Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa orang terkasih Anda divonis dengan penyakit kronis tertentu. Apalagi kalau dokter sudah menyatakan bahwa tidak ada perawatan atau pengobatan apapun yang bisa menyembuhkan pasien. Namun, peran Anda mendampingi pasien yang sudah mendekati ajal begitu besar. Anda harus mampu menguatkan dan mengikhlaskan diri agar bisa membantu orang terkasih Anda mempersiapkan kematian yang penuh kedamaian.

Menghadapi kematian bukan berarti memutus harapan

Anda mungkin terjebak dalam suatu dilema. Haruskah menerima kenyataan bahwa orang terkasih sudah mendekati ajal? Atau terus berpikiran optimis, bahwa pasti ada jalan untuk mengobati penyakit ini?

Apapun pilihan Anda dan keluarga, perlu diingat bahwa menghadapi kematian tidak sama dengan putus asa. Bukan berarti Anda menyerah. Melainkan memberi kesempatan bagi orang tercinta untuk memproses segala perasaan, kekhawatiran, dan rencana terkait kematiannya.

Jangan salah, biasanya orang yang sudah mendekati ajal sudah punya firasat bahwa waktunya akan tiba sebentar lagi. Hal ini mungkin diungkapkan secara tersirat. Misalnya muncul keinginan untuk bertemu dengan kerabat yang sudah meninggal dunia atau kerinduan untuk pergi ke tempat yang jauh. Anda harus tetap menemaninya berjuang. Namun, Anda juga perlu bersiap-siap bila nanti saatnya tiba.

Dengan mempersiapkan kematian, ketika ajal menjemput orang terkasih Anda pun bisa berpulang dengan hati lebih ringan serta penuh kedamaian. Anda juga jadi bisa mengatur prosesi pemakaman dan urusan lainnya persis seperti yang diinginkan pasien. Hal ini tentu menjadi bagian dari rasa hormat dan cinta pada orang terkasih Anda yang telah meninggal.   

Membantu orang terkasih mempersiapkan kematian

Mendampingi orang terkasih yang sudah mendekati ajalnya adalah salah satu tantangan terberat yang harus Anda hadapi. Namun, pengalaman ini mungkin dibuat jadi lebih bermakna dan positif. Ini dia langkah-langkah yang bisa diambil saat mempersiapkan kematian orang terkasih.  

1. Hadir di sisinya

Kehadiran Anda untuk menemani orang terkasih adalah obat terbaik baginya saat ini. Pasalnya, depresi dan rasa kesepian mudah menyerang orang yang dilanda sakit keras. Anda bisa mengisi waktu dengan berdoa bersama atau sekadar duduk di sisi mereka sambil menggenggam lembut tangannya.

2. Dengarkan keluh kesahnya

Orang terkasih Anda mungkin merasa tidak nyaman, kesakitan, atau marah karena kondisinya. Karenanya, dengarkan semua keluh kesahnya seikhlas mungkin. Kadang, pasien hanya butuh didengarkan saja, bukannya mencari saran atau solusi. Anda harus lebih peka dan belajar memahami sinyal-sinyal tersebut.

3. Bantu menghadapi rasa takut akan kematian

Kematian adalah suatu proses alami, sebuah bagian yang tak terelakkan dari hidup. Maka, bila mereka mengungkapkan rasa takut akan kematian, hibur dan tenangkan dengan kata-kata yang menyejukkan. Misalnya, “Apa pun yang terjadi, aku ada di sini bersamamu. Kamu tidak sendirian, kok.” Anda juga bisa meyakinkan dengan berkata, “Dokter sudah bilang, kan, prosesnya tidak menyakitkan sama sekali. Kamu sudah pakai obat bius jadi tak usah khawatir.”

4. Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang

Untuk mempersiapkan kematian yang penuh kedamaian, orang terkasih Anda butuh suasana yang nyaman dan tenang. Hindari bertengkar dengan anggota keluarga lain di hadapan pasien. Anda juga sebaiknya membatasi jumlah tamu yang menjenguk pasien di dalam ruangan. Jangan sampai pasien malah terlalu sibuk menerima tamu sehingga tidak bisa beristirahat dan menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya.

5. Membicarakan kematian

Perhatikan baik-baik kalau orang terkasih Anda mulai membahas kematian. Misalnya membahas pemakaman atau minta didatangkan tokoh agama untuk mendampinginya. Jangan malah diabaikan dengan dalih, “Kamu tidak akan pergi ke mana-mana sekarang.” Anda justru harus mendengarkan keinginannya baik-baik dan sebisa mungkin mewujudkannya.

6. Mengungkapkan rasa cinta, terima kasih, dan maaf

Sempatkan diri Anda dan anggota keluarga lainnya untuk mengungkapkan cinta, terima kasih, dan permohonan maaf pada orang terkasih. Hal ini bisa memberikan suntikan semangat dan keberanian bagi pasien untuk mempersiapkan kematian.

7. Berpamitan

Terkadang, orang terkasih Anda sudah tahu bahwa saatnya akan tiba. Namun, ia merasa masih ada “tanggungan” yaitu orang-orang yang tidak rela ia tinggalkan. Karena itu, penting bagi Anda dan anggota keluarga lain, khususnya yang jadi “tanggungan” untuk berpamitan dan mengikhlaskan kepergian pasien kelak.

Kata-kata yang sederhana bisa membantu orang terkasih agar lebih yakin bahwa ia tak perlu khawatir. Misalnya, “Aku janji akan baik-baik saja tanpa kamu. Aku akan merawat keluarga kita sepenuh hati dan lebih semangat menekuni pekerjaanku.” Meskipun sulit diucapkan, orang tercinta Anda membutuhkan kepastian seperti ini agar bisa lebih tenang dan tegar dalam mempersiapkan kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ada beragam persiapan yang perlu dibawa saat beraktivitas di luar ruangan pada masa New Normal. Cari tahu daftar perlengkapan yang perlu disediakan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Yang jelas, kabar bahwa tidur pakai bra bisa menyebabkan kanker payudara, itu sama sekali tidak benar. Tapi, apakah ini berarti kita boleh tidur pakai bra?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit