Jika Anak Jatuh Sakit, Lakukan 5 Langkah Pencegahan Penularan Penyakit di Rumah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi orangtua, tak ada yang lebih bikin deg-degan ketika melihat anak remaja atau suami Anda pulang ke rumah sambil mengelap hidung melernya di lengan baju atau mengeluhkan tidak enak badan karena demam. Satu anggota keluarga yang sakit akan segera menulari anggota keluarga yang lain, apalagi jika Anda memiliki anak lain yang masih kecil di rumah.

Jutaan bahkan milyaran kuman pembawa penyakit tersebar di lingkungan tempat kita beraktivitas. Akan tetapi, tentu saja tidak semua kuman tersebut dapat membuat Anda sakit. Salah satu cara paling mudah untuk menularkan penyakit adalah melalui kontak tubuh, seperti berbagi barang pribadi, makanan, minuman, dan menghirup udara saat orang yang sakit bersin atau batuk. Kabar baiknya, ada banyak cara untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dalam keluarga.

Jika salah satu anggota keluarga jatuh sakit, lakukan ini untuk mencegah penularan penyakit di rumah

1. Ajarkan etika batuk dan bersin yang benar

Saat di luar rumah, anak atau pasangan Anda sangat mungkin terpapar oleh jutaan kuman. Ini membuat si orang sakit bisa menjadi sumber penularan penyakit di rumah.

Ajari mereka untuk menutup mulut saat batuk atau bersin. Biasakan untuk menutup mulut dengan lipatan siku atau lengan dalam, bukan dengan telapak tangan. Menutup mulut dengan telapak tangan saat batuk hanya akan mempercepat penularan penyakit.

Ajari pula mereka untuk tidak menumpuk sampah tisu bekas membuang ingus atau dahak, dan langsung buang ke tempat sampah. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah berpindahnya kuman dari satu orang ke anggota keluarga yang lain di rumah.

2. Jauhkan orang yang sakit dari yang sehat

Mungkin terdengar berlebihan, namun karantina bagi anggota keluarga yang sakit di ruang terpisah dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. Sediakan sebuah ruang khusus, baik itu kamar tamu atau kamar anak, dan buatlah ruang tersebut menjadi tempat yang nyaman sehingga anggota keluarga yang sakit dapat beristirahat di sana.

Jika anggota keluarga yang lain mulai memperlihatkan gejala tertular, ia juga dapat bergabung di ruangan tersebut. Sediakan juga gelas, handuk, dan perlengkapan pribadi khusus bagi anggota keluarga yang sakit agar penyebaran kuman dapat lebih dikendalikan. Tentu saja anggota keluarga yang sakit masih boleh keluar masuk ruangan tersebut sesuka hati, karena ruangan karantina hanya membantu meminimalisir risiko penularan penyakit, terutama jika Anda memiliki bayi di rumah.

Beberapa benda yang dapat Anda siapkan bagi anggota keluarga yang sakit:

Jika memungkinkan, Anda juga dapat memisahkan toilet bagi anggota keluarga yang sakit.

3. Sediakan konsumsi vitamin setiap hari

Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi suplemen multivitamin setiap hari, sekarang adalah saat yang tepat untuk memperkuat sistem imun Anda. Bahkan jika Anda memang rutin mengonsumsi vitamin, Anda mungkin ingin meningkatkan asupan vitamin C, B-6, dan vitamin E Anda. Kabar baiknya, sebagian besar orang dapat mencukupi asupan vitamin-vitamin tersebut hanya lewat konsumsi makanan sehat.

Vitamin C merupakan vitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan sangat baik. Vitamin ini banyak dijumpai pada buah jeruk, sayur kale, dan paprika.

Vitamin B-6 memberikan reaksi tertentu bagi sistem pertahanan tubuh dan dapat ditemui pada sayuran hijau. Vitamin E juga membantu tubuh mengatasi infeksi dan dapat ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian, dan bayam.

4. Jangan lupa berikan makanan kaya probiotik

Mengonsumsi probiotik baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Namun, tidak hanya itu, probiotik juga baik untuk meningkatkan sistem imun. Anda dapat mengonsumsi probiotik setiap hari, berikut adalah 6 jenis probiotik yang diteliti dapat meningkatkan daya tahan tubuh:

  • Lactobacillus rhamnosus GG
  • Lactobacillus casei Shirota
  • Bifidobacterium animalis Bb-12
  • Lactobacillus johnsonii La1
  • Bifidobacterium lactis DR10
  • Saccharomyces cerevisiae boulardii

Anda bisa mendapatkan sumber probiotik dari yogurt, dark chocolate, tempe, hingga kimchi (asinan Korea).

5. Rajin cuci tangan

Cuci tangan secara teratur dan dengan cara yang benar merupakan salah satu cara paling ampuh untuk mencegah penularan penyakit. Berikut adalah langkah-langkah mencuci tangan yang dapat Anda terapkan:

  • Basahi tangan Anda di bawah air mengalir
  • Ambil sabun
  • Gosokkan sabun secara berturut-turut: kedua telapak tangan, sela-sela jari, punggung tangan, sepuluh jemari, dan ujung-ujung kuku, selama paling cepat 20 detik.
  • Bilas tangan dengan air mengalir dan keringkan.
  • Matikan keran air dengan siku atau tissue/handuk agar tangan Anda tidak terkontaminasi lagi.

Selain air mengalir, jika Anda kesulitan menjangkau wastafel terdekat, Anda juga dapat menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.

Meski Anda tidak selalu dapat mencegah penularan penyakit di rumah, namun setidaknya 5 langkah pencegahan ini dapat mengurangi risiko penularan. Menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara imunitas tubuh adalah kunci utamanya. Selalu ingat untuk memperhatikan asupan makanan dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh. Menjaga anggota keluarga Anda memang penting, namun jangan lupa untuk menjaga kesehatan diri Anda juga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit