Siapa Saja Orang yang Perlu Mendapat Vaksin Influenza?

Oleh

Vaksin influenza atau vaksin flu, adalah vaksin yang melindungi tubuh kita dari influenza. Berhubung perkembangan virus influenza sangat cepat, versi baru vaksin ini akan muncul dua kali dalam setahun, dengan efektivitas yang bervariasi setiap tahunnya, kebanyakan vaksin influenza memberikan perlindungan sedang hingga tinggi terhadap influenza. 

World Health Organization and Centers for Disease Control and Prevention merekomendasi hampir semua orang di atas 6 bulan untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya. Terutama untuk wanita hamil, anak-anak di antara 6 bulan dan 5 tahun, orang-orang dengan kondisi penyakit lain, dan pekerja layanan kesehatan.

Kenapa penting untuk mendapat vaksin influenza?

Influenza adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan rawat inap dan bahkan kematian. Setiap musim flu berbeda-beda, dan infeksi influenza dapat mempengaruhi setiap orang dengan berbeda. Bahkan orang yang sehat dapat menjadi sangat sakit akibat flu dan menularkannya ke orang lain.

Dalam periode dari 31 musim di antara 1976 dan 2007, perkiraan kematian yang terkait dengan flu berkisar dari sekitar 3,000 hingga 49,000 orang. Selama musim flu baru-baru ini, di antara 80%-90% kematian akibat flu terjadi pada orang-orang berusia 65 tahun ke atas.

Vaksin flu musiman setiap tahun adalah langkah terbaik untuk mengurangi kemungkinan terkena flu dan menyebarkan ke orang lain. Apabila semakin banyak orang divaksinasi melawan flu, lebih sedikit flu yang menyebar pada komunitas.

Siapa saja yang sebaiknya mendapat vaksin influenza?

Berbagai vaksin influenza disetujui untuk orang dengan berbagai usia, namun ada vaksin influenza yang disetujui untuk penggunaan hanya pada orang berusia 6 bulan ke atas. Vaksin influenza juga disetujui untuk penggunaan pada wanita hamil dan orang-orang dengan kondisi kesehatan kronis.

Apabila jumlah vaksin terbatas, vaksinasi harus difokuskan untuk memberikan vaksinasi pada orang-orang berikut:

  • Anak-anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun (59 bulan)
  • Orang-orang berusia 50 tahun ke atas
  • Orang-orang dengan penyakit paru kronis (termasuk asma), kardiovaskular (kecuali hipertensi), ginjal, hati, neurologis, hematologis, atau kelainan metabolisme (termasuk diabetes mellitus)
  • Orang-orang dengan imunosupresi (termasuk imunosupresi yang disebabkan pengobatan atau HIV)
  • Wanita yang sedang atau akan hamil selama musim influenza dan wanita hingga 2 minggu setelah persalinan
  • Orang yang berusia 6 bulan hingga 18 tahun dan menerima terapi aspirin jangka panjang dan yang dapat berisiko mengalami sindrom Reye setelah infeksi virus influenza
  • Orang-orang yang tinggal di panti jompo atau fasilitas layanan medis kronis lain
  • Orang-orang dengan obesitas ekstrim (indeks massa tubuh 40 atau lebih)
  • Petugas pelayanan medis
  • Kontak dengan rumah tangga dan pengasuh anak di bawah 5 tahun dan lansia di atas 50 tahun, terutama vaksinasi kontak pada anak yang berusia di bawah 6 bulan
  • Kontak dengan rumah tangga dan pengasuh orang dengan kondisi medis yang memberikan risiko komplikasi serius dari influenza.

Siapa saja yang tidak dianjurkan untuk mendapat vaksin influenza?

Orang-orang berikut ini tidak boleh diberi vaksin influenza:

  • Anak-anak di bawah 6 bulan 
  • Orang dengan alergi parah dan mengancam terhadap vaksin flu atau kandungan vaksin, seperti gelatin, antibiotik, atau kandungan lain.

Orang-orang berikut ini hanya boleh mendapat vaksin influenza setelah memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter:

  • Jika Anda memiliki alergi terhadap telur atau kandungan pada vaksin. Bicarakan dengan dokter mengenai alergi Anda.
  • Jika Anda pernah memiliki Guillain-Barré Syndrome (penyakit melumpuhkan yang serius, juga disebut GBS). Beberapa orang dengan sejarah GBS tidak boleh menerima vaksin ini. Bicarakan pada dokter mengenai sejarah GBS Anda.
  • Jika Anda merasa tidak enak, bicarakan dengan dokter mengenai gejala.

Apa yang harus saya lakukan sebelum mendapatkan vaksin influenza?

Tingkatkan sistem imun tubuh Anda. Tanyakan apoteker yang terpercaya untuk merekomendasikan multivitamin yang baik. Anda juga dapat menggunakan melatonin pada malam hari untuk membantu Anda merasa lebih tenang jika Anda merasa gelisah, serta latihan peregangan atau yoga. Jika Anda menggunakan obat tidur, jangan mengonsumsi obat atau suplemen yang dijual bebas sebelum mengonsultasikan pada dokter.

Kurangi asupan gula halus dan kafein pada pola makan. Jika Anda sering mengonsumsi minuman berkafein setelah siang hari, gantilah ke minuman tanpa kafein. Kafein dan gula menyebabkan ketidak stabilan pada tenaga dan menyebabkan perasaan gelisah. Menghindari produk-produk tersebut dapat membantu Anda lebih tenang sebelum dan sesaat prosedur.

Apakah ada efek samping vaksin influenza?

Beberapa efek samping yang dapat muncul akibat vaksin flu adalah:

  • Rasa sakit, kemerahan atau pembengkakan pada area suntikan
  • Demam rendah
  • Nyeri

Suntikan juga dapat menyebabkan efek samping lain seperti:

  • Keras dan gatal pada area suntikan
  • Apabila masalah ini muncul, kondisi mulai sesaat setelah suntikan dan biasanya berlangsung hingga 1-2 hari.

Reaksi alergi yang mengancam nyawa sangat jarang. Tanda-tanda dari reaksi alergi dapat meliputi kesulitan bernapas, serak atau tersengal-sengal, gatal, pucat, kelemahan, detak jantung cepat atau pusing. Jika tanda-tanda muncul, biasanya dalam beberapa menit atau jam setelah suntikan. Reaksi ini muncul di antara orang-orang yang alergi terhadap kandungan vaksin, seperti protein telur atau kandungan lain. Walau reaksi serius tidak umum terjadi, Anda harus memberi tahu dokter, perawat, apoteker jika Anda memiliki sejarah alergi atau reaksi serius pada vaksin flu atau kandungan lain dari vaksin flu.

Ada kemungkinan kecil bahwa vaksin influenza dapat terkait dengan Guillain-Barré syndrome, tidak lebih dari 1-2 kasus dari 1 juta orang yang divaksinasi. Angka ini jauh lebih rendah dari risiko komplikasi serius dari flu, yang dapat dicegah dengan vaksin flu.

Jika Anda mengalami reaksi serius terhadap vaksin influenza musiman, hubungi atau kunjungi segera dokter dan beri tahu apa yang terjadi

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan prosedur  ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca