home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Penyebab Penyakit Herpes Kulit dan Cara Mengatasinya

Mengenal Penyebab Penyakit Herpes Kulit dan Cara Mengatasinya

Herpes kulit merupakan penyakit menular yang menimbulkan gejala ruam dan lenting gatal pada kulit. Terdapat tiga jenis virus yang menjadi penyebab herpes kulit, yakni herpes simpleks tipe 1, herpes simpleks tipe 2, dan varicella zoster. Meskipun sama-sama menunjukkan gejala lenting di kulit, ketiga infeksi virus ini dapat menyebabkan penyakit dengan gangguan yang berbeda.

Jenis virus herpes kulit dan penyakitnya

Ada delapan virus yang termasuk ke dalam kelompok virus herpes, tapi tidak semua virus merupakan penyebab penyakit herpes kulit.

Jenis virus dalam kelompok alfa herpevirus paling sering menginfeksi dan menimbulkan gangguan pada kulit, seperti herpes kelamin, herpes oral, caca air, dan herpes zoster.

1. Penyebab herpes oral atau herpes labialis

Penyakit herpes yang menyerang bagian kulit di sekitar mulut (herpes oral) disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Sekali terinfeksi, virus penyebab herpes ini akan menetap pada tubuh selamanya.

Pada awalnya, infeksi HSV-1 bisa saja tidak menunjukkan gejala herpes oral sama sekali dalam waktu yang lama sehingga sulit dideteksi. Namun, infeksi virus yang terus berlanjut bisa menimbulkan luka kering atau terbuka pada kulit di sekitar mulut dan wajah.

Virus penyebab herpes kulit ini lebih sering menginfeksi anak-anak dan bayi yang tertular orang dewasa yang terinfeksi.

Virus herpes ini ditularkan melalui kontak dekat dengan penderita, seperti sentuhan dari mulut ke mulut (berciuman), seks oral pada bagian kelamin yang terdampak, dan menggunakan benda, seperti alat makan, lipstik, dan alat cukur, yang sama dengan penderita.

HSV-1 juga bisa ditularkan melalui kontak antara mulut dan kulit yang terinfeksi meskipun pada kulit tidak muncul luka terbuka.

Beberapa faktor yang membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit herpes ini di antaranya adalah:

  • Melakukan kontak dekat dengan penderita herpes oral
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk karena infeksi HIV
  • Menjalani pengobatan kemoterapi
  • Melakukan hubungan seks oral tanpa kondom

2. Penyebab herpes genital

jerawat di kemaluan

Penyakit herpes yang menimbulkan luka kering pada alat kelamin disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Namun, infeksi HSV-1 penyebab herpes oral juga bisa menjadi penyebab herpes genital lewat penularan seks oral.

Sama halnya dengan herpes oral, virus penyebab herpes genital akan tinggal dalam tubuh selamanya dan tidak dapat disembuhkan.

Menurut American Academy of Dermatology, virus herpes simpleks yang awalnya ada di dalam sel kulit akan berpindah ke sel saraf dan menetap setelah munculnya luka kering di kulit. Namun, infeksi virus ini bisa berhenti (dorman/tertidur) dan kambuh lagi sewaktu-waktu.

Baik herpes oral maupun herpes genital termasuk ke dalam penyakit menular seksual. Namun, HSV-2 hanya bisa ditularkan melalui kontak seksual tidak seperti herpes genital yang dapat menular melalui sentuhan di kulit wajah yang terdampak.

Berikut adalah faktor risiko yang dapat menyebabkan Anda kena herpes genital:

  • Sering bergonta-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Memiliki penyakit menular seksual
  • Berjenis kelamin perempuan

3. Varicella zoster penyebab cacar air dan cacar api

Infeksi virus herpes lainnya yang mengakibatkan gangguan pada kulit adalah varicella zoster (VZV). Virus ini merupakan penyebab utama dari cacar air dan cacar api.

Varicella zoster termasuk jenis virus herpes yang sangat mudah ditularkan melalui droplet (percikan air liur) atau kontak langsung dengan ruam atau lenting cacar.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena cacar air adalah:

  • Melakukan kontak dekat dengan penderita cacar air
  • Berusia di bawah 12 tahun
  • Sedang hamil dan belum pernah terinfeksi
  • Belum mendapatkan vaksin cacar
  • Memiliki sistem imun yang lemah karena penyakit dan pengobatan tertentu

Saat tertular, virus ini tidak langsung memunculkan gejala ruam atau lenting cacar yang gatal pada kulit. Virus penyebab penyakit herpes ini akan melalui masa inkubasi selama 10-21 hari. Artinya, saat Anda terpapar virus, baru sekitar 10-21 hari kemudian gejala pertama muncul.

Infeksi varicella yang mulai aktif akan memunculkan gejala awal berupa demam dan tubuh lemas. Gejala cacar air bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari.

Meski begitu, virus tidak hilang begitu saja dari dalam tubuh. Virus akan menetap dan tertidur (dorman) di dalam sel saraf. Virus ini dapat kembali aktif dan terjadi infeksi sekunder yang menyebabkan penyakit herpes zoster atau cacar api.

Meski demikian, tidak semua orang yang pernah kena cacar air pasti akan mengalami cacar api. Reaktivasi virus penyebab herpes ini lebih berisiko terjadi, jika:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit seperti HIV/AIDS
  • Menjalani pengobatan kanker atau transplantasi organ
  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Komplikasi penyakit kulit yang menyebabkan kerusakan sel saraf

Cara mengatasi penyebab penyakit herpes kulit

Mengoleskan salep obat herpes

Tidak ada obat yang dapat menghilangkan virus penyebab herpes kulit dari dalam tubuh. Namun pada dasarnya, infeksi virus herpes simpleks dan varicella zoster bisa mereda dengan sendirinya.

Pengobatan medis tetap diperlukan untuk meringankan gejala dan mempercepat pemulihan luka tau lenting pada kulit. Sebagian besar pengobatan herpes yang dilakukan adalah dengan obat antivirus yang berupa tablet ataupun salep.

Jenis obat antivirus untuk herpes kulit yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah:

Sementara itu, Anda juga bisa melakukan melakukan cara-cara alami di rumah untuk mengatasi gejala herpes kulit dengan cara:

  • Tidak menggaruk luka herpes atau lenting cacar, meskipun terasa gatal
  • Mengoleskan losion calamine secara rutin untuk menangkan kulit yang terinfeksi
  • Mandi menggunakan air hangat dan oatmeal, usahakan tidak lebih dari 15 menit
  • Memperbanyak istirahat, asupan cairan, dan makanan bernutrisi

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Academy of Dermatology. (2020). Herpes simplex: Who gets and causes. Retrieved 3 November 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/herpes-simplex-causes

World Health Organisation. (2020). Herpes simplex virus. Retrieved 3 November 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus

World Health Organisation. (2020). Varicella. Retrieved 3 November 2020, from https://www.who.int/immunization/diseases/varicella/en/

Saguil, A., Kane, S., Mercado, M., & Lauters, R. (2017). Herpes Zoster and Postherpetic Neuralgia: Prevention and Management. American Family Physician, 96(10), 656-663. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2017/1115/p656.html

Gershon, A. A., Breuer, J., Cohen, J. I., Cohrs, R. J., Gershon, M. D., Gilden, D., Grose, C., Hambleton, S., Kennedy, P. G., Oxman, M. N., Seward, J. F., & Yamanishi, K. (2015). Varicella zoster virus infection. Nature reviews. Disease primers, 1, 15016. https://doi.org/10.1038/nrdp.2015.16

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 23/12/2020
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x