home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Balantidiasis

Pengertian balantidiasis|Gejala balantidiasis|Penyebab dan faktor risiko balantidiasis|Diagnosis dan pengobatan|Pencegahan balantidiasis
Balantidiasis

Pengertian balantidiasis

Balantidiasis adalah infeksi usus langka yang disebabkan oleh bakteri Balantidium coli, parasit bersel tunggal. Parasit ini sering kali menginfeksi babi dan jarang menginfeksi manusia.

Beberapa manusia yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala apa pun atau hanya diare ringan, juga rasa tidak nyaman pada perut. Namun, beberapa orang dapat mengalami gejala yang lebih serius, yang menyerupai peradangan usus akut.

Infeksi balantidium pada manusia jarang terjadi, bahkan cenderung langka pada negara-negara seperti Amerika Serikat. Balantidiasis lebih sering ditemui pada binatang babi di area yang lebih hangat dan kera di iklim tropis, di mana infeksi pada manusia juga lebih umum terjadi di sana.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien usia berapa pun. Balantidiasis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit ini.

Gejala balantidiasis

Dikutip dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, kebanyakan orang yang terinfeksi Balantidium coli tidak mengalami gejala apa pun. Namun, bakteri tersebut menginfeksi usus besar dan menyebabkan munculnya kista yang sangat kecil.

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah mungkin mengalami gejala balantidiasis, seperti:

  • Diare terus-menerus
  • Sakit perut
  • Penurunan berat badan
  • Mual
  • Muntah

Jika gejala di atas tidak ditangani, Anda mungkin dapat mengalami perforasi usus yang dapat mengakibatkan peradangan akut pada peritoneum, selaput yang melapisi perut. Terkadang, kondisi ini dapat mengurangi fungsi paru-paru.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab dan faktor risiko balantidiasis

Balantidiasis disebabkan oleh bakteri Balantidium coli. Bakteri ini dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu trophozoites atau kista. Trophozoites berbentuk bujur atau bulat dan merupakan parasit protozoa yang paling besar pada manusia.

Sementara itu, kista atau bentuk Balantidium coli yang infektif, berukuran lebih kecil dan lebih bulat. Tidak seperti trophozoites, kista tidak memiliki silia (alat untuk bergerak) pada permukaannya dan tidak berpindah tempat.

Penularan

Bakteri Balantidium coli ditularkan melalui jalur fekal-oral. Maksudnya, Anda dapat terinfeksi dengan makan dan minum makanan dan air yang terkontaminasi dengan kotoran manusia atau hewan. Balantidiasis dapat terjadi dengan berbagai cara, seperti:

  • Makan daging, buah-buahan, dan sayuran yang telah terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi, atau telah terkontaminasi oleh kotoran hewan yang telah terinfeksi.
  • Minum atau mencuci makanan dengan air yang telah terkontaminasi.
  • Tidak menjalani kebiasaan hidup bersih.

Faktor risiko

Kondisi tertentu mungkin dapat meningkatkan risiko Anda terkena balantidiasis. Kondisi-kondisi tersebut di antaranya adalah:

  • Kontak dengan babi
  • Menyentuh pupuk yang terkontaminasi dengan feses babi
  • Tinggal di area dengan suplai air yang terkontaminasi
  • Gizi buruk
  • Alkoholik
  • Tidak adanya asam lambung (achlorhydria)

Mengalami kondisi-kondisi di atas tidak serta-merta membuat Anda terkena balantidiasis. Namun, jika ingin mengurangi risiko terinfeksi, hindari dan atasi kondisi di atas.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana balantidiasis didiagnosis?

Balantidiasis dapat didiagnosis dengan bantuan tes-tes berikut:

  • Tes laboratorium
    Sampel feses digunakan untuk mendiagnosis infeksi B. coli. Trophozoites besar dari B. coli dapat dikenali dengan mudah, saat sampel feses dipaparkan dan dilihat di bawah mikroskop.Walau protozoa memiliki siliapada tubuh, silia mungkin tidak selalu terlihat karena organisme tersebut menghilangkannya saat periode berkepanjangan pada tahap kista.
  • Kolonoskopi
    Pemeriksaan endoskopik usus besar dapat dilakukan untuk mengambil sampel biopsi dari ulkus.

Bagaimana mengobati balantidiasis?

Perawatan untuk penyakit balantidiasis bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala dan untuk mencegah komplikasi. Pasien dengan sistem imun yang lemah sering kali memerlukan terapi yang berkepanjangan.

1. Obat-obatan

Antibiotik diberikan untuk membunuh protozoa B. coli. Antibiotik untuk mengobati balantidiasis adalah:

Tetracycline membunuh protozoa dengan menghambat sintesis protein di dalam sel, di mana obat sintetik metronidazole memiliki anti-protozoal dan antibakteri yang efektif. Kedua obat sering diberikan untuk pasien yang mengalami diare.

Berikut ini adalah lama dan aturan pengobatan yang biasanya diberikan oleh dokter untuk mengatasi balantidiasis:

  • Tablet tetracycline diberikan selama 10 hari, 4 kali sehari, 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan, tidak disarankan untuk wanita hamil.
  • Tablet metronidazole diberikan selama 5 hari, 3 kali sehari.
  • Alternatifnya, tablet iodoquinol diberikan selama 20 hari, 3 kali sehari setelah makan.
  • Cairan dan pengganti elektrolit direkomendasikan untuk pasien dengan diare parah.

Meski demikian, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis yang tepat untuk Anda. Setiap kondisi orang berbeda, sehingga mungkin membutuhkan pengobatan yang berbeda pula.

2. Operasi

Operasi diperlukan pada beberapa kasus langka, di mana balantidiasis menyebabkan usus buntu. Pada pasien tersebut, usus buntu diangkat dengan prosedur operasi yang disebut apendiktomi.

Pencegahan balantidiasis

Seperti berbagai penyakit infeksi bakteri lainnya, balantiadiasis dapat dicegah dengan menerapkan kebersihan. Salah satu cara yang paling sederhana adalah mencuci tangan Anda.

Lebih lanjut, berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi balantidiasis:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan toilet dan sebelum menyentuh makanan.
  • Jika tidak ada sabun, gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol untuk membersihkan tangan.
  • Terapkan kebiasaan cuci tangan kepada anak-anak Anda.
  • Minum dan gunakan sumber air yang bersih.
  • Jaga kondisi hidup yang higienis.
  • Hindari kontak dengan babi dan pupuk yang terkontaminasi dengan feses babi.
  • Cuci buah dan sayuran dengan air bersih, meski sudah mengupas kulitnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

CDC – Balantidiasis. (2020). Retrieved 10 December 2020, from https://www.cdc.gov/parasites/balantidium/

Balantidiasis – NORD (National Organization for Rare Disorders). (2020). Retrieved 10 December 2020, from https://rarediseases.org/rare-diseases/balantidiasis/

CDC – DPDx – Balantidiasis – Treatment Information. (2020). Retrieved 10 December 2020, from https://www.cdc.gov/dpdx/balantidiasis/tx.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x