Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Dua Penyakit Penyebab Pikun

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/08/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Baik Alzheimer dan demensia merupakan gangguan otak yang gejala utamanya adalah kesulitan untuk mengingat berbagai hal. Di Indonesia, keduanya sering disebut dengan satu istilah yang sama, yaitu pikun. Padahal, dua kondisi ini sejatinya berbeda. 

Pemicu seseorang untuk mengalami Alzheimer dan demensia biasanya adalah pertambahan usia. Namun yang perlu diingat, baik Alzheimer maupun demensia bukanlah hal yang lumrah untuk terjadi pada lansia karena ini merupakan gangguan kesehatan, alias penyakit. Walaupun terdapat banyak kesamaan, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar sehingga tidak dapat disamakan.

Apa bedanya demensia dengan Alzheimer?

Demensia dapat diartikan sebagai sekumpulan gejala yang mengganggu fungsi kognitif otak untuk berkomunikasi serta melakukan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Istilah demensia biasanya menggambarkan kesulitan untuk berpikir yang dialami seseorang, artinya terdapat lebih dari satu gangguan kognitif yang dapat menyebabkan seseorang mengalami demensia. Sedangkan alzheimer adalah suatu penyakit dan merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami gejala dementia.

Alzheimer adalah penyebab dari 60 hingga 70 persen kasus demensia. Alzheimer juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk penyakit spesifik dari demensia.  Berbeda dengan beberapa penyakit atau gangguan fungsi tubuh akibat infeksi dan penggunaan obat yang menyebabkan demensia, penyakit Alzheimer disebabkan kerusakan atau kematian sel otak dan belum dapat disembuhkan hingga saat ini.

Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat bertahap dan berlangsung dalam waktu yang lama. Biasanya seseorang mulai terdiagnosis pada umur 60 tahun. Namun, orang muda pun sudah bisa mengalami penyakit Alzheimer.

Gejala Alzheimer dan demensia

Alzheimer dan demensia memiliki berbagai gejala yang sama. Keduanya ditandai dengan gangguan kinerja otak untuk berpikir dan mengingat, merasa bingung terus menerus, kesulitan untuk berkomunikasi baik dengan lisan maupun tulisan, serta mengalami perubahan kepribadian.

Gejala awal demensia adalah kesulitan berpikir dan mengambil keputusan. Sedangkan orang dengan Alzheimer biasanya ditandai dengan kesulitan mengingat berbagai hal dan akan mengalami gejala demensia seiring dengan berjalannya waktu.

Berbagai jenis demensia lainnya

Jenis demensia tergantung pada penyebabnya yang merupakan gangguan organ tubuh akibat penyakit degeneratif. Di samping kerusakan otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer, beberapa jenis demensia lain adalah:

1. Demensia vaskuler

Merupakan gangguan kognitif yang terjadi pada penderita stroke dan sering tidak disadari oleh seseorang. Penderita stroke yang sudah sembuh dari stroke, belum mengalami kelumpuhan, atau bahkan belum terdiagnosis stroke dapat mengalami demensia.

Penyebab utamanya adalah penyumbatan pembuluh darah otak dan perdarahan pada otak. Gejala demensia pada penyakit stroke bergantung pada bagian otak yang terkena stroke.

Gejala demensia yang muncul bisa berupa:

  • Gangguan ingatan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari
  • Kesulitan berbicara dan mengerti perkataan
  • Kesulitan mengenali bentuk dan suara
  • Kebingungan
  • Perubahan mood dan kepribadian
  • Kesulitan berjalan sehingga sering terjatuh saat sedang berjalan

2. Lewy bodies demensia (LDB)

Lewy bodies merupakan istilah untuk penumpukan penumpukan protein alpa-synuclein pada bagian korteks otak. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan pada otak dan menyebabkan seseorang mengalami demensia. Beberapa gejala yang mungkin terjadi:

  • Susah tidur (gejala awal yang umumnya disebabkan kondisi Lewy bodies)
  • Kesulitan berpikir jernih, membuat keputusan, dan berkonsentrasi
  • Kesulitan mengingat
  • Sering berhalusinasi
  • Melamun dengan tatapan kosong (blank out)
  • Kesulitan untuk bergerak, tubuh bergetar, dan cenderung lambat dalam bergerak

3. Demensia pada penyakit Parkinson

Penyebabnya adalah kerusakan sel otak seperti pada LDB, tapi penumpukan protein alpha-synuclein terjadi pada area dalam otak yang disebut substantia nigra sehingga menyebabkan kerusakan saraf otak yang berfungsi untuk menghasilkan dopamin. Gejala demensia jenis ini sama dengan gejala LDB dan biasanya muncul setelah 10 tahun mengalami Parkinson.

4. Demensia campuran

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa penyakit yang menimbulkan gejala demensia. Demensia campuran biasanya disebabkan oleh penumpukan protein pada otak seperti pada kasus LBD dan penyumbatan aliran darah otak seperti pada demensia vaskuler. Gejala yang ditimbulkan sesuai dengan gangguan yang menyebabkan demensia.

5. Demensia frontotemporal

Penyebab utama dari demensia jenis ini adalah kerusakan sel pada bagian depan otak dikarenakan penumpukan protein dan berbagai penyakit otak yang disebabkan protein TDP43. Gejala utama dari demensia frontotemporal adalah gangguan perilaku disertai gejala yang mirip dengan LDB.

6. Penyakit Huntington

Penyakit Huntington yang merupakan kelainan genetik juga menyebabkan seseorang mengalami gejala demensia yang muncul pada usia 30 – 50 tahun, di antaranya:

  • Gangguan berpikir dan mengingat
  • Gangguan dalam membuat perencanaan dan mengorganisir sesuatu
  • Gangguan berkonsentrasi

7. Demensia Creutzfeldt-Jakob

Merupakan demensia akibat gangguan otak yang disebabkan oleh suatu protein prion yang mengakibatkan otak seseorang berubah menjadi bentuk yang abnormal. Kondisi inilah yang menyebabkan gejala demensia. Paparan protein prion pada otak akan menyebabkan gejala demensia memburuk dengan sangat cepat. Gejala yang ditimbulkan di antaranya:

  • Gangguan berpikir
  • Kebingungan
  • Mood swing
  • Depresi

  • Otot bergerak abnormal

  • Gangguan tidur

  • Kesulitan untuk berjalan

8. Hydrocephalus tekanan normal

Demensia jenis ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada otak. Gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Kesulitan berjalan
  • Kesulitan berpikir dan berkonsentrasi
  • Perubahan kepribadian dan perilaku
  • Gejala demensia akan menurun keparahannya dengan mengeluarkan cairan berlebih di dalam otak.

9. Sindrom Wernicke-Korsakoff

Gangguan ini biasanya dialami oleh seseorang yang telah mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang lama sehingga otak mengalami kekurangan vitamin B1. Gejala yang ditimbulkan hanya berkaitan gangguan ingatan, sedangkan kemampuan kognitif lainnya tetap dapat berjalan normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 mins read

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 mins read
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 mins read
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read