Jangan Gunakan Alkohol untuk Membersihkan Luka, Ini Bahayanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Sebelum menutup luka menggunakan perban atau kain kasa, Anda perlu membersihkannya terlebih dulu guna mengurangi risiko infeksi dan mempercepat pemulihan. Penggunaan alkohol untuk luka dipercaya efektif karena bahan ini bersifat steril. Sementara di sisi lain, alkohol adalah bahan keras yang tidak boleh digunakan pada kulit secara sembarangan.

Efek penggunaan alkohol untuk luka pada jaringan kulit

Jaringan luka yang terbuka merupakan area yang sensitif dan rentan mengalami infeksi. Anda harus menanganinya sebaik mungkin, mulai dengan membersihkannya menggunakan bahan-bahan yang aman hingga menutupnya agar terhindar dari paparan kuman.

Alkohol memang cukup efektif untuk mencegah pertumbuhan bakteri, tapi ternyata zat ini tidak boleh digunakan untuk membersihkan luka. Ini disebabkan karena alkohol dapat menimbulkan sensasi terbakar pada luka dan merusak jaringan kulit yang sehat. Dampaknya adalah pembengkakan dan rasa gatal yang bisa salah dikenali sebagai gejala peradangan.

Selain itu, alkohol bersifat mengeringkan permukaan kulit dan berpotensi menimbulkan reaksi iritasi. Alih-alih mempercepat pemulihan, penggunaan alkohol untuk luka justru akan membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama.

Hal yang sama juga berlaku pada obat antiseptik mengandung hidrogen peroksida. Seperti alkohol, hidrogen peroksida pun ampuh mencegah perkembangbiakan kuman penyebab penyakit. Namun, efek sampingnya dapat merugikan kulit karena senyawa ini membasmi habis seluruh komponen yang ada pada luka, termasuk sel-sel kulit yang sehat.

Hal lain yang perlu dicermati saat merawat luka

Selain menghindari penggunaan alkohol untuk membersihkan luka, ada beberapa hal lain yang harus Anda cermati saat merawat luka. Berikut di antaranya:

1. Menjaga area luka tetap lembap

Anda dapat mengoleskan tipis-tipis salep antibiotik pada luka yang berbentuk goresan atau berukuran besar agar kelembapannya tetap terjaga. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan, menghindari infeksi, dan mencegah perban menempel. Kuman dapat berkembangbiak dengan subur pada kulit yang lembap, jadi pastikan bahwa kebersihannya juga terjaga.

2. Jangan biarkan luka terkena udara terbuka

Tidak sedikit orang yang keliru membiarkan luka terkena udara terbuka agar lekas mengering. Padahal, luka yang dibiarkan dalam kondisi seperti ini dapat terkena kuman dan kotoran sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi. Jadi, luka yang telah dibersihkan sebaiknya ditutup dengan perban atau plester agar tetap steril.

3. Jangan mengoleskan bahan yang tidak disarankan pada luka

Alkohol dan hidrogen peroksida hanyalah salah satu contoh bahan yang tidak direkomendasikan untuk membersihkan luka. Produk-produk lain yang dapat melembapkan kulit dalam kondisi normal seperti losion juga harus dihindari. Selain dapat meningkatkan risiko infeksi, produk-produk ini biasanya mengandung parfum yang menimbulkan iritasi.

4. Rasa gatal tidak selalu menandakan luka telah sembuh

Rasa gatal biasanya muncul saat luka mulai mengering, tapi hal ini tidak selalu menandakan bahwa luka telah pulih. Pada beberapa kasus, rasa gatal justru dapat menjadi tanda alergi terhadap salep antibiotik maupun perban yang digunakan. Bila gatal bertambah parah atau terus berlanjut, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Kendati dapat membasmi kuman, penggunaan alkohol untuk membersihkan luka justru lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan manfaat. Padahal, Anda hanya perlu menggunakan air mengalir dan sabun antiseptik untuk membersihkan luka goresan atau berukuran kecil. Cara ini cukup efektif untuk menjaga area luka tetap bersih sebelum ditutup dengan plester.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Obat-obatan yang Harus Selalu Tersedia di Tas Anda

Tidak hanya make-up dan dompet, Anda juga perlu selalu sedia obat-obatan. Ketahui daftar obat yang harus selalu ada di dalam tas Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 19/12/2017 . 5 mins read

Kesalahan Saat Membersihkan Luka Bisa Jadi Fatal. Bagaimana Cara yang Benar?

Luka pada kulit adalah salah satu cedera yang paling umum terjadi pada siapa pun. Tapi apakah cara Anda membersihkan luka selama ini sudah benar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 22/09/2017 . 4 mins read

Kenapa Luka Pada Penderita Diabetes Susah Sembuh dan Rentan Diamputasi?

Bagi penderita diabetes, luka kecil saja bisa tambah parah dan tak kunjung sembuh. Kenapa luka diabetes susah hilang? Ini penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Diabetes, Health Centers 22/05/2017 . 8 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

membersihkan luka dengan sabun

Membersihkan Luka Dengan Sabun, Boleh Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 06/12/2019 . 4 mins read
cara membersihkan luka

5 Langkah Tepat Membersihkan Luka Supaya Terhindar dari Infeksi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 11/03/2019 . 3 mins read
bioplacenton

Bioplacenton

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29/01/2019 . 10 mins read
luka lebih cepat sembuh

Luka yang Terjadi di Siang Hari Lebih Cepat Sembuh Daripada Luka di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ryan Reinardi Wijaya
Dipublikasikan tanggal: 29/12/2017 . 4 mins read