5 Langkah Mengatasi Asma yang Kambuh Bila Tidak Ada Inhaler

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit asma tidak bisa disembuhkan. Itu artinya, seseorang yang punya penyakit ini akan memilikinya seumur hidup. Namun, gejalanya dapat diredakan agar tidak kambuh, salah satunya menggunakan inhaler. Untuk itu, pasien wajib membawa inhaler kemana pun mereka pergi. Lantas, bagaimana jika Anda lupa membawanya? Bisakah mengatasi gejala asma yang kambuh tanpa inhaler?

Cara mengatasi asma kambuh tanpa inhaler

Asma membuat saluran udara Anda membengkak, menghasilkan lendir ekstra, dan menyempit. Akibatnya, Anda menjadi batuk, mengi, dan sesak napas. Kondisi ini tidak dapat sembuhkan dan gejalanya bisa jadi sering kambuh, tapi Anda masih bisa mengendalikannya jika tahu apa pemicunya.

Gejala asma dapat kambuh karena dipicu oleh polusi, stres, asap rokok, debu, atau serbuk bunga. Untuk meredakannya dokter akan memberikan obat.

Walaupun ada yang berbentuk pil, sebagian besar obat asma dihirup melalui inhaler atau nebulizer. Menurut Asthma and Foundation of America, obat berbentuk inhaler bereaksi cepat karena langsung bekerja paru-paru. Oleh karena itu, Anda perlu membawa inhaler ke mana pun Anda pergi.

Bila gejala asma kembali kambuh, tapi Anda lupa membawa inhaler, usahakan untuk tidak panik. Ikuti beberapa cara berikut ini untuk mengatasi gejala asma tanpa inhaler sampai Anda mendapatkan bantuan medis yang tepat.

1. Duduk tegak

Duduk tegak adalah cara termudah untuk meredakan gejala asma. Posisi duduk ini membantu membuka saluran udara Anda terbuka lebih lebar. Hindari posisi tidur berbaring karena posisi tubuh ini bisa memperburuk gejala asma.

2. Tetap tenang

cara mengatasi sesak napas secara alami

Tidak membawa inhaler pasti membuat Anda panik. Akan tetapi, kepanikan yang muncul bisa menimbulkan stres dan kecemasan sehingga membuat gejala asma semakin memburuk. Setelah memosisikan diri untuk duduk tegak, cobalah untuk menenangkan pikiran.

Lakukan hal apa pun yang bisa membuat Anda merasa tenang, misalnya menjauhi keramaian dan cari tempat yang sedikit redup atau sejuk untuk menenangkan pikiran. Cara mengatasi kepanikan ini bisa membantu meredakan gejala asma tanpa inhaler.

3. Perbaiki napas Anda

teknik pernapasan untuk tidur

Sesak napas membuat Anda bernapas lebih cepat dan tidak stabil. Setelah berhasil menenangkan pikiran, perbaiki kembali napas Anda. Cobalah bernapas lebih lambat dan stabil selama serangan.

Anda bisa menerapkan teknik pernapasan Buteyko atau Papworth. Teknik Buyteko dilakukan dengan menarik napas perlahan-lahan melalui hidung, bukan mulut Anda. Sementara teknik Papworth mendorong diafragma dan hidung untuk bernapas lebih dalam, seperti saat Anda melakukan teknik pernapasan yoga.

Bila memang memiliki asma, Anda perlu membekali diri dengan mempelajari beberapa teknik pernapasan. Namun, ingat sebelum mempelajarinya, konsultasikan lebih dahulu pada dokter.

4. Hindari pemicu

perokok pasif wanita mandul

Langkah selanjutnya untuk mengatasi gejala asma tanpa inhaler adalah menjauhi segala pemicunya. Contohnya, bila Anda berada di sekitar perokok, Anda harus segera pindah dari tempat tersebut. Cari tempat yang udaranya lebih bersih.

Pemicu asma tidak hanya asap saja, Anda juga perlu memperhatikan hal ini:

  • Segera beristirahat jika Anda sudah merasa lelah, terutama saat berolahraga
  • Tidak memelihara binatang berbulu karena bulunya bisa memicu asma
  • Menemukan cara untuk menenangkan diri dan mempertahankan mood agar tidak mudah cemas dan stres
  • Hindari penggunaan obat, seperti aspirin, ibuprofen, atau beta-blocker
  • Pakai humidifier di dalam ruangan agar udara tetap lembap
  • Jaga kesehatan tubuh supaya Anda tidak mudah tertular pilek maupun flu yang meningkatkan risiko kambuhnya asma

5. Hubungi layanan medis darurat

Jika cara mengatasi gejala asma tanpa inhaler di atas sudah Anda lakukan, tapi kondisi tidak juga membaik, segeralah minta bantuan medis darurat. Anda dapat menghubungi 119 untuk layanan medis darurat.

Anda boleh melakukan panggilan darurat ini segera, bila Anda mengalami hal berikut ini:

  • Anda kesulitan untuk berbicara karena napas menjadi pendek
  • Wajah Anda sudah terlihat pucat dan bagian bawah bibir mulai membiru
  • Anda berusaha keras mengencangkan otot dada untuk bernapas

Sebagai alternatif, Anda juga bisa menghubungi orang terdekat Anda untuk membantu Anda pergi ke layanan gawat darurat rumah sakit terdekat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 23, 2019 | Terakhir Diedit: Oktober 22, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca