Ini Daftar Kelompok Orang yang Tak Boleh Mendapat Vaksin Flu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit influenza atau flu adalah penyakit akibat virus yang sangat mudah menular. Bila orang terdekat Anda terkena penyakit ini, kemungkinan besar akan tiba giliran Anda untuk merasakan sakit yang sama. Untuk itu, vaksin influenza dianggap bisa jadi solusi pencegahan penularan virus flu. Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin ini. Jadi, siapa saja yang tidak dianjurkan mendapat suntikan vaksin influenza?

Orang-orang yang tidak dianjurkan mendapat vaksin influenza

Sebagian orang mungkin menganggap flu hanya penyakit ringan, padahal tidak selalu begitu. Infeksi virus yang serius bisa menimbulkan gejala yang berat. Dalam kondisi ini, pasien perlu mendapatkan perawatan inap, bila tidak, bahkan flu bisa menyebabkan kematian. Pada beberapa orang, seperti lansia, anak kecil, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, berisiko tinggi mengalami komplikasi flu yang serius.

Walaupun dapat mencegah tertular flu, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin influenza. Ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang benar-benar tidak boleh untuk mendapatkan vaksin. Sebab vaksin yang diberikan pada orang-orang tersebut bisa menimbulkan lebih banyak risiko dibanding manfaatnya, bahkan bisa mengancam jiwa.

Daftar orang-orang yang tidak boleh memperoleh vaksin influenza menurut CDC, yaitu:

Bayi dibawah usia 6 bulan

Bayi yang baru lahir memperoleh sistem kekebalan tubuh dari ibunya hingga beberapa minggu. Setelah itu, sistem imunnya akan berkembang dan akhirnya kuat.

Sebelum memasuki usia 6 bulan, respons imun pada tubuh bayi masih belum memenuhi syarat untuk diberikan vaksin flu. Bila vaksin flu diberikan, justru bisa menimbulkan masalah kesehatan tertentu.

Pasalnya, vaksin terbuat dari virus yang sudah dilemahkan kemampuannya. Meski begitu, sistem kekebalan bayi di bawah 6 tahun belum kuat sama sekali, jadi tetap tidak bisa bertahan menghadapi virus yang ada di dalam vaksin flu.

Untuk menghindari bayi dari penyebaran virus, orang-orang yang berada di dekat mereka perlu mendapatkan vaksin flu. Setelah bayi berusia 6 bulan atau lebih, mereka baru boleh diberikan vaksin.

Pada usia ini, sistem imun bayi sudah mampu melawan virus flu. Ini penting untuk mencegah bayi dari kejang atau diare, bahkan kematian akibat komplikasi flu di kemudian hari.

Orang yang sedang sakit

Ketika sakit sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah, misalnya saat Anda demam tinggi. Bila pada kondisi tersebut Anda diberikan vaksin, sistem imun harus bekerja lebih berat; melawan virus di tubuh sekaligus virus dari vaksin.

Ini bisa menyebabkan gejala yang ditimbulkan setelah vaksinasi menjadi lebih parah. Jadi, pilihan amannya adalah mendapatkan vaksin setelah tubuh benar-benar pulih dari penyakit.

vaksin HPV

Kelompok orang ini harus konsultasi ke dokter dulu sebelum vaksin flu

Di Indonesia, pemberian vaksin influenza belum diwajibkan. Orang yang memiliki kondisi berikut harus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai manfaat dan risiko yang akan didapatkan setelah menerima vaksin.

Beberapa kondisi yang butuh pertimbangan dari dokter sebelum melakukan vaksinasi flu, meliputi:

Orang yang memiliki alergi terhadap komponen vaksin

Awalnya Centers for Disease and Prevention (CDC) tidak merekomendasikan pemberian vaksin flu pada orang yang memiliki alergi telur. Vaksin flu diketahui menyebabkan reaksi alergi pada orang dengan alergi telur. Sebab vaksin yang diberikan melalui suntikan mengandung sedikit protein telur, yaitu ovalbumin. Ini dikhawatirkan akan menimbulkan gejala gatal dan bentol pada kulit.

Namun, terjadi perubahan terhadap aturan tersebut. Orang dengan alergi tetap bisa mendapatkan vaksin flu, namun dengan beberapa syarat, yaitu vaksin yang diberikan sesuai dengan kondisi, usia, dan tentunya berlisensi.

Orang dengan alergi telur dianjurkan melakukan vaksinasi di rumah sakit, sebagai upaya perawatan tindak lanjut jika ada reaksi alergi parah yang terjadi, misalnya pembengkakan di tubuh, gangguan pernapasan, pusing, atau muntah berulang. Biasanya, pasien akan diamati reaksinya selama 30 menit setelah menerima vaksin flu.

Orang dengan Guillain Bare Syndrome (GBS)

Sindrom Guillain-Barré adalah gangguan autoimun langka yang menyebabkan sistem kekebalan menyerang sel-sel saraf yang sehat. Kondisi ini menyebabkan kelemahan, mati rasa, kesemutan, bahkan  kelumpuhan.

Penyebab kondisi ini tidak diketahui, tetapi akan muncul ketika seorang dalam keadaan sakit, seperti flu atau infeksi paru-paru. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun beberapa obat dapat mengurangi keparahan gejala dan memperpendek durasi penyakit.

Flu yang menjadi salah satu pemicu GBS membuat pemberian vaksin sangat diawasi. Sebab, pada kebanyakan orang yang memiliki riwayat penyakit GBS, komplikasi berat berisiko tinggi terjadi setelah vaksinasi.

Richard K. Zimmerman, MD, MPH, seorang profesor dari University of Pittsburgh menyatakan bahwa orang yang memiliki riwayat GBS jauh lebih mungkin memiliki GBS setelah vaksinasi influenza, seperti dilansir dari Patient Care. Zimmerman pun menyarankan orang yang memiliki komplikasi flu parah terkait GBS sebaiknya tidak perlu melakukan vaksinasi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca