6 Penyebab Mata Merah yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/01/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Bukan hanya terasa tidak nyaman, mata merah juga bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Bahkan tidak hanya itu, kondisi ini juga akan mengganggu penampilan Anda. Lantas, apa penyebab mata merah? Cara tahu jawabannya dalam artikel ini.

Berbagai penyebab mata merah

1. Konjungtivitis

Konjungtivitis atau yang juga sering disebut dengan pink eye adalah infeksi mata yang paling umum dan menular. Kondisi ini terjadi ketika konjungtiva, yaitu membran transparan yang menutupi bola mata dan bagian dalam kelopak mata mengalami infeksi. Hal ini membuat pembuluh darah pada mata menjadi teriritasi dan membengkak, sehingga membuat mata terlihat kemerahan.

Karena konjungtivitas bersifat menular, maka Anda harus mendapatkan perawatan sedini mungkin untuk menghindari penularan ke orang lain.

2. Mata kering

Sindrom mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak memproduksi cukup banyak cairan mata, baik dari segi kuantitas dan kualitas, untuk melumasi mata Anda. Akibatnya, hal tersebut membuat mata Anda jadi kering dan teriritasi sehingga terlihat memerah.  

Anda bisa memberikan obat tetes mata atau air mata buatan (artificial tears) setiap 2-3 jam sekali atau sesuai dengan petujuk yang tertera pada kemasan, untuk membantu meringankan kondisi ini.

3. Alergi

Mata merah sering disebut sebagai mata alergi. Hal ini terjadi karena reaksi umum dari alergi adalah mata merah. Ketika sistem kekebalan Anda bereaksi terhadap zat asing, seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, bahan kimia tertentu yang ada dalam makeup ataupun larutan lensa kontak, tubuh Anda secara alami melepaskan histamin sebagai upaya untuk melawan penyebab alergen. Akibatnya, histamin menyebabkan pembuluh mata membesar sehingga membuat mata Anda jadi merah dan berair.

Menghindar segala hal yang bisa memicu alergi dan minum obat antihistamin dapat membantu meringankan reaksi alergi yang Anda alami.

4. Mata lelah

Terlalu lama menatap layar monitor, TV, ataupun handphone akan membuat Anda secara tidak sadar jarang berkedip. Padahal, berkedip merupakan salah satu cara alami untuk melembapkan mata Anda sehingga bisa mencegah mata kering dan merah.

Untuk mengurangi risiko mata lelah karena terus-menerus berfokus pada layar komputer, Anda bisa menggunakan kacamata anti radiasi yang dirancang khusus untuk melindungi mata dari paparan sinar komputer dan menerapkan aturan 20-20-20.

Aturan 20-20-20 menganjurkan Anda berpaling dari layar monitor setiap 20 menit sekali dan mengistirahatkan mata Anda selama 20 detik dengan melihat objek benda yang jaraknya sekitar 20 kaki (6 meter). Jika diperlukan, Anda juga bisa meneteskan obat mata ataupun air mata buatan guna melembapkan mata Anda.

5. Cedera di mata

Trauma atau luka pada mata yang disebabkan karena kecelakaan, terpapar benda asing atau zat kimia, baru menjalani operasi, goresan kecil yang menyebabkan kornea lecet, atau luka bakar juga bisa jadi penyebab mata merah.

Hal ini terjadi karena pembuluh darah di mata Anda melebar untuk mengalirkan lebih banyak darah ke lokasi cedera sehingga proses penyembuhan dapat berjalan lebih cepat. Pelebaran atau kadang-kadang kerusakan pembuluh darah di mata inilah yang menyebabkan mata Anda jadi nampak kemerahan.

Itu sebabnya, jika ada benda asing yang tidak sengaja masuk dan melukai mata, segera temui dokter agar Anda mendapatkan perawatan medis sesuai dengan kebutuhan Anda.

6. Kondisi medis tertentu

Selain berbagai penyebab yang sudah disebutkan di atas, kemerahan pada mata terkadang bisa menandakan adanya penyakit mata yang lebih serius, seperti uveitis atau glaukoma. Itu sebabnya, jika mata merah Anda terus berlanjut atau justru semakin memburuk, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Macam-macam Penyebab Konjungtivitis atau Peradangan Mata

Penyebab konjungtivitis atau gejala utama mata merah antara lain bakteri, virus dan alergi. Bagaimana cara membedakannya?

Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/03/2020 . 3 menit baca

Alasan Mengapa Mata Merah Setelah Menangis

Menangis merupakan bagian dari kehidupan. Namun setelah menangis, kita akan mendapati mata berubah jadi merah. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/01/2020 . 3 menit baca

Identik dengan Kesedihan, Ternyata Ini 4 Manfaat Menarik Air Mata yang Belum Banyak Diketahui

Air mata bisa dibilang sebagai bentuk ekspresi atas perasaan seseorang. Namun tidak selamanya buruk, kok. Ada berbagai manfaat air mata bagi tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 24/12/2019 . 4 menit baca

3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 01/10/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 menit baca
pusing pakai kacamata baru

Merasa Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Normal atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . 4 menit baca
mata merah gejala coronavirus

Mata Merah dan Berair: Gejala Coronavirus COVID-19 yang Jarang Diketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020 . 5 menit baca
obat mata untuk anak

Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . 3 menit baca