Sekadar Luka Memar Atau Ada Darah Membeku di Dalam? Ini Cara Mudah Membedakannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sebagian besar luka memar tidak berbahaya, karena biasanya disebabkan oleh benturan benda tumpul yang kemudian hilang dalam beberapa waktu. Namun, hati-hati mungking awalnya Anda menganggap itu sekadar luka memar, tapi bisa jadi ada darah yang menggumpal di dalamnya. Tentu kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Lantas, bagaimana membedakan luka memar biasa dengan darah yang menggumpal?

Apa itu luka memar?

Luka memar terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) pecah dan akhirnya menimbulkan perubahan warna pada permukaan kulit. Umumnya, kondisi ini tak menimbulkan gejala tertentu, selain perubahan warna kulit. Jadi, banyak orang yang tak sadar kalau mereka mengalami luka memar.

Memar dapat terjadi dibagian tubuh manapun yang terbentur benda tumpul. Meski begitu, kondisi ini juga dapat muncul akibat trauma atau patah tulang.

Saat mengalami memar, kulit akan terlihat kehitaman dan kebiruan karena ini tanda terjadinya kekurangan oksigen di area memar. Memar yang paling banyak terjadi adalah memar di bagian subkutan yaitu area di bawah jaringan kulit.

Bagaimana dengan darah yang membeku?

Darah yang membeku atau menggumpal di dalam tubuh sebenarnya hal yang wajar terjadi. Ya, ini adalah respon tubuh ketika ada bagian tubuh yang mengalami luka terbuka kemudian mengeluarkan darah.

Dengan begitu, darah tidak akan mengalir terus dan mencegah tubuh mengalami kekurangan darah. Dalam keadaan normal, gumpalan darah ini akan hilang secara alami.

Namun kadang-kadang gumpalan ini bisa jadi masalah juga dalam jangka panjang. Contohnya, ketika pembekuan darah yang terbentuk itu bergerak melalui pembuluh darah ke jantung dan paru-paru. Hal ini bisa menghambat aliran darah di jantung dan paru-paru dan menimbulkan dampak yang fatal.

Lalu, apa yang membedakan dari keduanya?

Memar bisa terjadi di berbagai tempat dalam tubuh dan akan muncul dengan gejala yang sama, di manapun timbulnya luka memar tersebut. Awalnya saat memar maka kulit akan menunjukan berwarna kemerahan, kemudian berubah jadi ungu gelap atau biru setelah beberapa jam. Saat warna memar mulai memudar biasanya rasa sakit yang menyertainnya akan hilang.

Bekuan darah juga bisa terjadi di mana-mana, tapi gejala yang dirasakan ini bisa berbeda-beda tergantung di mana terjadinya pembekuan tersebut. Contoh:

  • Pembekuan darah di paru-paru, ini menimbulkan nyeri dada, sesak napas tiba-tiba, dan berdebar-debar
  • Pembekuan darah di pembuluh darah arteri kaki, dapat membuat kaki terasa dingin, tampak pucat, nyeri dan bengkak
  • Bekuan darah di arteri otak, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, kemampuan bicara, atau melemahnya salah satu sisi tubuh.

Keduanya juga memiliki faktor risiko yang berbeda

Memar bisa terjadi pada siapapun. Beberapa orang yang berpotensi besar akan mengalami memar adalah:

  • Orang yang sedang minum obat pengencer darah seperti wafarin
  • Orang yang sedang meminum obat seperti aspirin atau ibuprofen
  • Orang yang memiliki gangguan pendarahan
  • Orang yang telah menabrak permukaan keras
  • Orang yang memiliki kulit yang lebih tipis dan pembuluh darah yang lebih rapuh seperti orang tua
  • Kekurangan vitamin C
  • Mengalami penyiksaan fisik

Sedangkan kalau  faktor risiko pembekuan darah bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, dari faktor gaya hidup sampai genetik. Yakni:

  • Orang yang obes atau berat badan lebih
  • Perokok aktif
  • Orang yang sedang hamil
  • Orang yang duduk dalam jangka waktu yang sangat lama
  • Orang yang menggunakan modifikasi hormon dalam terapinya
  • Orang yang baru mengalami trauma atau operasi.
  • Memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami sumbatan pembekuan darah sebelum 40 tahun
  • Memiliki penyakit gagal jantung
  • Diabetes tipe 1 dan 2
  • Aterosklerosis
  • Vaskulitis

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca