Kenali 7 Penyebab Gastritis, Mulai dari Infeksi Hingga Kebiasaan Buruk

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gastritis adalah penyakit pencernaan yang diakibatkan peradangan pada lambung. Gejalanya umum meliputi sakit perut, kembung, hingga mual dan ingin muntah. Banyak orang selama ini menganggap bahwa satu-satunya penyebab gastritis adalah kebiasaan makan makanan pedas. Faktanya, tidak cuma itu yang bisa bikin lambung meradang. Berikut adalah beberapa penyebab radang lambung yang harus Anda ketahui. 

Penyebab gastritis karena infeksi dan kondisi medis

Gastritis dapat terjadi akibat berbagai hal, salah satunya karena adanya infeksi atau masalah medis tertentu. Lebih jelasnya, penyebab radang lambung oleh infeksi dan masalah kesehatan, antara lain:

1. Infeksi bakteri H.pylori

Helicobacter pylori adalah bakteri yang umum hidup di saluran pencernaan. Bakteri ini biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi jika jumlahnya berlebihan, H. pylori bisa menyerang dan menginfeksi lapisan perut.

Bila makin parah infeksi ini dapat menyebabkan luka di dalam perut dan di usus kecil, yang kemudian jadi penyebab gastritis. H. pylori menginfeksi dengan cara menurunkan kadar keasaman cairan lambung dan melubangi lapisan lendir pada lambung dan usus.

Lapisan perut normalnya dilindungi oleh lendir dan sel-sel kekebalan tubuh. Bakteri H. pylori akan mengganggu respons kekebalan tubuh di sana sehingga menyebabkan radang lambung. Inilah yang kemudian menimbulkan luka menganga pada dinding organ cerna. 

Gejala gastritis akibat infeksi H.pylori umumnya berupa perut nyeri dan kembung. Pada kasus yang parah, Anda bisa mengeluarkan feses berwarna hitam saat BAB.

Infeksi bakteri H.pylori penyebab gastritis dapat didiagnosis dengan tes darah dan tes napas sederhana. Namun, orang yang memiliki gastritis dengan keturunan kanker lambung atau punya faktor risiko kanker tertentu harus menjalani skrining lainnya untuk menghindari risiko kemunculan kanker di kemudian hari. 

2. Penyakit autoimun

pilek sakit kepala

Penyakit autoimun adalah kondisi sistem kekebalan tubuh yang justru berbalik menyerang organ dan jaringan tubuh Anda yang sehat. Padahal, sistem imun seharusnya menyerang zat asing yang masuk, seperti parasit, bakteri, atau virus.

Beberapa contoh penyakit autoimun adalah diabetes tipe 1, rematik, dan psoriasis. Ketiganya bisa menjadi penyebab gastritis. 

Pada orang yang punya penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuhnya keliru menyerang sel-sel sehat dalam lambung. Hal ini lama-kelamaan dapat mengubah struktur dan mengurangi jumlah lendir pelindung dinding lambung sehingga memicu peradangan.

3. Cairan empedu bocor

cara mengatasi stres penderita penyakit crohn

Cairan empedu bisa bocor dan masuk ke lambung sehingga menjadi penyebab gastritis. Empedu adalah cairan yang diproduksi oleh organ hati untuk mencerna lemak, memecah kolesterol dan sel darah merah tua, dan membuang racun dari tubuh Anda. Empedu akan disimpan dulu di kantong empedu setelah diproduksi.

Saat kemasukan makanan berlemak, perut akan memberi sinyal pada kantong empedu untuk melepaskan cairan empedu. Cairan ini akan mengalir melalui dua tabung kecil (saluran kistik dan saluran empedu biasa) ke bagian teratas usus kecil Anda (duodenum).

Empedu dan campuran makanan dalam duodenum akan masuk ke usus kecil melalui katup pilorus. Katup pilorus biasanya hanya terbuka sedikit untuk menyalurkan cairan empedu. 

Ketika katup itu tidak bisa menutup dengan rapat, cairan empedu bisa bocor dan mengalir ke lambung sehingga menyebabkan lambung meradang. Pasalnya, cairan tersebut memang tidak dirancang untuk bisa “diterima” di dalam lambung.

4. Stres 

kekurangan hormon dopamin penyebab stres gastritis

Penelitian yang ditulis dalam buku berjudul Stress-Induced Gastritis terbitan 2019, stres berat bisa menjadi penyebab radang lambung.

Saat kita stres, otak akan meningkatkan produksi sejumlah enzim seperti histamin dan gastrin. Peningkatan kadar enzim-enzim ini kemudian mengubah kadar pH lapisan lendir lambung. Kondisi lingkungan lambung yang jadi “kurang asam” akan memicu lambung memproduksi lebih banyak cairan asam untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

Kenaikan asam lambung di saat lapisan lendir melemah karena stres dapat mengikisnya terus sehingga muncul luka yang memicu radang lambung.

Salah satu penelitian yang tercantum pada buku yang menjelaskan penyebab gastritis di atas, stres juga dapat membuat kekebalan lapisan lambung terhadap racun menurun. Ketika racun masuk ke dalam pencernaan, perut jadi rentan terserang bakteri atau virus lain yang bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan lambung.  

Penyebab gastritis karena kebiasaan yang kurang sehat

Selain infeksi dan masalah kesehatan, beberapa kebiasaan buruk dan tindakan yang kurang tepat juga bisa menjadi penyebab radang usus, di antaranya:

1. Minum alkohol terlalu sering atau banyak

minuman beralkohol

Sering minum minuman beralkohol adalah penyebab gastritis yang harus dihindari. Alkohol bukanlah cairan yang bisa dicerna lancar oleh sistem pencernaan manusia

Menurut sebuah penelitian dari jurnal American Academy of Pediatrics, konsumsi alkohol dapat langsung mengikis lapisan dinding dalam lambung. Lapisan lambung yang menipis ini akan lebih sensitif terhadap paparan cairan asam yang biasanya diproduksi mencerna makanan.

Alkohol juga meningkatkan produksi gastrin dan mengurangi sekresi pepsin, yang dapat menyebabkan iritasi lambung. 

Gejala radang lambung yang diakibatkan berlebihan minum alkohol umum menimbulkan nyeri perut di bagian atas, mual dan muntah. Komplikasi yang parah dapat mengakibatkan perdarahan berat dalam saluran cerna. 

2. Mengonsumsi obat antinyeri berlarut-larut

obat gastritis asam lambung

Obat antinyeri nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan aspirin sering digunakan untuk mengobati sakit gigi, sakit kepala, atau nyeri menstruasi.

Namun sayangnya, obat antinyeri ini dapat menjadi penyebab terjadinya radang lambung. Terutama jika obat digunakan terlalu sering atau digunakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Obat NSAID sejatinya bekerja mengurangi rasa sakit dengan memblokir enzim yang memproduksi prostaglandin. Namun di dalam perut, obat antinyeri akan memperlambat produksi lendir pelindung dinding lambung dan mengubah strukturnya. Padahal, prostaglandin bekerja melindungi lapisan mukosa lambung.

Ketika lapisan lendir lambung menipis sementara prostaglandin terhambat, akan terbentuk celah di dindingnya. Luka ini akan menyebabkan dinding lambung meradang karena tidak ada lagi yang melindunginya dari paparan cairan asam.

Seiring waktu, peradangan dapat menimbulkan luka yang disertai perdarahan.

3. Merokok

dampak negatif rokok

Merokok diketahui juga dapat menjadi penyebab gastritis. Dikutip dari National Institute of Diabetes, Digestive, and Kidney Disease, merokok terbukti meningkatkan produksi zat yang dapat merusak struktur pepsin, enzim yang dibuat dalam lambung untuk memecah protein.

Selain itu, merokok dapat menjadi penyebab gastritis karena mengurangi aliran darah segar ke lapisan lambung, sekresi lendir pelindung lambung, dan natrium bikarbonat yang menetralkan asam lambung. 

Merokok cenderung menimbulkan peradangan pada dinding lambung yang akhirnya sampai membentuk luka alias borok (tukak). Gejala gastritis yang disebabkan oleh rokok adalah mulas dan rasa nyeri terbakar di bagian dada.

Penting tahu penyebab gastritis agar lebih tepat diobati

Penyebab radang lambung yang beragam, tentu membuat perawatannya juga beragam. Terutama jika gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pengobatannya adalah pemberian antibiotik.

Lain halnya jika gastritis disebabkan oleh stres yang berlebihan. Maka, cara mengatasi gastritis ini adalah pemberian obat yang menghambat produksi asam lambung, seperti antasida. Kemudian, dikombinasikan dengan konsultasi atau terapi untuk membantu Anda mengurangi stres.

Di luar pengobatan utama, dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup jadi lebih sehat. Anda wajib menghindari makanan pemicu gejala, seperti makanan pedas, berhenti merokok dan minum alkohol.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 25, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 21, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca