Mengenal Xanthan Gum, Zat Pengental yang Ternyata Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin sebagian besar dari Anda tidak begitu familiar dengan xanthan gum. Padahal tanpa disadari, Anda bisa saja mengonsumsinya cukup sering. Xanthan gum adalah bahan tambahan dalam banyak makanan kemasan yang dijual di pasaran. Lantas, apa sih sebenarnya fungsi xanthan gum? Apa manfaatnya untuk kesehatan?

Apa itu xanthan gum?

Xanthan gum adalah zat yang ditambahkan dalam produksi makanan kemasan untuk mengentalkan tekstur makanan tersebut. Zat aditif ini sebenarnya adalah sejenis polisakarida, yaitu karbohidrat yang terbentuk dari fermentasi bakteri Xanthomonas campestris. Bakteri ini biasanya terkandung secara alami dalam brokoli, kol, dan kale.

Selain untuk mengentalkan tekstur makanan, xanthan gum juga berperan sebagai emulsifier alias perekat makanan. Misalnya saja, makanan kemasan yang mengandung air dan minyak, seperti saus salad (dressing) atau mayonaise. Sejatinya, air dan minyak tidak bisa menyatu. Namun dengan bantuan zat ini, bahan-bahan olahan tersebut bisa terpadu harmonis menjadi satu kesatuan utuh.

Berkat fungsi pengental dan perekatnya, zat ini banyak digunakan dalam pengolahan produk roti, jus buah kemasan, es krim, saus dan kecap, makanan rendah lemak, dan makanan bebas gluten. Beberapa produk tubuh juga sering dibuat dengan bantuan xanthan gum, seperti pasta gigi, tabir surya, dan sampo.

Apa manfaat xanthan gum untuk kesehatan manusia?

Selama ini yang kita tahu adalah bahan-bahan tambahan dalam makanan itu tidak baik. Namun nyatanya, xanthan gum menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Apa saja?

1. Membantu menurunkan kadar gula darah

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 menyatakan bahwa zat tambahan ini bisa menurunkan kadar indeks glikemik nasi, sehingga membuat gula darah tidak terlalu tinggi setelah makan nasi.

2. Menurunkan kadar kolesterol

Sebuah penelitian yang dilakukan dalam lingkup kecil mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung zat aditif ini secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Namun hal ini masih harus dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

penyebab mulut kering

3. Bantu atasi mulut yang kering

Zat polisakarida ini bisa berperan menggantikan air liur dan membantu atasi mulut kering. Maka itu, zat tersebut juga digunakan di berbagai produk pasta gigi.

4. Berperan sebagai zat pencahar

Bila Anda punya masalah sulit BAB atau sembelit, mungkin bisa mengonsumsi makanan yang mengandung xanthan gum. Pasalnya, zat ini bersifat seperti obat pencahar yang bisa merangsang gerakan usus untuk mengeluarkan kotoran.

5. Membuat makanan lebih mudah untuk dikunyah

Studi yang dilakukan pada tahun 2014 silam membuktikan bahwa emusifier alami ini membantu orang yang sulit mengunyah akibat gangguan kesehatan tertentu.

Meski manfaatnya menggoda untuk dituai, peran xanthan gum untuk kesehatan tubuh masih perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, janganlah mengonsumsinya terlalu banyak sampai benar-benar terbukti bermanfaat.

Tidak semua orang boleh mengonsumsi xanthan gum dalam makanan

Meskipun sudah dinyatakan aman oleh FDA, Badan Pengendalian Obat dan Makanan di Amerika Serikat, penggunaan xanthan gum yang berlebihan tetap bisa menimbulkan risiko kesehatan tertentu.

Bahkan, ada beberapa kelompok orang yang tidak diperbolehkan sama sekali mengonsumsi makanan yang ada tambahan zat ini, yaitu:

  • Orang yang sedang diare kronis atau gangguan pencernaan kronis. Pasalnya, zat ini bisa berisiko membuat diare atau gangguan pencernaan semakin parah.
  • Orang yang tidak bisa menahan BAB atau inkontinensia feses. Zat aditif ini memiliki sifat seperti obat pencahar, sehingga orang dengan inkontinensia feses akan sulit untuk mengendalikan atau menahan BAB.
  • Orang yang punya alergi terhadap zat ini.
  • Orang yang memiliki alergi terhadap brokoli, kol, dan kale. Pasalnya, zat ini berasal dari bakteri yang hidup dari tumbuhan tersebut.

Seberapa batas aman yang boleh dikonsumsi?

Jika Anda perhatikan makanan kemasan satu per satu yang ada di pasar swalayan, mungkin Anda akan menemukan banyak produk dengan zat pengental ini. Namun, dosis biasanya hanya sekitar 0,05-0,3 persen saja kadarnya dari total berat produk sehingga masih aman untuk dikonsumsi. Batas aman konsumsi xanthan gum dalam sehari adalah kurang dari 1 gram.

Akan tetapi, meski memang kadarnya cukup sedikit dalam sebuah produk dan aman dikonsumsi, Anda juga tidak boleh mengonsumsinya melebihi batas. Bukan berarti juga, bahwa Anda aman untuk konsumsi makanan kemasan setiap harinya. Sebaiknya, pilih makanan yang segar yang cenderung memiliki kandungan gizi yang lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit