Gonore atau kencing nanah adalah penyakit kelamin yang bisa ditularkan melalui seks oral, anal atau vaginal. Penyakit ini tidak memunculkan gejala setelah beberapa minggu terinfeksi. Bila tidak diobati akan menyebabkan komplikasi. Pengobatan antibiotik merupakan obat kencing nanah yang harus dilakukan agar bakteri tidak menyebar sehingga pasien bisa sembuh.

Pengobatan untuk pasien gonore (kencing nanah)

Gonore tidak menyebabkan masalah jangka panjang jika diobati pada awal infeksi. Namun, bila penyakit ini tidak diobati tentu dapat menyebabkan banyak komplikasi. Pasalnya, infeksi gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lain selain alat kelamin, yaitu persendian, kulit, jantung, atau darah. Ini disebut juga dengan infeksi gonokokal diseminata (DGI) dan pasien memerlukan rawat inap dan pengobatan antibiotik yang biasanya diberikan melalui infus.

Dibanding pria, wanita lebih berisiko terkena komplikasi jangka panjang bila infeksi ini tidak diobati. Infeksi ini nantinya akan menyerang saluran reproduksi wanita dan melibatkan rahim, saluran tuba, dan indung telur. Kondisi ini dikenal dengan radang panggul (PID). Kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) juga bisa terjadi dan membahayakan nyawa.

Pada pengobatan awal penyakit gonore bisa diobati dengan antibiotik. Beberapa pasien yang menjalani pengobatan awal, yaitu:

  • Seseorang yang memiliki tes gonore positif
  • Seseorang yang berhubungan seks dalam 60 hari terakhir dengan seseorang yang didiagnosis menderita gonore
  • Bayi baru lahir yang ibunya menderita gonore

Obat kencing nanah dengan antibiotik

Berikut beberapa macam obat kencing nanah berupa antibiotik yang digunakan untuk menyembuhkan gonore.

  • Ceftriaxone (rocephin). Antibiotik ini digunakan secara bersamaan dengan azithromycin untuk menghambat pertumbuhan dinding sel bakteri yang sudah mencapai darah.
  • Azithromycin (zithromax, zmax). Antibiotik ini digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Cefixime dan sefalosporin. Antibiotik ini digunakan sebagai pengganti bila ceftriaxone tidak tersedia. Obat ini menghambat sintesis dinding sel bakteri dan digunakan bersamaan dengan azithromycin. Keduanya digunakan bila pasien tidak memiliki komplikasi.
  • Doxycycline. Antibiotik ini menghambat sintesis protein yang dapat memicu pertumbuhan bakteri. Doxycycline digunakan selama 10 sampai 14 hari dengan dosis 100 mg sebagai tambahan dosis tunggal cetriaxone untuk mengobati radang panggul (PID).
  • Erythromycin. Obat salep tetes antibiotik yang direkomendasikan untuk digunakan pada bayi yang baru lahir untuk mencegah penyakit konjungtivitis (radang konjungtiva mata) gonore.

Bila Anda diberi satu dosis antibiotik, pastikan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan saran dokter. Melewatkan dosis atau tidak minum obat dengan lengkap akan membuat infeksi gonore tidak dapat sembuh. Pasien yang merasakan gejalanya tidak membaik bisa disebabkan oleh infeksi gonore lain atau kegagalan pengobatan. Kemungkinan bakteri tertentu dari gonore telah menjadi kebal pada antibiotik sehingga tidak dapat lagi dibunuh oleh antibiotik tersebut. Jadi, pasien memerlukan antibiotik lain untuk menyembuhkan infeksi.

Beberapa orang yang menderita gonore juga bisa terkena klamidia. Oleh karena itu, pengobatan gonore juga mencakup antibiotik yang efektif dalam mengobati klamidia.

obat penambah sperma

Apakah ada obat kencing nanah selain antibiotik?

Dilansir dari WebMD, tidak ada pengobatan dengan obat-obatan herbal ataupun obat-obatan yang dibeli apotek secara bebas yang bisa menyembuhkan penyakit gonore. Obat kencing nanah hanya bisa didapatkan berdasarkan resep dokter agar infeksi tidak berkembang dan menyebabkan komplikasi.

Bila telah didiagnosis menderita gonore, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti:

  • Minum obat antibiotik lengkap sesuai dengan resep dokter hingga Anda benar-benar dinyatakan sembuh.
  • Untuk sementara, jangan berhubungan seks saat Anda menjalani perawatan. Bila Anda mendapat pengobatan satu dosis antibiotik, tunggu setidaknya tujuh hari setelah obatnya habis sebelum berhubungan seks, dan gunakan alat kontrasepsi.
  • Pastikan pasangan Anda juga periksa ke dokter untuk mengetahui apakah infeksi sudah menyebar ke orang lain atau tidak, walaupun pasangan Anda tidak mengalami gejala.
  • Hubungi dokter bila gejala terus berlanjut atau timbul gejala baru. Anda mungkin memerlukan obat antibiotik lain dan tes lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca