Penggunaan Masker yang Benar untuk Mencegah Infeksi Coronavirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Salah satu cara untuk mencegah tertular infeksi novel coronavirus adalah menggunakan masker. Namun masker seperti apa yang sebaiknya dipakai? Apakah jenis masker bedah biasa atau masker jenis N95 yang berfungsi mencegah partikel?

Hingga tanggal 24 Januari 2020, virus yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia ini sudah menelan sebanyak 26 korban jiwa dengan lebih dari 800 orang yang terinfeksi di China. Sejumlah imbauan pun terus disampaikan oleh pemerintah Indonesia agar masyarakat waspada, salah satunya menggunakan masker.

Berikut ulasan mengenai masker yang benar untuk mencegah infeksi coronavirus.

Penggunaan masker sebagai pencegahan infeksi coronavirus

Masker merupakan salah satu alat perlindungan diri yang dapat menghalangi tubuh dari paparan polusi udara dan debu. Penggunaan masker juga sudah menjadi upaya pencegahan primer dari berbagai risiko penyakit yang tersebar lewat partikel-partikel di udara.

Keefektifan masker untuk melindungi dari risiko penyebaran virus turut dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Infectious Disease. Penelitian tersebut menemukan bahwa penggunaan masker yang benar dapat menurunkan risiko terdiagnosis penyakit seperti flu sebanyak 80% lebih rendah.

Jika bercermin pada kasus merebaknya Novel coronavirus, sebenarnya para ahli belum mengetahui persis bagaimana virus ditularkan. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika menyarankan kepada tenaga medis untuk memperlakukannya seperti patogen yang dapat menyebar lewat partikel di udara. Oleh sebab itu, penggunaan masker untuk perlindungan dari Novel coronavirus pun dilakukan.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Dampaknya, masyarakat turut menggunakan masker setiap bepergian sebagai upaya mengurangi risiko terinfeksi Novel coronavirus. Terdapat dua jenis masker yang banyak dipilih, yaitu masker bedah dan masker N95.

Surgical mask atau face mask adalah jenis masker sekali pakai yang sering digunakan oleh tenaga medis saat menangani pasien. Surgical mask mudah ditemukan dan harganya terjangkau sehingga lebih banyak orang yang menggunakan masker ini untuk penggunaan sehari-hari.

Jenis masker ini akan bantu melindungi Anda dengan mencegah paparan partikel besar di udara yang mungkin mengandung virus. Selain itu, masker ini juga menghalangi Anda dari percikan cairan tubuh orang lain yang dikeluarkan saat bersin atau batuk.

Sedangkan, N95 adalah jenis masker yang dibuat untuk menghalangi partikel besar maupun partikel kecil di udara yang mengandung virus. Nama N95 berasal dari kemampuannya yang dapat menyaring 95% partikel di udara.

Tidak hanya untuk pencegahan penyakit, masker N95 juga sering digunakan oleh para pekerja saat berkutat di area yang penuh dengan paparan zat berbahaya. Hal ini membuat masker N95 kerap dianggap sebagai perlindungan yang lebih ekstra.

Apakah masker N95 terbukti lebih ampuh untuk cegah coronavirus?

masker

Meski masker sudah disarankan sebagai salah satu upaya pencegahan coronavirus, para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang jenis masker manakah yang sebaiknya digunakan.

Melihat dari cara kerjanya, masker jenis N95 mungkin lebih direkomendasikan penggunaannya untuk pencegahan coronavirus. Masker N95 dirancang khusus dan lebih ketat dengan menyesuaikan ukuran pada sekitar hidung dan mulut.

Keunggulan masker N95 yang tidak dimiliki oleh masker bedah juga ada pada kemampuan filtrasinya yang dapat menyaring partikel-partikel kecil.

Namun, penggunaan masker N95 sebagai pencegahan coronavirus tidak disarankan untuk pemakaian sehari-hari. Jenis masker N95 lebih sulit digunakan dan akan membuat ruang bernafas lebih terbatas.

Masker N95 biasanya hanya dianjurkan untuk para pekerja kesehatan yang merawat pasien dengan coronavirus, itu pun harus benar-benar mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Pengguna masker N95 juga harus melalui fit test untuk memastikan bahwa masker yang digunakan sudah tepat.

Mendukung pernyataan ini, Leo Yee Sin, direktur eksekutif Pusat Nasional untuk Penyakit Menular di Singapura, mengatakan kepada The Straits Times bahwa ketika Anda menggunakan masker N95 dan masih bisa bernafas lega, itu artinya Anda tidak menggunakannya dengan tepat.

Masker N95 belum disarankan untuk publik

Belum ada anjuran penggunaan masker jenis N95 sebagai pencegahan Novel coronavirus untuk publik, terutama di Indonesia yang sejauh ini masih belum dikonfirmasi akan adanya wabah tersebut. Urgensi untuk menggunakan masker ini hanya meningkat di situasi tertentu seperti polusi kabut asap.

Memang, jika dibandingkan dengan N95, masker bedah tidak akan memberikan proteksi yang sempurna. Masker bedah hanya akan melindungi Anda dari percikan cairan yang masih terlihat oleh mata. Masker ini masih terasa longgar di wajah, terutama di empat tepinya. Ada kemungkinan partikel udara masih masuk tanpa tersaring ke dalam hidung.

Meski demikian, masker bedah masih memiliki kemampuan untuk menghindari Anda dari risiko berbagai penyakit yang mungkin akan menjauhkan Anda dari risiko Novel coronavirus.

Hal ini juga dibuktikan dalam sebuah studi, di mana  anggota keluarga yang mengenakan masker bedah saat merawat anak yang sakit di rumah memiliki risiko yang lebih sedikit untuk tertular penyakit.

Jenis masker lainnya yang juga banyak digunakan untuk mencegah coronavirus adalah masker dari kain yang bisa digunakan berulang-ulang. Sayangnya, masker ini juga kurang direkomendasikan karena jika tidak sering dicuci, kelembaban masker yang meningkat akan menjadi tempat berkembang biak bagi patogen.

Karena alasan itulah masker bedah masih menjadi rekomendasi jika tujuannya untuk pencegahan infeksi coronavirus. Agar lebih efektif, Anda bisa mengganti masker dengan yang baru selama beberapa jam sekali atau ketika masker sudah terasa lembab.

Cara menggunakan masker yang benar

Cara Anda saat memakai dan melepas masker juga dapat berpengaruh pada kerja masker untuk melindungi dari bahaya coronavirus.

Sebaiknya, cuci tangan terlebih dahulu sebelum memakai masker. Jika masker yang digunakan memiliki warna yang berbeda di kedua sisinya, sisi yang berwarna putih adalah bagian yang menyentuh kulit. Sedangkan yang berwarna hijau atau biru adalah sisi yang di luar.

Pada masker karet, Anda cukup mengaitkan tali karet di belakang telinga. Untuk masker tali, posisikan dahulu bagian masker yang berkawat pada hidung dengan jari. Ikat dua tali yang ada di sisi atasnya. Setelah menggantung, tarik masker sampai menutupi dagu dan ikat tali di sisi bawahnya pada tengkuk Anda.

Ketika ingin melepasnya, tarik tali yang menggantung di telinga dari belakang untuk melepas masker. Jika Anda menyentuh bagian depan masker sebelum melepasnya, Anda malah akan memindahkan kontaminan ke tangan Anda.

Seperti Ini Rute Penyebaran COVID-19 Hingga ke Seluruh Dunia

Hal yang harus dilakukan untuk cegah COVID-19 selain pakai masker

mencegah infeksi

Apapun jenis masker yang Anda gunakan, bergantung pada satu jenis pencegahan saja tidak akan memberi hasil perlindungan yang maksimal. Berikut adalah berbagai upaya selain menggunakan masker yang akan menjauhkan Anda dari infeksi Novel coronavirus:

  • Minum suplemen atau multivitamin sebanyak dua kali sehari atau sesuai dengan anjuran.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air setiap beberapa kali sehari, pastikan juga untuk membersihkan area di sela-sela jari. Jika tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen.
  • Hindari menyentuh wajah, terutama pada area mata, hidung, dan mulut.
  • Jalani pola makan sehat dengan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri.
  • Istirahat yang cukup. Jam tidur yang baik akan meningkatkan imunitas tubuh agar lebih kebal terhadap infeksi penyakit.

Meski risiko penularan Novel coronavirus di Indonesia masih rendah, ada baiknya juga Anda tidak lengah untuk selalu menjaga kesehatan. Masih banyak penyakit lainnya yang dapat mengintai Anda seperti flu dan batuk, apalagi Indonesia juga sudah memasuki musim penghujan. Bila perlu, lakukan suntik vaksin influenza.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah Besar Berikutnya

Virus Nipah, yang mewabah hampir setiap tahun di beberapa negara di Asia, berpotensi menjadi wabah besar berikutnya seperti pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apakah Pakai Masker Wajah Setiap Hari Pasti Bikin Kulit Lebih Mulus?

Masker wajah dinilai menjanjikan untuk membuat kulit terasa lebih halus dan bersih. Namun, apa manfaatnya akan sama jika pakai masker wajah setiap hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit