Anda masih bisa menahan efek samping tersebut hingga tubuh Anda terbiasa.

Namun, jika Anda memang merasakan efek samping obat hipertensi yang cukup mengganggu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara mengatasinya. Dokter biasanya akan mengurangi dosis obat, mengganti obat, atau menyusun ulang kombinasi obat-obatan darah tinggi yang telah diberikan pada Anda.

Sebab, bila Anda memiliki masalah dengan satu obat, tidak berarti Anda juga akan merasakan efek samping dari obat darah tinggi lainnya.

Adapun bila Anda jadi sering buang air kecil pada malam hari karena obat diuretik, Anda bisa bertanya kepada dokter apakah Anda bisa mengubah jadwal minum obat tersebut. Tanyakan ke dokter apakah obat itu dapat diminum pada pagi hari setelah sarapan atau tidak lebih dari jam 6 sore agar Anda tidak bolak balik ke kamar mandi saat tidur pada malam hari.

Anda pun perlu ingat untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga rutin, diet DASH, tidak merokok, mengurangi alkohol, dan mengelola stres. Gaya hidup sehat dapat membantu Anda mengurangi minum obat hipertensi sekaligus mencegah hipertensi semakin parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . 5 menit baca

Bolehkah Penderita Hipertensi Melakukan HIIT (High-Intensity Interval Training)?

Olahraga HIIT (high-intensity interval training) memang bermanfaat bagi jantung dan peredaran darah, tapi bolehkah penderita hipertensi melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hipertensi, Health Centers 30/05/2020 . 5 menit baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 menit baca

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 17/05/2020 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 5 menit baca