Prosedur CT Scan untuk Mendeteksi Penyakit Jantung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Computerized Tomography (CT) scan untuk jantung, atau sering juga disebut calsium-score screening heart scan, adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi kalsium yang menumpuk menjadi plak aterosklerotik di arteri jantung, pada pasien pengidap penyakit jantung. Ini adalah salah satu metode paling efektif untuk mendeteksi penumpukan atau penebalan kalsium di jantung sebelum tanda-tanda penyakitnya muncul. Semakin banyak penumpukan kalsium, berarti semakin tinggi kemungkinan terkena aterosklerosis, yang juga menunjukkan pola kemungkinan tentang sistem koroner dan risiko yang tinggi terkena masalah lain di jantung ke depannya. Dokter Anda biasanya akan menggunakan tes ini untuk mengevaluasi risiko terkena penyakit pada arteri jantung di masa yang akan datang.

Di dalam beberapa kasus penyakit jantung, seperti “plak tipis” aterosklerotik yang bisa jadi tidak terdeteksi oleh CT scan, maka perlu diingat bahwa tes ini tidak bisa menjadi 100% patokan dalam memprediksi risiko terhadap penyakit-penyakit berbahaya pada jantung, seperti serangan jantung. Dokter Anda bisa jadi meminta Anda menjalani coronary CT angiogram (CTA) untuk melihat langsung ke arteri jantung Anda. Dengan CTA, gambar dari arteri jantung Anda akan terlihat. CTA inilah tes yang saat ini sering dilakukan untuk melengkapi CT scan.

Apa tujuan dilakukannya CT scan?

CT scan akan memberikan gambar dari jantung dan arteri jantung secara detail. Tes ini dapat mendiagnosis atau mendeteksi penyakit-penyakit berikut:

  • Plak yang terdapat di arteri jantung, yang dapat menentukan risiko terkena penyakit jantung
  • Penyakit jantung kongenital (masalah pada jantung yang terjadi sejak lahir)
  • Masalah dengan katup jantung
  • Adanya masalah pada arteri yang memberi supply pada jantung
  • Tumor jantung
  • Masalah pada fungsi pompa jantung

Apa yang perlu disiapkan sebelum menjalani CT Scan jantung?

Anda mungkin saja perlu melakukan beberapa tindakan medis lebih lanjut. Akan tetapi, Anda harus menghindari kafein dan rokok dimulai dari 4 jam sebelum tes berlangsung. CT scanner ini menggunakan sinar X. Untuk keamanan Anda, jumlah radiasi yang diberikan diusahakan seminimal mungkin. Karena sinar X bisa berbahaya untuk perkembangan janin, prosedur ini tidak direkomendasikan untuk Anda yang hamil. Beri tahu dokter Anda bila Anda dalam keadaan:

  • Hamil
  • Sedang menjalani terapi radiasi

Fungsi pewarna untuk membantu visualisasi jantung

Anda mungkin juga akan diinjeksi dengan pewarna kontras untuk membantu CT scanner memvisualisasikan arteri jantung Anda.

Pewarna kontras ini akan diberikan melalui pembuluh darah (IV) di tangan Anda atau lengan Anda. Kalau Anda akan diinjeksi dengan pewarna ini, Anda mungkin diminta untuk tidak makan dan minum apapun selama 4-6 jam sebelum tes berlangsung.

Sebelum diinjeksi oleh pewarna kontras ini, berikut hal-hal yang perlu Anda lakukan:

  • Beri tahu dokter Anda bila tubuh Anda pernah mengalami reaksi akibat diinjeksi oleh pewarna untuk radiasi atau pengobatan lain. Anda mungkin akan diminta untuk meminum obat tertentu sebelum tes supaya tubuh Anda bisa “menerima” pewarna kontras ini.
  • Beri tahu dokter Anda tentang obat apa saja yang sedang Anda minum, karena Anda mungkin diminta untuk tidak meminum obat-obat tersebut sementara sebelum tes berlangsung, di antaranya obat-obat diabetes dan metformin (Glucophage).

Setelah pewarna kontras ini diinjeksi ke tubuh Anda, Anda mungkin merasakan hal-hal berikut:

  • Sensasi rasa panas
  • Rasa logam di mulut
  • Tubuh Anda terasa hangat

Sensasi-sensasi tersebut memang normal dan biasanya akan hilang dalam beberapa detik.

Apa yang akan terjadi selama CT scan berlangsung?

  • Anda akan mengenakan gaun rumah sakit dan diminta untuk melepas semua aksesori atau perhiasan Anda. Lalu suster di rumah sakit akan mengukur tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah Anda. Mungkin juga suster akan mengambil darah Anda untuk analisis lemak.
  • Anda akan berbaring di meja scanner.
  • Dokter/technologist akan membersihkan tiga area di dada Anda dan meletakkan elektroda di area tersebut. Untuk laki-laki, dianjurkan untuk mencukur sebagian bulu di dada supaya elektroda dapat menempel. Elektroda ini akan terhubung dengan electrocardiograph (ECG) monitor yang akan mengukur aktivitas elektrik jantung Anda selama tes berlangsung.
  • Selama scan berlangsung, Anda dapat merasakan meja scanner bergerak di dalam scanner yang berbentuk seperti donat. CT scan berkecepatan tinggi ini akan menangkap beberapa gambar yang disinkronisasikan dengan detak jantung Anda.
  • Bisa jadi model 3D jantung Anda dipindai.
  • Anda tidak boleh bergerak-gerak selama tes berlangsung, karena dapat membuat gambar menjadi buram. Anda juga mungkin saja diminta untuk menahan napas selama beberapa saat.
  • Seluruh tes ini berlangsung kira-kira selama 10 menit

Ahli radiologi jantung nantinya akan menganalisis gambar-gambar tersebut untuk melihat apakah ada kalsifikasi di dalam arteri jantung dengan menggunakan program komputer yang canggih. Bila tidak terdeteksi kalsium, maka hasil tes tersebut dianggap negatif. Akan tetapi, hal ini belum termasuk dengan plak tipis non-kalsium. Kalau terdapat kalsium di dalam arteri jantung, maka komputer akan membuat “nilai” kalsium yang mengestimasi kemungkinan penyakit arteri jantung.

Apa yang terjadi setelah CT scan jantung?

Anda dapat melanjutkan aktivitas Anda seperti biasa dan makan seperti biasa setelah selesai menjalani CT scan jantung. Hasil dari scan ini akan menunjukkan:

  • Jumlah dan kepadatan atau ketebalan plak kalsium di arteri jantung
  • Nilai kalsium

Hasil dari CT scan jantung Anda akan dievaluasi oleh tim spesialis jantung, termasuk ahli radiologi jantung, dan ahli penanggulangan penyakit jantung. Tim ini akan mengevaluasi nilai kalsium dan CT angiogram Anda, dikombinasikan dengan faktor-faktor risiko lain seperti evaluasi faktor risiko, tekanan darah, dan analisis lemak, untuk menentukan risiko penyakit di arteri jantung ke depannya. Tim ini akan memberikan rekomendasi tentang gaya hidup, pengobatan, dan tes jantung tambahan untuk menanggulangi penyakit jantung yang mungkin Anda alami.

Risiko CT scan jantung

1. Terekspos dengan sinar radiasi

CT scan memang mengekspos tubuh Anda dengan radiasi yang lebih banyak dibanding dengan X-rays. Terlalu sering tubuh Anda dipindai dengan sinar X atau CT scan dapat meningkatkan risiko kanker. Akan tetapi, kalau hanya satu kali menjalani scan ini, kecil risiko ini akan terjadi.

2. Alergi dengan pewarna kontras

Mungkin di antara Anda ada yang alergi terhadap pewarna kontras. Beri tahu dokter atau operator saat scan akan berlangsung bila Anda mempunyai alergi terhadap pewarna kontras. Berikut tanda-tanda bila Anda alergi terhadap pewarna kontras:

  • Pewarna kontras yang paling umum adalah pewarna kontras yg mengandung Iodine yang diinjeksikan ke pembuluh darah Anda. Bila seseorang alergi Iodine, maka orang tersebut akan muntah-muntah, hidung berair, gatal-gatal, atau mungkin muncul bintik-bintik merah.
  • Kalau Anda tetap memang harus diinjeksi pewarna kontras, maka Anda mungkin akan dianjurkan untuk mendapat antihistamines atau steroids sebelum tes.
  • Ginjal membantu tubuh Anda untuk “membuang” iodine. Apabila Anda mengidap penyakit ginjal atau diabetes, Anda akan diberikan cairan ekstra setelah tes selesai untuk membantu membersihkan iodine dari tubuh Anda.
  • Meskipun sangat jarang terjadi, pewarna kontras dapat mengakibatkan alergi yang sangat berbahaya yaitu anafilaksis. Kalau Anda merasa sulit bernapas ketika tes berlangsung, cepat beri tahu operator scanner.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung terbagi dua berdasarkan progresnya, yaitu gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Apa yang dimaksud gagal jantung akut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah aritmia jantung bisa sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit