home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Langkah Pencegahan Supaya Terhindar dari Gonore

Berbagai Langkah Pencegahan Supaya Terhindar dari Gonore

Pencegahan gonore atau kencing nanah dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana, termasuk setia dengan satu pasangan seksual Anda. Pencegahan penyakit ini penting dilakukan untuk menghindari gejala dan penyebab infeksi yang dapat mengganggu kesehatan Anda secara keseluruhan. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini seputar cara mencegah gonore (kencing nanah), yuk!

Apa saja langkah pencegahan penyakit gonore?

Sebelum membahas tentang pencegahan gonore, Anda perlu mengetahui apa itu penyakit gonore. Gonore atau kencing nanah adalah salah satu jenis infeksi bakteri menular yang umumnya menyerang saluran kencing, rektum, dan tenggorokan.

Khusus pada wanita, gonore juga bisa menginfeksi rahim dan sistem reproduksi. Penularan gonore umumnya terjadi lewat aktivitas seks.

Ini karena bakteri penyebab gonore hidup dalam organ reproduksi, rektum (dubur), mulut, serta tenggorokan. Itu sebabnya, berhubungan seks dengan orang yang sudah terinfeksi gonore bisa membuat Anda tertular penyakit infeksi ini.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena sebenarnya gonore bisa dicegah. Berikut upaya pencegahan gonore yang harus Anda patuhi:

1. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual

hamil meski sudah pakai kondom pencegahan gonore

Menghindari berhubungan seksual merupakan cara paling efektif untuk mencegah gonore. Namun, jika Anda tetap memilih berhubungan seksual tetapi ingin mencegah penyakit kencing nanah ini, pastikan Anda menggunakan kondom.

Dikutip dari CDC selaku pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat, penggunaan kondom lateks pria dapat mengurangi penularan penyakit menular seksual, seperti gonore maupun HIV.

Ini karena selain dapat mencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk menampung sperma maupun cairan praejakulasi pria sehingga tidak langsung masuk ke dalam vagina.

Namun, perlu Anda pahami bahwa kondom juga tidak dapat dianggap sebagai pelindung mutlak dari penyakit-penyakit menular seksual.

2. Berhubungan seksual hanya dengan satu pasangan

posisi bercinta

Pencegahan gonore selanjutnya adalah dengan berkomitmen untuk berhubungan seksual hanya dengan satu pasangan (monogami).

CDC mengartikan monogami sebagai kesepakatan antara Anda dan pasangan untuk saling setia dalam melakukan kegiatan seksual apapun.

Agar berhasil melakukan langkah pencegahan gonore ini, Anda harus yakin bahwa diri Anda maupun pasangan tidak terinfeksi bakteri penyebab gonore (Neisseria gonorrhoeae).

Oleh karena itu, penting untuk melakukan diskusi terbuka tentang hal ini dengan pasangan Anda.

3. Jangan berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi

menghadapi pelaku pelecehan seksual

Gonore mudah menular melalui cairan di area genital. Itulah mengapa penyakit kencing nanah sangat mudah menyebar melalui aktivitas seksual, baik vaginal, anal, maupun oral.

Atas alasan tersebut, Anda disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi gonore karena dapat meningkatkan risiko Anda tertular penyakit ini.

Jika pasangan Anda mengalami gejala gonore yang tampak dengan jelas, sebaiknya urungkan niat berhubungan seksual dengannya.

4. Lakukan pemeriksaan rutin

tes urine

Dikutip dari Mayo Clinic, pemeriksaan rutin untuk penyakit menular seksual dianjurkan bagi Anda yang aktif secara seksual dan memiliki lebih dari satu pasangan.

Hal ini penting karena ada banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi penyakit menular seksual karena tidak mengalami gejala.

Pemeriksaan rutin sebagai langkah pencegahan penyakit gonore sebaiknya dilakukan satu tahun sekali jika Anda memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Perempuan berusia di bawah 25 tahun dan aktif secara seksual.
  • Perempuan berusia di atas 25 tahun dan memiliki risiko mengalami gonore, seperti melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru atau lebih dari satu pasangan.
  • Mengidap penyakit HIV/AIDS.
  • Dipaksa melakukan hubungan seksual dengan orang lain.

Dokter akan melakukan pemeriksaan gonore dengan pemeriksaan di bawah ini:

  • Tes urine
  • Pemeriksaan usap (swab) dengan sampel dari tenggorokan dan/atau rektum
  • Tes swab cairan di dalam penis atau vagina yang diambil melalui saluran kencing pria atau leher rahim perempuan.

Sampel tersebut kemudian akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan rutin ini penting untuk mendeteksi penyakit yang tidak memunculkan gejala.

5. Berkumur dengan cairan antiseptik setelah berhubungan seksual

pakai obat kumur

Selain langkah-langkah pencegahan gonore yang telah disebutkan di atas, penemuan terbaru menunjukkan cara pencegahan lainnya.

Cairan antiseptik yang dijual bebas di pasaran disebut dapat menurunkan risiko gonore jika digunakan setelah berhubungan seksual.

Pada tahun 2016 lalu, para pakar melakukan uji laboratorium terhadap berbagai cairan pembersih mulut yang dijual di toko-toko.

Uji klinis yang dimuat dalam jurnal Sexually Transmitted Infections mendapatkan hasil yang menarik.

Jurnal tersebut menyimpulkan bahwa berkumur dengan cairan pembersih mulut setelah berhubungan seks dengan orang yang sudah terinfeksi gonore bisa mengurangi risiko tertular infeksi bakteri tersebut.

Hal ini karena kandungan aktif dalam cairan pembersih mulut seperti alkohol mampu membunuh sebagian besar bakteri penyebab gonore yang ada di mulut dan tenggorokan.

manfaat obat kumur pencegahan gonore

Berdasarkan jurnal tersebut, kemungkinan Anda tertular gonore bisa menurun 80% jika Anda berkumur dengan cairan pembersih mulut setelah melakukan hubungan seks.

Namun, berkumur saja tentu tidak bisa menjamin Anda tak akan tertular penyakit kencing nanah ini. Lakukan langkah-langkah berkumur di bawah ini sebagai upaya pencegahan gonore:

  • Setelah Anda selesai berciuman atau melakukan seks oral, segera bersihkan mulut dan tenggorokan dengan cairan pembersih mulut.
  • Kumur secara menyeluruh selama paling sebentar satu menit.
  • Pastikan seluruh sudut mulut sudah terbasuh, termasuk tenggorokan Anda. Namun, jangan menelan cairan pembersih mulut Anda.
  • Cukup kumur sambil menengadah sampai wajah Anda menatap langit-langit ruangan.
  • Buang cairan pembersih mulut dan kumur lagi dengan air biasa.

Penyebaran gonore memang sangat mudah terjadi. Namun, langkah-langkah pencegahan di atas dapat Anda lakukan demi menghindari penyakit tersebut.

Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang mengkhawatirkan. Melakukan pengobatan gonore yang tepat dan cepat dapat membantu mengatasi gejala bila Anda memiliki penyakit ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gonorrhea – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gonorrhea/symptoms-causes/syc-20351774

Condom Fact Sheet In Brief | CDC. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.cdc.gov/condomeffectiveness/brief.html

Detailed STD Facts – Gonorrhea. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.cdc.gov/std/gonorrhea/stdfact-gonorrhea-detailed.htm

Gonorrhea Prevention | Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4217-gonorrhea/prevention

Monogamy as Public Policy for STD Prevention: In Theory and in Practice – Terri D. Conley, Jennifer L. Piemonte, 2020. (2021). Policy Insights From The Behavioral And Brain Sciences. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2372732220943228

Chow, E., Howden, B., Walker, S., Lee, D., Bradshaw, C., & Chen, M. et al. (2016). Antiseptic mouthwash against pharyngealNeisseria gonorrhoeae: a randomised controlled trial and an in vitro study. Sexually Transmitted Infections, 93(2), 88-93. doi: 10.1136/sextrans-2016-052753

STD testing: What’s right for you?. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/in-depth/std-testing/art-20046019

Foto Penulis
Ditulis oleh Fajarina Nurin pada 26/01/2021
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x