Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/03/2017 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Anda atau anggota keluarga Anda pernah disarankan oleh dokter untuk menjalani prosedur cuci darah? Mendengar namanya saja bisa bikin bulu kuduk merinding. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan cuci darah atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan hemodialisis? Apakah prosedur ini aman?

Untuk apa cuci darah dilakukan?

Ginjal merupakan sepasang organ yang kira-kira berukuran sebesar kepalan tangan, dan terletak pada kedua bagian belakang pinggang Anda. Ginjal yang bekerja dengan baik berfungsi untuk mencegah timbulnya kelebihan cairan, produk sisa, dan racun-racun dalam tubuh. Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah dan kadar kimia serta elektrolit dalam darah, seperti garam dan kalium. Selain itu, ginjal menjadi tempat untuk mengaktifkan vitamin D guna meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.

Saat ginjal Anda tidak dapat bekerja dengan baik (akibat penyakit atau trauma), maka dokter yang menangani Anda dapat merekomendasikan suatu prosedur yang dinamakan hemodialisis, alias cuci darah. Cuci darah membantu menggantikan fungsi ginjal agar tubuh dapat tetap memiliki keseimbangan fungsi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dialisis tidak dapat menyembuhkan penyakit ginjal atau kondisi lain yang mempengaruhi kerja ginjal, oleh karena itu, pengobatan lain tetap diperlukan.

Seperti apa prosedur cuci darah?

Cuci darah merupakan suatu prosedur menyaring darah dengan bantuan mesin yang disebut dialisis. Tanpa dialisis, maka produk-produk sisa dan garamdalam tubuh akan menumpuk dalam darah dan mengendap menjadi racun.

Untuk mengalirkan darah Anda ke mesin, maka dokter akan membuat sebuah akses dari pembuluh darah Anda melalui operasi. Akses pembuluh darah ini akan mengalirkan darah yang cukup banyak dari tubuh sehingga darah yang tersaring akan cukup banyak dan dengan mudah keluar dari tubuh. Akses pembuluh darah ini dapat bersifat jangka panjang maupun jangka pendek, bergantung dari kondisi medis yang Anda miliki.

Prosedur cuci darah biasanya dilakukan di rumah sakit dan berlangsung selama tiga hingga lima jam. Anda mungkin perlu datang untuk menjalani prosedur selama beberapa kali dalam satu minggu, tergantung dari kondisi dan kebutuhan medis Anda. Sebelum dilakukan cuci darah, berat badan Anda akan ditimbang, demikian pula setelahnya, hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kelebihan cairan yang dapat diambil dari darah Anda.

Adakah risiko dari menjalani cuci darah?

Hemodialisis bertujuan untuk menyelamatkan nyawa Anda, namun bukan berarti prosedur ini tidak memiliki risiko. Anda mungkin saja mengalami hal-hal berikut:

  • Tekanan darah rendah
  • Anemia
  • Kram otot
  • Kesulitan tidur
  • Gatal-gatal
  • Kadar kalium tinggi dalam darah
  • Depresi
  • Pericarditis (inflamasi membran di sekitar jantung)

Segera beri tahukan petugas kesehatan jika Anda mengalami gejala di atas atau merasa tidak nyaman selama prosedur berlangsung.

Penderita gagal ginjal yang menjalani dialisis dalam jangka waktu sangat lama juga memiliki risiko mengalami kondisi medis yang disebut dengan amyloidosis. Penyakit ini dapat terjadi ketika kadar protein amyloid yang diproduksi oleh sumsum tulang menumpuk pada organ-organ seperti jantung, ginjal, dan hati. Kondisi ini biasanya menyebabkan seseorang mengalami kaku dan nyeri sendi, serta pembengkakan pada sendi.

Persiapan yang harus dilakukan sebelum cuci darah

Sebelum dialisis pertama Anda, dokter akan melakukan operasi kecil untuk membuat akses ke pembuluh darah Anda. Akses ini dapat berupak tabung kecil atau sebuah mesin kecil yang ditanam ke dalam pembuluh darah. Setelah Anda memiliki akses pembuluh darah, maka Anda siap untuk menjalani cuci darah.

Pakailah pakaian yang longgar atau nyaman saat datang ke rumah sakit untuk menjalani hemodialisis. Dokter juga mungkin akan meminta Anda untuk berpuasa sebelum prosedur jika memang diperlukan.

Hasil yang diharapkan setelah cuci darah

Tidak semua kelainan ginjal bersifat permanen. Hemodialisis dapat bersifat sementara dan bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal hingga ginjal Anda dapat kembali berfungsi normal. Akan tetapi gagal ginjal kronis biasanya akan sulit untuk membaik.

Pada kebanyakan kasus, penderita penyakit ginjal tertentu harus menjalani cuci darah seumur hidup atau menunggu hingga transplantasi ginjal dapat dilakukan. Konsultasikan kepada dokter Anda mengenai hal ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca