3 Gejala Khas Penyempitan Katup Aorta Jantung (Stenosis Aorta) yang Harus Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Jantung manusia terdiri dari empat ruangan yang masing-masingnya digerbangi dengan katup atau pintu untuk menahan aliran darah yang hendak dipompa agar tidak kembali ke ruang sebelumnya. Namun sayangnya, katup jantung bisa mengalami gangguan. Stenosis aorta adalah salah satu jenis kelainan katup jantung yang umum ditemukan. Stenosis aorta akan menyebabkan aliran darah dari jantung jadi tidak lancar. Apakah kondisi ini bahaya? Apa saja gejalanya?

Stenosis aorta adalah penyempitan katup aorta jantung

                              Anatomi jantung (sumber: Biology Learning Center)

Jantung memiliki empat katup yang menggerbangi masing-masing bilik jantung. Salah satu katupnya bernama katup aorta. Katup jantung tersebut berada di antara bilik kiri dan pembuluh besar aorta (lihat gambar atas). Katup aorta akan menutup saat bilik jantung mulai terisi darah dan membuka ketika bilik jantung siap memompa darah ke seluruh tubuh.

Stenosis aorta adalah kondisi yang terjadi ketika katup aorta menyempit dan sulit membuka, sehingga menyebabkan darah segar dari jantung tidak bisa mengalir keluar. Maka, otomatis jantung harus bekerja lebih keras agar tetap dapat memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.

Apa saja gejala stenosis aorta?

Penyempitan katup aorta akan menunjukkan gejala-gejala dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari ringan hingga berat.

Ketika penyempitannya sudah cukup parah, gejala yang muncul akibat stenosis aorta adalah:

1. Nyeri dada (angina)

Nyeri dada angina gejala stenosis aorta disebabkan oleh penebalan otot jantung akibat harus terus-terusan memompa darah sekuat mungkin agar bisa mengalir lewat katup yang sempit. Untuk bisa memompa darah, jantung butuh asupan oksigen yang jauh lebih banyak. Akibatnya, timbullah nyeri dada karena otot jantung kekurangan oksigen.

2. Pingsan

Seseorang yang mengidap stenosis aorta rentan pingsan ketika kelelahan setelah beraktivitas berat. Ini disebabkan oleh volume darah yang selalu tetap kurang pada saat melewati katup tersebut sehingga tekanan darah cenderung menurun.

Pingsan juga mungkin saja terjadi saat tubuh sedang istirahat, karena penyempitan aorta dan merosotnya aliran darah akan menyebabkan gangguan irama jantung (fibrilasi atrium).

3. Sesak napas

Karena katup aorta sulit terbuka lebar, maka jantung akan bekerja lebih keras untuk bisa mengalirkan darah lewat “terowongan sempit” tersebut. Hal ini ikut memberikan tekanan berat pada pembuluh darah paru-paru untuk bisa mencukupi oksigen yang akan dipakai oleh jantung. Pada akhirnya, stres berlebih pada paru mengakibatkan sesak napas karena bagian tubuh lainnya jadi kekurangan oksigen.

Tidak semua orang mengalami gejala ini

Tidak semua penderita stenosis aorta akan mengalami gejala yang sama. Sebagian penderita mungkin saja tidak mengalami gejala apa pun dalam waktu yang lama.

Beberapa gejala lain yang mungkin terjadi saat katup aorta jantung menyempit meliputi detak jantung abnormal, sering pusing, dan palpitasi jantung (jantung deg-degan; berdebar kencang).

Lalu, bagaimana cara mengobatinya?

Pengobatan stenosis aorta akan disesuaikan berdasarkan keparahan kondisi. Jika penyakit ini disertai dengan tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak teratur, biasanya dokter akan meresepkan obat penurun tekanan darah untuk Anda minum rutin.

Perubahan gaya hidup yang lebih sehat demi menjaga kesehatan jantung juga bisa membantu memperlambat perkembangan penyakitnya, meski tidak secara langsung memperbaiki penyempitan katup.

Ketika obat resep dan perubahan gaya hidup dirasa belum cukup, dokter bisa menyarankan prosedur penggantian katup aorta transcatheter. Ini adalah metode perbaikan stenosis aorta yang paling umum. Penggantian katup aorta transcatheter biasanya dilakukan untuk penderita stenosis aorta yang sudah mengalami komplikasi.

Pilihan lainnya adalah prosedur balon valvuloplasty, yang khususnya ditujukan untuk bayi dan anak-anak. Kekurangannya, katup jantung masih bisa menyempit dalam waktu 6-18 bulan usai pembedahan. Itu kenapa balon valvuloplasty lebih sering dipilih sebagai tindakan jangka pendek guna meredakan gejala sementara.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca