Bosan Saat Social Distancing dan Karantina di Rumah? Coba 6 Kegiatan Ini, Yuk!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari 210.000 kasus secara global dan menelan sekitar 8.900 korban jiwa. Di Indonesia, kasusnya sudah meningkat hingga angka 200 dan pasien yang meninggal mencapai 19 orang. Maka itu, pemerintah Indonesia mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang yang mulai merasa jenuh dan mencari tahu kegiatan apa saja untuk mengatasi bosan saat karantina di rumah. 

Ide kegiatan seru mengatasi bosan saat karantina di rumah

Hobi Menunda-nunda Pekerjaan Bisa Jadi Tanda Depresi

Sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya, apa pentingnya berdiam diri di rumah padahal tidak mengalami gejala yang berkaitan dengan COVID-19

Begini, tingkat penularan dan penyebaran virus yang menyebabkan COVID-19, yaitu SARS-CoV-2 cukup tinggi. Para ahli pun berpendapat bahwa virus ini dapat bertahan hidup di permukaan setidaknya selama tiga hari jika tidak dibersihkan dengan desinfektan. 

Akibatnya, risiko tidak sengaja memegang benda yang terpercik air ludah pasien yang terinfeksi pun cukup tinggi. Maka itu, pemerintah di beberapa negara, termasuk Indonesia, mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah.

Walaupun baik untuk mengurangi penyebaran virus, tentu saja karantina di rumah akan menimbulkan rasa jenuh. Bahkan, menurut American Psychological Association, mengurangi aktivitas sehari-hari dan terus berada di rumah dapat menimbulkan stres, cemas, dan frustasi. 

Berbagai hal dilakukan untuk mengatasi kejenuhan tersebut, tetapi keinginan untuk bertemu dengan teman atau pacar, berada di luar, atau sekadar jalan-jalan tidak dapat dibendung. 

Lantas, kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah?

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

1. Menghubungi teman saat karantina

tips pasangan ldr

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah adalah rutin menghubungi teman. Entah itu lewat video call atau bertukar pesan dapat dilakukan setidaknya untuk mengetahui kabar mereka. 

Interaksi langsung Anda dengan yang lain mungkin akan jauh berkurang, tetapi para psikolog menyarankan untuk menggunakan teknologi sekarang untuk mendapatkan dukungan sosial. 

Apabila Anda merasa sedih, bosan, cemas, dan frustrasi, cobalah untuk mengobrol dengan orang yang dipercaya tentang apa yang dirasakan saat ini. Anda pun dapat mencoba menggapai teman dengan situasi yang sama. 

Dengan begitu, mungkin Anda dapat mengatasi rasa bosan saat harus karantina di rumah lewat obrolan seru seputar kehidupan masing-masing yang mungkin tidak terkait dengan COVID-19. 

2. Olahraga di rumah

Selain berkomunikasi dengan orang lain, olahraga di rumah juga dapat menjadi ide kegiatan seru untuk mengatasi bosan saat karantina. 

Mengapa di rumah? Pasalnya, gym atau tempat fitness langganan Anda ditutup. Agar tubuh tetap sehat dan menjadi aktivitas untuk menghabiskan waktu, olahraga di rumah dapat menjadi pilihan. 

Ada banyak macam olahraga yang bisa dilakukan di rumah tanpa perlu keluar ruangan, seperti yoga, lari di treadmill, atau olahraga aerobik lainnya.

Namun, jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan alat olahraga dan kondisi ruangan, ya. Dengan aktivitas fisik Anda dapat meningkatkan hormon endorfin dan membantu menangkal respons stres yang bisa menurunkan fungsi sistem imun. 

Apabila Anda merasa kesulitan untuk mulai berolahraga, silakan cari tutorialnya di YouTube atau platform lainnya yang menyediakan instruksi secara daring. 

COVID-19

3. Melanjutkan hobi yang tertunda

Melanjutkan hobi yang tertunda pun dapat menjadi pilihan kegiatan yang cukup menarik untuk mengatasi rasa bosan saat harus karantina di rumah. 

Kata hobi terkadang terdengar remeh dan mudah diabaikan, tetapi hobi bisa menjadi salah satu cara untuk tetap terhubung dengan ambisi dan identitas diri sendiri. 

Hal ini dikarenakan menjalani hobi membutuhkan keterampilan baru, sehingga dapat mempertajam pikiran seiring dengan bertambahnya usia. Bahkan, hobi juga baik untuk kesehatan fisik dan mental Anda.

Berita tentang COVID-19 dan anjuran untuk tidak bepergian tentu dapat menimbulkan stres dan jenuh, sehingga hobi bisa menjadi pelarian Anda agar tetap ‘waras’ di tengah pandemi global ini. 

Sebagai contoh, dulu mungkin Anda tidak dapat menemukan waktu yang tepat untuk melanjutkan bacaan yang tertunda. Cobalah untuk membuka kembali buku atau novel yang hanya sempat dibaca setengah. 

Bahkan, menulis puisi atau cerita tentang apa yang Anda dan orang sekitar alami bisa membantu mengembangkan keterampilan menulis.

Atau, Anda bisa mencari kursus-kursus online tentang hal yang diminati, seperti coding, digital marketing, hingga merajut.

4. Menonton film atau serial tv

camilan sehat

Apa pun yang menurut Anda tertunda karena sibuk dengan pekerjaan atau tugas sekolah ternyata bisa dilanjutkan selama wabah COVID-19 berlangsung. Ide kegiatan lainnya untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah adalah menonton film atau serial tv.

Anda tidak perlu pergi ke bioskop untuk menonton, mengingat di sana dapat menjadi tempat yang cukup berisiko terjadnya penularan virus. Cukup dengan mencari kembali kaset-kaset film lama dan mencari situs web yang menyediakan layanan streaming film gratis atau berbayar bisa menjadi cara agar Anda tidak jenuh di rumah.

Apabila Anda bingung, tanyakan kepada teman Anda tentang rekomendasi tontonan seru. Namun, maraton film terlalu lama dan sering pun tidak baik untuk kesehatan. Maka itu, selingi aktivitas yang satu ini dengan kegiatan lainnya yang tidak membuat Anda terlalu lama menatap layar televisi atau laptop.

5. Keluar rumah sebentar saat karantina

yoga di luar ruangan

Pada saat social distancing dan karantina di rumah berlangsung, mungkin ada imbauan untuk tetap berada di rumah dan jarang bepergian, kecuali untuk urusan mendesak. 

Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk menikmati alam sebentar sebagai salah satu kegiatan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah. 

Tidak perlu jauh-jauh hingga mengunjungi rumah tetangga di ujung gang. Anda bisa berjalan-jalan di luar di bawah matahari dengan jarak yang cukup lebar antara satu dengan manusia lainnya. 

Sesekali meregangkan tubuh di lapangan pun tidak apa sambil mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari. Setelah 10-20 menit dan terasa cukup berada di sekitar hijaunya pepohonan dan rumput, saatnya untuk kembali di rumah dan melanjutkan pekerjaan yang harus diselesaikan. 

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus (COVID-19)

6. Memasak

resep olahan kecipir

Siapa yang tak senang makanan lezat, terlebih lagi jika Anda sendiri yang membuatnya? Memasak saat karantina di rumah ternyata bisa menjadi ide kegiatan seru untuk mengatasi rasa bosan.

Selain dapat mengenyangkan perut, Anda pun tidak perlu keluar rumah untuk membeli makanan yang dapat meningkatkan risiko penularan semakin tinggi. 

Bahkan, dengan masak di rumah sendiri, Anda bisa mengontrol bahan makanan apa saja yang sehat untuk dikonsumsi bersama dengan anggota keluarga. 

Anda bisa mulai dengan membuat daftar masakan apa saja yang dapat dibuat selama satu minggu dengan bahan makanan yang ada di rumah. Resep sederhana pun tidak masalah, asalkan nutrisi dan vitamin harian tubuh tetap terpenuhi.

Kegiatan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah sebenarnya dapat Anda diskusikan dengan anggota keluarga lainnya di rumah. Selain itu, usahakan untuk tetap menjalani aktivitas harian seperti biasa agar tidak merasa bosan atau jenuh.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit