Bisakah Cold Pressed Juice Bikin Langsing dalam Sekejap?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Akhir-akhir ini mungkin Anda sering mendengar atau pernah mencoba tren detoksifikasi dengan minum cold pressed juice. Cold pressed juice dikenal sebagai alternatif jus biasa yang lebih sehat, lebih segar, dan lebih berkhasiat. Tak heran jika banyak orang langsung berbondong-bondong berburu cold pressed juice, terutama mereka yang getol menjalani gaya hidup sehat. Padahal, harga cold pressed juice yang dijual di pasaran saat ini relatif jauh lebih mahal dari jus biasa. Selain itu, ada juga yang rutin mengonsumsi jus dengan teknik pengolahan modern ini sebagai upaya diet atau menurunkan berat badan. Namun, rupanya masih banyak orang yang tidak sepenuhnya memahami apa itu cold pressed juice dan berbagai manfaatnya bagi tubuh. Akibatnya, terjadi banyak kesalahpahaman soal khasiat cold pressed juice. Jadi sebaiknya Anda berkenalan dulu dengan si pendatang baru ini.

Apa perbedaan cold pressed juice dengan jus biasa?

Perbedaan cold pressed juice dengan jus biasa terletak pada cara memprosesnya. Untuk membuat jus biasa, Anda akan memasukkan bahan-bahan jus seperti buah dan sayur yang dicampur dengan air atau es batu ke dalam blender. Untuk mendapatkan sari buah atau sayur yang dijus, blender akan kemudian menghancurkan bahan-bahan jus dengan pisau-pisau logam yang berputar cepat dengan gaya sentrifugal (gerakan melingkar).

Sementara itu dalam teknik memproses cold pressed juice, buah dan sayur diambil sarinya dengan mesin khusus. Buah dan sayur dan dihancurkan dengan cara ditekan sampai lumat sehingga sarinya terpisah. Dalam proses pembuatannya, buah dan sayur yang dijus tidak akan ditambah dengan air atau es batu sehingga kandungannya murni berasal dari buah dan sayuran segar.

Karena proses pembuatannya berbeda, hasil jusnya pun memiliki kualitas yang berbeda pula. Teknik menghancurkan buah dalam jus biasa akan menghasilkan panas dari perputaran logam pisau blender. Panas ini akan mengurangi nutrisi dan enzim buah dan sayuran yang dihancurkan dalam blender. Selain itu, mengiris-iris buah dan sayur dalam blender akan mengakibatkan proses oksidasi lebih cepat sehingga khasiat dan nutrisinya tidak tahan lama.

Jika dibandingkan dengan jus biasa, cold pressed juice juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih maksimal karena tidak dicampur dengan air atau es batu. Cold pressed juice juga diolah dan disimpan dengan tekanan yang sangat tinggi untuk membunuh patogen atau bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit. Maka cold pressed juice bisa tahan lebih lama dari jus biasa, namun tetap segar dan kualitas serta rasanya tidak terpengaruhi.  

Detoksifikasi dengan cold pressed juice

Biasanya cold pressed juice dikonsumsi sebagai ritual detoksifikasi atau pembuangan toksin dan zat-zat yang bersifat racun dalam tubuh. Dalam satu hari, Anda akan berpuasa dan tidak mengonsumsi makanan-makanan padat seperti nasi, kentang, atau lauk-pauk. Anda juga harus menghindari rokok dan minuman yang mengandung kafein, alkohol, atau pemanis. Anda hanya akan mengonsumsi beberapa botol cold pressed juice selama satu hingga tiga hari. Tujuan dari detoksifikasi dengan cold pressed juice adalah mengistirahatkan sistem pencernaan, karena nutrisi dari cold pressed juice lebih cepat diserap dan dicerna oleh tubuh dibandingkan makanan padat. Selain itu, nutrisi yang didapatkan oleh tubuh jadi lebih maksimal karena murni berasal dari sayur dan buah-buahan yang tidak dicampur dengan pemanis, pewarna, pengawet, atau perasa tambahan.

Karena nutrisi diserap dengan baik tanpa ada zat-zat toksin yang biasanya datang dari konsumsi makanan tidak sehat atau rokok, tubuh pun jadi lebih mudah dan cepat membuang racun-racun dan bakteri yang tidak dibutuhkan.

Bisakah cold pressed juice membantu menurunkan berat badan?

Proses detoksifikasi ini dipercaya bisa menurunkan berat badan secara drastis karena Anda juga dianjurkan untuk berpuasa dari makanan padat. Pada kenyataannya, cold pressed juice bukanlah metode yang dianjurkan bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Ketika Anda ingin menurunkan berat badan, Anda akan disarankan untuk mengurangi jumlah kalori yang Anda konsumsi. Sementara itu, jumlah kalori pada satu botol cold pressed juice berkisar antara 100 sampai 350. Jadi, jika Anda mengganti menu makan siang Anda dengan cold pressed juice yang mengandung 300 kalori, sebenarnya Anda tidak memotong jumlah kalori.

Pada beberapa orang, mengonsumsi cold pressed juice awalnya memang bisa membantu metabolisme tubuh sehingga badan jadi terasa lebih ringan. Namun, tubuh tidak mendapatkan asupan lemak, protein, vitamin B12, dan karbohidrat yang cukup untuk membakar dan membuang kalori. Akibatnya, Anda pun merasa lemas dan tidak bertenaga. Ketika Anda mulai makan lagi seperti biasa setelah satu hingga tiga hari menjalani detoks, berat badan akan kembali atau bahkan bertambah. Ini karena selama proses detoks, tubuh Anda bukan mengeluarkan lemak dan kalori, melainkan masa otot.

Kesimpulannya, cold pressed juice adalah pilihan yang baik jika Anda ingin menjaga kesehatan dan membuang zat-zat beracun yang telah mengendap dalam tubuh, misalnya nikotin dan senyawa kimia berbahaya lainnya. Namun, jangan berharap bahwa mengonsumsi cold pressed juice saja akan menurunkan berat badan dan membuat tubuh Anda langsing dalam sekejap. Anda tetap harus rajin berolahraga, memerhatikan kalori yang Anda konsumsi, serta memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari untuk mencapai berat badan yang ideal.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

    Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

    Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

    Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Ivena
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara mengobati tipes

    Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
    buah zakar gatal

    4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

    Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    kayu manis

    Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit