home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jika Anak Jatuh Sakit, Lakukan 5 Langkah Pencegahan Penularan Penyakit di Rumah

Jika Anak Jatuh Sakit, Lakukan 5 Langkah Pencegahan Penularan Penyakit di Rumah

Bagi orangtua, tak ada yang lebih bikin deg-degan ketika melihat anak remaja atau suami Anda pulang ke rumah sambil mengelap hidung melernya di lengan baju atau mengeluhkan tidak enak badan karena demam. Satu anggota keluarga yang sakit akan segera menulari anggota keluarga yang lain, apalagi jika Anda memiliki anak lain yang masih kecil di rumah.

Jutaan bahkan milyaran kuman pembawa penyakit tersebar di lingkungan tempat kita beraktivitas. Akan tetapi, tentu saja tidak semua kuman tersebut dapat membuat Anda sakit. Salah satu cara paling mudah untuk menularkan penyakit adalah melalui kontak tubuh, seperti berbagi barang pribadi, makanan, minuman, dan menghirup udara saat orang yang sakit bersin atau batuk. Kabar baiknya, ada banyak cara untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dalam keluarga.

Jika salah satu anggota keluarga jatuh sakit, lakukan ini untuk mencegah penularan penyakit di rumah

1. Ajarkan etika batuk dan bersin yang benar

Saat di luar rumah, anak atau pasangan Anda sangat mungkin terpapar oleh jutaan kuman. Ini membuat si orang sakit bisa menjadi sumber penularan penyakit di rumah.

Ajari mereka untuk menutup mulut saat batuk atau bersin. Biasakan untuk menutup mulut dengan lipatan siku atau lengan dalam, bukan dengan telapak tangan. Menutup mulut dengan telapak tangan saat batuk hanya akan mempercepat penularan penyakit.

Ajari pula mereka untuk tidak menumpuk sampah tisu bekas membuang ingus atau dahak, dan langsung buang ke tempat sampah. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah berpindahnya kuman dari satu orang ke anggota keluarga yang lain di rumah.

2. Jauhkan orang yang sakit dari yang sehat

Mungkin terdengar berlebihan, namun karantina bagi anggota keluarga yang sakit di ruang terpisah dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. Sediakan sebuah ruang khusus, baik itu kamar tamu atau kamar anak, dan buatlah ruang tersebut menjadi tempat yang nyaman sehingga anggota keluarga yang sakit dapat beristirahat di sana.

Jika anggota keluarga yang lain mulai memperlihatkan gejala tertular, ia juga dapat bergabung di ruangan tersebut. Sediakan juga gelas, handuk, dan perlengkapan pribadi khusus bagi anggota keluarga yang sakit agar penyebaran kuman dapat lebih dikendalikan. Tentu saja anggota keluarga yang sakit masih boleh keluar masuk ruangan tersebut sesuka hati, karena ruangan karantina hanya membantu meminimalisir risiko penularan penyakit, terutama jika Anda memiliki bayi di rumah.

Beberapa benda yang dapat Anda siapkan bagi anggota keluarga yang sakit:

Jika memungkinkan, Anda juga dapat memisahkan toilet bagi anggota keluarga yang sakit.

3. Sediakan konsumsi vitamin setiap hari

Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi suplemen multivitamin setiap hari, sekarang adalah saat yang tepat untuk memperkuat sistem imun Anda. Bahkan jika Anda memang rutin mengonsumsi vitamin, Anda mungkin ingin meningkatkan asupan vitamin C, B-6, dan vitamin E Anda. Kabar baiknya, sebagian besar orang dapat mencukupi asupan vitamin-vitamin tersebut hanya lewat konsumsi makanan sehat.

Vitamin C merupakan vitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan sangat baik. Vitamin ini banyak dijumpai pada buah jeruk, sayur kale, dan paprika.

Vitamin B-6 memberikan reaksi tertentu bagi sistem pertahanan tubuh dan dapat ditemui pada sayuran hijau. Vitamin E juga membantu tubuh mengatasi infeksi dan dapat ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian, dan bayam.

4. Jangan lupa berikan makanan kaya probiotik

Mengonsumsi probiotik baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Namun, tidak hanya itu, probiotik juga baik untuk meningkatkan sistem imun. Anda dapat mengonsumsi probiotik setiap hari, berikut adalah 6 jenis probiotik yang diteliti dapat meningkatkan daya tahan tubuh:

  • Lactobacillus rhamnosus GG
  • Lactobacillus casei Shirota
  • Bifidobacterium animalis Bb-12
  • Lactobacillus johnsonii La1
  • Bifidobacterium lactis DR10
  • Saccharomyces cerevisiae boulardii

Anda bisa mendapatkan sumber probiotik dari yogurt, dark chocolate, tempe, hingga kimchi (asinan Korea).

5. Rajin cuci tangan

Cuci tangan secara teratur dan dengan cara yang benar merupakan salah satu cara paling ampuh untuk mencegah penularan penyakit. Berikut adalah langkah-langkah mencuci tangan yang dapat Anda terapkan:

  • Basahi tangan Anda di bawah air mengalir
  • Ambil sabun
  • Gosokkan sabun secara berturut-turut: kedua telapak tangan, sela-sela jari, punggung tangan, sepuluh jemari, dan ujung-ujung kuku, selama paling cepat 20 detik.
  • Bilas tangan dengan air mengalir dan keringkan.
  • Matikan keran air dengan siku atau tissue/handuk agar tangan Anda tidak terkontaminasi lagi.

Selain air mengalir, jika Anda kesulitan menjangkau wastafel terdekat, Anda juga dapat menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.

Meski Anda tidak selalu dapat mencegah penularan penyakit di rumah, namun setidaknya 5 langkah pencegahan ini dapat mengurangi risiko penularan. Menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara imunitas tubuh adalah kunci utamanya. Selalu ingat untuk memperhatikan asupan makanan dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh. Menjaga anggota keluarga Anda memang penting, namun jangan lupa untuk menjaga kesehatan diri Anda juga.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

3 Vitamins That are Best at Boosting Your Immunity. 2016. https://health.clevelandclinic.org/2016/01/3-vitamins-best-boosting-immunity/. Accessed April 9th, 2017.

Ashraf, R., & Shah, N. P. 2014. Immune System Stimulation by Probiotic Microorganisms [abstract]. Critical Review in Food Science and Nutrition, 54(7), 938-56. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24499072. Accessed April 9th, 2017.

Coughing & Sneezing. 2009.  https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/etiquette/coughing_sneezing.html. Accessed April 9th, 2017.

Make a Separate Sick Room, If You Can. 2009. https://www.cdc.gov/h1n1flu/homecare/sickroom.htm. Accessed April 9th, 2017.

Mayo Clinic Staff. 2016. Hand-Washing: Dos and Don’ts. http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/hand-washing/art-20046253. Accessed April 9th, 2017.

CDC. 2015. When & How to Wash Your Hands. https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html. Accessed April 9th, 2017.

Marcin A. 2017. ‘Quarantine the Kids!’ and Other Helpful Hacks to Keep Everyone in the House from Getting Sick. http://www.healthline.com/health/staying-healthy-when-family-sick – 1. Accessed April 9th, 2017.

 


Foto Penulis
Ditulis oleh Priscila Stevanni
Tanggal diperbarui 01/05/2017
x