5 Aturan Makan untuk Detoksifikasi (Diet Detoks) Selama 7 Hari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Coba ingat-ingat lagi, seperti apa pola makan Anda selama ini? Apakah sudah rajin makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, atau justru kebanyakan makan junk food yang tak sehat? Anda mungkin tidak sadar bahwa selama ini sudah banyak racun yang Anda biarkan masuk ke dalam tubuh. Namun tak perlu khawatir, Anda bisa mencoba melakukan diet detoks 7 hari untuk membantu tubuh terbebas dari racun.

Apa itu diet detoks?

Jika selama ini Anda menganggap bahwa diet adalah cara yang dilakukan hanya untuk menurunkan berat badan, Anda salah besar. Pasalnya, arti diet yang sebenarnya adalah mengatur pola makan dengan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya untuk mengendalikan berat badan, mempercepat penyembuhan penyakit tertentu, dan sebagainya.

Nah, sama halnya dengan jenis diet lainnya, diet detoks adalah mengatur pola makan yang dilakukan untuk membersihkan tubuh dari racun. Diet detoks 7 hari berarti Anda mengatur pola makan untuk detoksifikasi tubuh selama 7 hari.

Tubuh sebetulnya secara alami melakukan detoksifikasi setiap hari. Hal ini dilakukan untuk membuang racun yang menumpuk di dalam organ-organ tubuh, mulai dari hati, ginjal, usus, paru, hingga kulit.

Namun terkadang, saking banyaknya racun yang masuk, tubuh jadi kewalahan untuk membilas racun-racun tersebut. Akibatnya, tubuh jadi mudah lelah dan rentan terserang penyakit.

Linda Page, ND, PhD, seorang dokter naturopati sekaligus penulis Detoxification, mengungkap kepada Very Well Fit bahwa diet detoks dapat membantu meremajakan dan mengisi ulang kekuatan tubuh. Bahkan, ia juga menyebutkan bahwa diet detoks juga bisa menjadi cara untuk memulai kehidupan yang lebih aktif dan sehat.

Tips sukses melakukan diet detoks 7 hari

Sebelum Anda mulai melakukan diet detoks 7 hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter maupun ahli gizi terlebih dahulu. Perlu dicatat bahwa diet detoks 7 hari bukanlah diet yang ideal sehingga tidak bisa dilakukan oleh semua orang.

Dokter maupun ahli gizi akan melihat kondisi kesehatan Anda terlebih dahulu, barulah dokter akan menentukan apakah Anda boleh melakukan diet detoks 7 hari atau tidak. Jadi, apa pun diet yang Anda lakukan, pastikan memang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda, ya!

Setelah mengantongi izin dari dokter dan ahli gizi, Anda bisa melakukan diet detoks 7 hari dengan aturan sebagai berikut.

1. Pilih makanan yang tepat

aneka jus

Saat melakukan diet detoks 7 hari, coba perbanyak minum jus sayur atau buah. Anda bisa memilih jenis sayur maupun buah apa pun yang Anda suka, misalnya wortel, apel, bayam, atau sayuran hijau lainnya.

Menurut Linda Page, jus sayur atau buah mengandung antioksidan yang dapat mendorong zat-zat racun keluar dari tubuh Anda. Selain itu, kandungan airnya yang melimpah juga dapat membantu membilas zat-zat buangan dengan lebih cepat.

Atau bisa juga dengan makan nasi merah, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Semua jenis makanan tersebut mengandung serat tinggi yang dijamin bikin Anda kenyang lebih lama. Alhasil, Anda lebih mampu mengendalikan diri dari makan makanan yang tidak sehat.

Bingung harus membuat menu makanan apa untuk diet detoks 7 hari? Berikut pilihan yang bisa Anda contek.

Sarapan: Oatmeal dan smoothie buah, puding biji chia, atau salad sayuran.

Camilan: Kacang mete panggang.

Makan siang: Nasi merah, jamur panggang, dan sayur bayam.

Makan malam: Kentang panggang, tuna panggang saus madu, dan potongan mentimun atau wortel rebus.

2. Perbanyak minum air putih

Supaya diet detoks 7 hari Anda sukses, pastikan Anda minum air putih yang banyak minimal 8 gelas per hari. Bahkan, para pakar kesehatan menganjurkan Anda untuk minum air setiap 90 menit sampai 2 jam.

Semakin banyak air yang Anda minum, maka tubuh akan semakin mudah membersihkan diri dari zat-zat racun yang membahayakan tubuh. Atau, Anda juga bisa minum air lemon atau infused water untuk meningkatkan efek detoksifikasi di pagi hari.

3. Olahraga rutin

keuntungan yoga

Aktivitas fisik dapat meningkatkan sirkulasi sekaligus menghilangkan racun dalam tubuh. Ada banyak jenis olahraga ringan yang bisa Anda coba, mulai dari sekadar berjalan-jalan selama istirahat makan siang atau mengambil kelas yoga.

Kalau ingin mencoba olahraga yang intensitasnya sedang atau berat, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau personal trainer Anda. Dokter akan membantu menyarankan jenis olahraga yang cocok dan sesuai dengan kemampuan tubuh Anda.

4. Jaga stamina tubuh

mengatasi gangguan tidur

Selain mengatur pola makan dan olahraga rutin, jaga stamina tubuh Anda dengan istirahat yang cukup. Tubuh juga perlu dirawat dengan baik supaya energi Anda tetap maksimal sepanjang hari.

Diet detoks 7 hari juga memberikan kesempatan baru bagi Anda untuk mengendalikan stres dengan cara yang lebih baik. Ada banyak teknik relaksasi yang bisa Anda lakukan untuk meredam stres. Contohnya terapi pijat, sauna, meditasi, yoga, atau sekadar latihan pernapasan.

Bisa juga dengan melakukan hobi yang Anda sukai seperti mendengarkan musik, berjalan santai, berendam air hangat, atau membaca buku. Apa pun kegiatan yang Anda pilih, pastikan pikiran Anda jadi lebih tenang dan jernih setelah melakukannya.

5. Hindari minuman berkafein dan alkohol

minum teh setelah makan

Selain mengatur jenis makanan, Anda juga harus memilih minuman yang tepat saat melakukan diet detoks 7 hari. Anda dianjurkan untuk menghindari minuman beralkohol atau mengandung kafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda.

Jenis minuman tersebut dapat menimbulkan reaksi detoksifikasi yang berlebihan, contohnya sakit kepala dan mual. Jika Anda tidak siap untuk terlepas dari kafein, cobalah minum minuman yang rendah kafein seperti teh hijau atau matcha.

Sementara itu, alkohol dapat mengganggu proses detoksifikasi tubuh. Organ hati akan memecah alkohol menjadi asetildehida, suatu bahan kimia yang dapat merusak sel-sel hati dan jaringan tubuh. Dengan menghindari alkohol, sel-sel tubuh akan tetap sehat dan memaksimalkan proses pembuangan racun dalam tubuh.

Tertarik mencoba diet detoks? Sebelum menerapkannya, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi, agar disesuaikan juga dengan kondisi tubuh Anda saat ini. Jadi, jangan sembarangan coba-coba diet tanpa pengawasan, ya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit