Setiap orang mendambakan hidup yang sehat dan jauh dari penyakit. Itu sebabnya banyak orang yang berupaya mengubah kebiasaan buruknya selama ini agar menjadi lebih sehat. Namun, tidak selamanya perubahan itu mudah untuk dilakukan — terutama jika Anda dikelilingi oleh orang-orang yang selalu negative thinking. Bagaimana caranya menghadapi mulut-mulut nyinyir dari teman dan keluarga yang tidak mendukung pola hidup sehat Anda?

Pola hidup sehat Anda tidak didukung orang terkasih? Tidak masalah!

1. Dengarkan dulu apa kata mereka

Kadang, celotehan komentar yang tidak enak didengar sebenarnya punya maksud yang baik. Mereka mungkin hanya tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Misalnya saja begini, Anda sedang berusaha mengurangi makan nasi. Orangtua Anda mungkin hanya khawatir kalau Anda kurang makan. Tahu, kan, prinsip orang Indonesia yang bilang bahwa “Belum kenyang kalau belum makan nasi”? Atau ketika Anda keukeuh untuk rutin lari pagi sebelum berangkat kerja. Mungkin ayah ibu Anda protes hanya karena mereka khawatir Anda kelelahan begitu sampai di kantor.

Atau, misalnya kalau Anda sedang mengurangi makan daging merah, lantas teman Anda bertanya, “Terus, kamu jadi vegetarian? Dapet proteinnya dari mana, dong? Kan itu juga penting?” Mungkin mereka hanya penasaran tentang apa yang Anda makan kalau tidak makan daging. Mereka juga mungkin ragu untuk mengajak Anda hangout menyantap steak di restoran baru dekat kantor kalau Anda tiba-tiba berubah menjadi vegetarian.

Mereka adalah orang-orang terdekat dalam hidup Anda. Oleh karena itu, dengarkanlah dulu apa kata mereka. Pada akhirnya, Anda sendirilah yang dapat membedakan mana komentar miring yang memang ingin menjatuhkan Anda dan mana yang sebenarnya menyembunyikan ketulusan murni.

2. Jelaskan maksud Anda dengan tenang

Kemungkinan, keluarga atau teman-teman Anda tidak mendukung pola hidup sehat Anda karena mereka tidak mengerti apa yang sedang Anda lakukan, apa tujuan Anda, dan bagaimana perubahan-perubahan ini dapat membuat Anda lebih bahagia.

Maka, jelaskanlah dengan tenang seputar gaya hidup baru Anda. Utarakan bahwa diet bebas gula dan lemak yang Anda lakukan saat ini bukan sekadar gaya-gayaan mengikuti tren, namun lebih untuk membantu Anda terhindar dari risiko diabetes turunan di keluarga. Atau, olahraga rutin yang Anda lakukan bukan cuma untuk membentuk otot, namun juga membantu meredakan nyeri kronis yang Anda rasakan selama ini. Jelaskan pula bahwa meski Anda sedang mengurangi makan nasi atau daging, bukan berarti Anda akan kelaparan karena ada makanan pengganti lainnya yang lebih sehat dan mengenyangkan.

Dengan membantu mereka memahami apa yang Anda lakukan beserta alasannya, lambat laun mereka juga dapat mendukung perubahan gaya hidup sehat Anda.

3. Libatkan mereka dalam gaya hidup baru Anda

Agar mereka lebih bisa mendalami apa yang Anda lakukan, tidak ada salahnya untuk mengajak mereka terlibat walau sebentar saja. Misalnya, ajak pasangan atau sahabat Anda untuk berolahraga bersama di akhir pekan, atau ajak orangtua untuk ikut mencicipi menu makanan yang biasanya Anda makan. Tidak ada salahnya juga untuk mengajak mereka untuk ikut mencoba pola diet Anda sesekali. Beri tahu pula apa saja manfaat di baliknya. Siapa tahu, mereka juga tergoda untuk berkomitmen pindah haluan ke gaya hidup yang lebih sehat lagi.

4. Buat penyesuaian di sana-sini

Kalau tiba-tiba ada rencana keluarga di akhir pekan, cobalah mengalah dan berbesar hati untuk mengubah jadwal kelas boxing Anda di lain waktu. Selanjutnya, mintalah mereka yang bernegosiasi ulang untuk cari waktu makan bersama kalau diet Anda sedang tidak bisa diganggu gugat.

5. Terima apa yang tak bisa diubah

Wajar untuk merasa sedih dan kecewa jika Anda sudah mendengarkan, menjelaskan, dan mencoba membuat mereka terlibat, namun mereka tidak kunjung memahami Anda. Namun, jangan buang energi dan pikiran Anda untuk tenggelam dalam hal negatif ini.

Jangan kesal apalagi menghardik marah ketika ada anggota keluarga yang mengkritik pola makan Anda. Tersenyumlah saja dan ubah pembicaraan menjadi sesuatu yang sama-sama kalian nikmati. Jangan biarkan pola hidup sehat Anda malah membuat hubungan kekeluargaan Anda jadi meregang.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca