Cara Mengatasi dan Mencegah Kadar Gula Darah Rendah di Malam Hari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jika Anda atau kerabat dekat Anda memiliki diabetes, hipoglikemia adalah satu komplikasi yang harus diwaspadai. Hipoglikemia diabetik didefinisikan sebagai kondisi gula darah terlalu rendah, hingga di bawah 70 mg/dL. Hipoglikemia dapat menyebabkan masalah serius, apalagi jika turun drastis di malam hari. Meski kondisi ini jarang, kadar gula darah rendah di malam hari dapat mematikan jika tidak terdeteksi dan cepat ditangani.

Cari tahu cara pencegahannya di artikel ini.

Apa penyebab hipoglikemia di malam hari?

Tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama tidur malam. Akibatnya, gula darah bisa turun drastis sepanjang malam. Kelenjar adrenal akan merespon hal ini dengan melepaskan hormon stres untuk mengembalikan kadar gula darah seperti normal.

Gula darah rendah saat malam juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lainnya, seperti:

  • Dosis suntikan insulin sebelum tidur terlalu banyak
  • Dosis suntik insulin yang cukup, tapi di waktu yang salah
  • Kurang mengonsumsi karbohidrat
  • Terlalu banyak aktivitas pada siang hari
  • Tidak makan malam
  • Dosis insulin yang tidak disesuaikan setelah sakit. Pada pengguna insulin, apabila jatuh sakit maka dosis insulin yang dibutuhkan tubuh akan meningkat. Setelah sembuh sebaiknya dosis insulin kembali diturunkan.
  • Setelah konsumsi alkohol
  • Kelebihan dosis insulin basal (saat puasa atau sebelum makan)

Hipoglikemia di malam hari umum terjadi pada orang-orang yang memiliki diabetes 1. Komplikasi ini juga bisa terjadi pada diabetes tipe 2, namun lebih jarang karena ada pengobatan kombinasi insulin dan obat diabetes oral.

Apa bahayanya kadar gula darah rendah di malam hari?

Menurut Diabetes Control and Complications Trial (DCCT), 55% dari seluruh kejadian hipoglikemia terjadi pada malam hari.

Gula darah rendah di malam hari akan menyebabkan serangkaian gejala seperti:

  • Bangun dengan sakit kepala
  • Merasa sangat lelah saat bangun
  • Berkeringat deras sepanjang malam
  • Terbangun tengah malam
  • Gemetar
  • Jantung berdebar
  • Kecemasan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Rasa lapar segera sesaat bangun
  • Badan lemas

Jika hipoglikemia terjadi secara berulang dan menetap, ini bisa menyebabkan kerusakan otak yang berujung pada kejang, koma, hingga bahkan kematian.

Bagaimana mengobati kondisi ini, jika terlanjur terjadi?

Jika Anda terbangun di malam hari, berkeringat deras, dan merasa tubuh sangat lemas, ini tandanya Anda mengalami hipoglikemia. Segeralah konsumsi makanan berkarbohidrat, misalnya minum teh manis, air gula, atau permen. Hindarilah makan makanan berlemak, karena dapat menghambat penyerapan gula.

Setelahnya, cek kadar gula darah dalam waktu 15 menit. Apabila masih di bawah 70mg/dL, maka ulangi makan makanan berkarbohidrat seperti di atas. Setelah kadar gula darah di atas 70 mg/dL, bila waktu sarapan masih cukup lama, Anda boleh mengkonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein seperti biskuit kacang.

Jangan lupa konsultasikan dengan dokter Anda untuk penanganan yang lebih spesifik mengenai penanganan hipoglikemia nokturnal sesuai dengan kondisi Anda.

Bagaimana mencegah gula darah supaya tidak turun di malam hari?

Untuk mencegah kadar gula darah rendah di malam hari, selalu rutin cek kadar gula darah sebelum tidur. Pasang alarm setiap pukul 3 pagi untuk cek kembali kadar gula darah Anda, juga di pagi hari segera setelah bangun tidur.

Bila setelah rutin dipantau, kadar gula darah Anda selalu turun di malam hari, sebaiknya minta dosis insulin disesuaikan dan diatur ulang oleh dokter Anda.

Cara lain untuk mencegah kadar gula darah rendah di malam hari, antara lain:

  • Menurunkan dosis insulin sore hari setelah aktivitas fisik yang memberatkan di siang hari
  • Konsumsi karbohidrat sebelum tidur
  • Pastikan makan malam atau camilan malam tidak terlewat
  • Berkonsultasi ke dokter untuk memastikan dosis insulin basal sudah cukup
  • Rutin cek gula darah secara berkelanjutan, baik sendiri dan di dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca