Meskipun Mirip, Ini Cara Membedakan Asam Urat dan Pseudogout

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Persendian Anda – misalnya di pergelangan tangan atau kaki – tiba-tiba terasa nyeri dan membengkak? Hati-hati, jangan langsung menyalahkan asam urat. Anda mungkin saja terkena pseudogout. Pseudogout yang juga dikenal sebagai asam urat palsu memang lebih jarang dikenal ketimbang asam urat (gout). Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang perlu Anda pahami. Ini dia cara paling mudah untuk membedakan asam urat dan pseudogout.

Perbedaan asam urat dan pseudogout

Baik asam urat dan pseudogout (asam urat palsu) sama-sama menyerang sendi dan termasuk dalam golongan penyakit artritis. Keduanya juga sering menyerang orang yang sudah lanjut usia.

Akan tetapi, asam urat serta pseudogout disebabkan oleh hal yang berbeda. Maka gejala, pengobatan, serta cara mencegah munculnya dua penyakit sendi ini tentu tak sama. Cara terbaik untuk mengetahui penyakit mana yang menyerang Anda adalah dengan langsung periksa ke dokter. Hindari mendiagnosis diri sendiri, atau bahkan menjalani pengobatan tanpa pengawasan dokter Anda.

Namun sebagai gambarannya, silakan simak apa saja perbedaan mendasar antara penyakit asam urat dan pseudogout berikut ini.

Gejala

Gejala asam urat dan pseudogout yang mirip yaitu keduanya sama-sama menimbulkan rasa nyeri luar biasa di salah satu persendian Anda. Nyeri sendi mungkin diikuti dengan pembengkakan dan warna kulit jadi kemerahan. Serangan tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba.

Perbedaan gejalanya terletak pada sendi yang diserang. Asam urat biasanya menyerang jempol kaki, tumit, ujung jari, dan pergelangan tangan atau kaki. Sedangkan pseudogout sering menyerang sendi yang lebih besar misalnya lutut, bahu, siku, pinggul, dan punggung.

Selain itu, gejala asam urat kerap menyerang di malam hari. Bahkan sampai membuat Anda terbangun dari tidur.

Penyebab

Dua penyakit sendi ini disebabkan oleh menggumpalnya zat tertentu dalam tubuh, khususnya di persendian. Akan tetapi, zat yang menyebabkan gumpalan (kristal) berbeda.

Asam urat terjadi kalau ada penumpukan (pengkristalan) asam urat, yaitu zat sisa yang diproduksi tubuh setelah mengurai purin. Jadi semakin banyak Anda mengonsumsi makanan tinggi purin, semakin banyak pula produksi asam urat dalam tubuh.

Sementara pseudogout disebabkan oleh pengkristalan kalsium pirofosfat dalam sendi. Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui bagaimana persisnya kalsium pirofosfat bisa mengkristal hingga memicu radang sendi. Namun, kristal kalsium pirofosfat diketahui akan kian menumpuk seiring pertambahan usia.

Faktor pemicunya

Penyakit asam urat biasanya sudah mulai tampak gejalanya di usia paruh baya, yaitu ketika Anda memasuki usia 30 atau 50 tahun. Sedangkan yang lebih berisiko terserang pseudogout adalah orang-orang lanjut usia, yaitu di atas usia 60 tahun.

Akan tetapi, menurut para ahli, faktor risiko terbesar kedua penyakit sendi ini adalah keturunan. Peluang Anda kena asam urat atau pseudogout lebih besar jika dalam keluarga Anda ada riwayat dua penyakit tersebut.

Pengobatan dan pencegahan

Langkah pengobatan kedua penyakit ini umumnya fokus pada meredakan gejala yang muncul, khususnya nyeri sendi. Anda mungkin diminta dokter untuk menempelkan kompres dingin ke area sendi yang sakit dan minum obat pereda nyeri. Biasanya Anda juga disarankan untuk beristirahat dulu sampai kondisi membaik.

Penyakit asam urat bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin. Akan tetapi, sampai saat ini belum disimpulkan bagaimana caranya atau apakah ada pola makan khusus untuk mencegah penyakit pseudogout.

Namun, untuk berjaga-jaga dari penyakit asam urat dan pseudogout, sebaiknya mulailah menjalani gaya hidup dan pola makan sehat. Misalnya dengan rajin olahraga dan tingkatkan konsumsi beragam jenis sayur dan buah. Pastikan Anda juga terus minum obat mengikuti anjuran dokter.

Share now :

Direview tanggal: Juni 22, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 19, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca