home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cuci Tangan Dengan Air, atau Sabun, atau Hand Sanitizer: Mana yang Lebih Ampuh Basmi Bakteri?

Cuci Tangan Dengan Air, atau Sabun, atau Hand Sanitizer: Mana yang Lebih Ampuh Basmi Bakteri?

Cara mudah untuk mencegah diri tertular penyakit adalah membiasakan diri untuk cuci tangan. Nah, di antara sabun biasa, sabun antibakteri, dan hand sanitizer, mana yang lebih ampuh membunuh bakteri? Sebelumnya, simak dulu penjelasan di bawah ini.

Kenapa cuci tangan itu penting?

Setiap hari tubuh Anda terpapar dengan debu, kotoran, dan bakteri. Semua zat tersebut dapat menimbulkan penyakit saat masuk ke tubuh, misalnya sakit perut.

Anda perlu tahu bahwa tangan adalah perantara bagi bakteri dan kotoran untuk masuk ke tubuh, baik itu lewat mulut atau bagian tubuh lain yang disentuh oleh tangan. Oleh karena itu, rutin cuci tangan bisa mencegah menumpuknya bakteri pada tangan Anda.

Jangan salah, cuci tangan bukan hanya sekadar membasahi tangan dengan air mengalir saja. Anda juga harus menggosokkan sela jari, telapak tangan, sampai ujung kuku Anda dengan sabun selama 20 detik. Kemudian, keringkan tangan yang basah dengan tisu atau handuk. Selain dengan air dan sabun, Anda juga bisa mencuci tangan dengan hand sanitizer.

Berbagai cara membersihkan tangan

Ada banyak cara untuk mencuci tangan, baik menggunakan air maupun tidak. Cara-cara tersebut adalah:

  1. Mencuci tangan dengan air mengalir
  2. Mencuci tangan dengan sabun biasa
  3. Mencuci tangan dengan sabun antiseptik
  4. Mencuci tangan dengan hand sanitizer (tanpa air)

Seperti apa cara mencuci tangan yang ampuh membunuh bakteri?

Mencuci tangan dengan cara apapun lebih baik dari tidak cuci tangan sama sekali. Tapi jika ingin tuntas menyingkirkan kuman dan bakteri, ada beberapa cara yang lebih ampuh dibanding cara lainnya.

Yuk, kita bandingkan di bawah ini.

1. Cuci tangan dengan air mengalir

cuci tangan dengan air mengalir

Sebagian besar orang, termasuk Anda mungkin lebih sering cuci tangan dengan air mengalir saja. Ini biasanya terjadi saat sabun tidak tersedia atau Anda sedang terburu-buru sehingga air hanya membasahi tangan saja.

Perlu Anda tahu bahwa air mengalir memang bisa membersihkan kuman yang menempel pada tangan, tapi hanya sebagian saja. Jika Anda tidak menggosokkan jari dengan benar saat mencuci tangan, kuman yang menempel erat pada sela-sela jari atau kuku tentu tidak akan ikut terbawa.

2. Cuci tangan pakai sabun biasa

sabun mandi merusak kulit

Sabun biasa dirancang untuk mengurangi tegangan permukaan air sehingga kotoran yang ada di permukaan kulit jadi lebih mudah dibersihkan. Sebenarnya, sabun biasa juga efektif untuk menyingkirkan bakteri. Namun, kadang produk sabun biasa lebih diformulasikan untuk menghilangkan bau pada tangan saja sehingga belum tentu efektif membunuh bakteri.

Sabun biasa yang wangi mengandung parfum tambahan yang kemungkinan bisa membuat kulit jadi kering. Bagi bayi dan juga orang yang memiliki kulit sensitif, sabun yang mengandung parfum sebaiknya dihindari.

3. Cuci tangan pakai sabun antiseptik

sabun cuci tangan antiseptik

Sabun antibakteri adalah produk pembersih yang mengandung tambahan bahan antimikroba, seperti alkohol, benzalkonium klorida, dan bahan antibakteri lainnya. Produk pembersih ini efektif untuk membunuh bakteri sehingga sering digunakan pada rumah sakit, klinik, puskesmas, atau kantor lainnya.

Selain bakteri langsung menempel pada tangan Anda, hewan peliharaan berbulu, seperti kucing atau anjing juga bisa menjadi perantara perpindahan kuman ke tubuh Anda. Jenis bakteri yang menempel pada hewan peliharaan memang tidak menyebabkan kudis, tapi bisa membuat kulit Anda gatal. Nah, untuk mengatasinya Anda bisa menggunakan sabun antibakteri ini.

4. Cuci tangan pakai hand sanitizer

cara membuat hand sanitizer

Cuci tangan dengan air dan sabun memang harus diutamakan. Namun, saat air dan sabun tidak ada, bukan berarti Anda tidak perlu cuci tangan. Caranya mudah kok, dengan menggunakan hand sanitizer. Produk pembersih ini tersedia dalam kemasan kecil yang praktis dibawa ke mana-mana, misalnya saat bepergian.

Ketika sedang berada di dalam mobil dan hendak ngemil, Anda tentu tidak akan berhenti sebentar hanya untuk cuci tangan, kan? Nah, inilah keunggulan dari hand sanitizer yang mudah digunakan kapan pun dan di mana pun.

Kandungan hand sanitizer tidak dapat membersihkan minyak atau kotoran seperti halnya mencuci tangan dengan sabun. Sayangnya, tidak semua jenis kuman dapat dibasmi oleh hand sanitizer. Jadi, sebaiknya pilih hand sanitizer yang berbasis alkohol sekitar 60 persen.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hand Washing vs. Hand Sanitizer. https://share.upmc.com/2014/01/hand-washing-vs-hand-sanitizer/. Diakses pada 30 Agustus 2018.

When & How to Use Hand Sanitizer. https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-hand-sanitizer.html. Diakses pada 30 Agustus 2018.

Antibacterial Soap vs. Regular Soap: Which One Is Better? https://www.unitypoint.org/blankchildrens/article.aspx?id=68ac1797-834f-409c-947b-4df322b04380. Diakses pada 30 Agustus 2018.

When & How to Wash Your Hands. https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html. Diakses pada 30 Agustus 2018.

Dry Skin. https://www.healthyhorns.utexas.edu/HT/HT_dryskin.html. Diakses pada 30 Agustus 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 28/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus