home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beragam Pantangan yang Penting Diketahui Penderita Rematik

Beragam Pantangan yang Penting Diketahui Penderita Rematik

Rheumatoid arthritis (RA) atau rematik adalah peradangan kronis yang menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada persendian. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan total, sehingga penderitanya perlu mengontrol gejala dan perkembangan penyakit agar tidak semakin parah. Salah satu cara untuk mengontrol rematik adalah dengan menghindari berbagai pantangan, termasuk makanan, yang dapat memperparah penyakit.

Kemudian, penderita rematik pun perlu melakukan berbagai hal, termasuk memilih makanan, yang dianjurkan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Lantas, apa saja pantangan untuk penderita rematik, termasuk makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi?

Berbagai pantangan yang perlu dihindari penderita rematik

Gejala rheumatoid arthritis yang Anda alami dapat kambuh bila Anda tidak menjalani pengobatan rematik sesuai anjuran dan melakukan aktivitas yang tidak disarankan.


Berikut berbagai aktivitas yang menjadi pantangan rematik, sehingga perlu dihindari untuk mengurangi risiko kekambuhan pada diri Anda:

1. Rokok

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko penyakit rematik. Oleh karena itu, bila Anda sudah memiliki rematik dan masih merokok, penyakit yang Anda miliki beserta gejala yang timbul bisa bertambah parah.

Pasalnya, dilansir dari National Rheumatoid Arthritis Society, merokok dikaitkan dengan produksi faktor rheumatoid dan antibodi anti-CCP, yang keduanya dapat meningkatkan risiko perkembangan penyakit rematik. Selain itu, merokok juga terbukti dapat menurunkan efektivitas obat antirematik yang dikonsumsi, seperti methotrexate dan TNF inhibitors.

2. Aktivitas atau olahraga berat

Melakukan aktivitas yang berat, termasuk olahraga dengan intensitas tinggi, dapat menambah beban pada persendian Anda. Kondisi ini tentu dapat membuat sendi Anda semakin sakit dan aktivitas harian Anda akan terganggu.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari pantangan yang satu ini agar rematik yang Anda alami tidak semakin parah. Adapun beberapa olahraga atau aktivitas yang perlu Anda hindari, seperti berlari, melompat, aerobik intensitas tinggi, tenis, atau mengangkat beban berat, dan mengulang gerakan yang sama secara berulang.

3. Malas gerak

Melakukan aktivitas berat memang dapat menambah beban pada persendian, tetapi bukan berarti Anda tidak boleh melakukan olahraga atau justru membuat Anda malas bergerak. Pasalnya, malas gerak atau terlalu banyak istirahat justru dapat menambah kekakuan pada sendi dan otot di sekitar sendi menjadi lemah.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari pantangan ini agar rematik Anda tidak kambuh. Anda bisa menyiasatinya dengan melakukan olahraga ringan yang bervariasi, seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, latihan kekuatan, peregangan, yoga, atau tai chi, dan jangan memaksakan diri ketika berolahraga. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau terapis sebelum Anda menjalaninya.

4. Cuaca dingin

panduan mengatasi radang dingin

Tidak semua penderita arthritis, termasuk rheumatoid arthritis, merasakan gejala yang memburuk ketika cuaca dingin atau saat terjadi penurunan suhu. Oleh karena itu, hal ini masih menjadi perdebatan apakah cuaca dingin merupakan salah satu pantangan bagi penderita rematik.

Namun, dijelaskan oleh Vinicius Domingues, salah satu ahli reumatologi dari Florida, Amerika Serikat, penurunan tekanan udara pada cuaca dingin dapat menyebabkan persendian membesar, sehingga sendi akan terasa semakin nyeri pada penderita rematik. Namun, hal ini belum sepenuhnya bisa dibuktikan.

Makanan pantangan rematik yang perlu Anda hindari

Makanan atau minuman tertentu disebut dapat menyebabkan peradangan pada tubuh dan meningkatkan berat badan. Adapun keduanya dapat memperparah rematik yang Anda miliki. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari atau membatasi beberapa makanan pantangan atau penyebab rematik tersebut. Berikut daftarnya:

1. Alkohol

Para ahli berpendapat, mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit masih diperbolehkan dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, mengonsumsi alkohol berlebihan justru dapat merusak hati, menyebabkan peradangan, serta meningkatkan kemungkinan efek samping dari pengobatan yang Anda jalani.

Bagi Anda yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan acetaminophen untuk mengobati rematik, sebaiknya Anda menghindari alkohol karena dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung dan masalah hati. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari pantangan ini agar rematik Anda tetap terkontrol.

2. Makanan mengandung pemanis dan karbohidrat olahan

Makanan atau minuman mengandung pemanis, seperti soda, jus, atau kue, perlu dibatasi karena dapat memicu pelepasan sitokin yang bisa menyebabkan peradangan pada tubuh. Pemanis itu sendiri bisa berasal dari gula dapur atau gula rafinasi yang umumnya memiliki nama akhir “ose” atau “osa” di label kemasan makanan.

Selain itu, Anda juga perlu menghindari karbohidrat olahan, seperti roti putih, beras putih, atau pasta dan sereal yang terbuat dari tepung putih, karena dapat memicu obesitas dan peradangan, sehingga dapat memperparah rematik yang Anda miliki.

3. Daging merah dan olahan

kebanyakan makan daging

Daging merah dan olahan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang dapat memicu peradangan dan obesitas. Selain itu, banyak produk daging olahan yang ditambah dengan pengawet atau zat aditif lainnya yang dapat memunculkan reaksi peradangan, termasuk pada orang rematik.

Daging yang dipanggang atau digoreng dengan suhu sangat tinggi pun bisa menghasilkan reaksi inflamasi dan menyebabkan kerusakan jaringan di dalam tubuh, karena mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang tinggi. Selain daging merah dan olahan, produk susu juga mengandung lemak jenuh, sehingga merupakan salah satu pantangan rematik yang perlu dihindari.

4. Makanan mengandung omega-6

Makanan mengandung asam lemak omega-6, seperti mentega, minyak sayur, atau minyak canola, memang sehat bagi tubuh Anda. Namun, mengonsumsi terlalu banyak makanan tersebut justru tidak baik bagi kesehatan Anda, sehingga rematik yang Anda miliki sulit terkontrol.

Selain pantangan, ketahui juga makanan yang dianjurkan untuk rematik

Bila sudah menghindari makanan yang menjadi pantangan, sebaiknya Anda mulai mengonsumsi makanan yang justru dapat membantu Anda menyembuhkan rematik. Berikut beberapa makanan yang dianjurkan untuk penderita rematik:

  • Ikan

Jenis ikan tertentu, seperti salmon, tuna, sarden, atau herring, mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu meredakan inflamasi. Mengonsumsi asam lemak omega-3 juga dapat menyeimbangkan kadar asam lemak omega-6 yang tidak baik bagi penderita rematik bila dikonsumsi berlebihan.

Anda dapat mengonsumsi ikan sebanyak 3-4 ons dalam 2 kali seminggu untuk dapat memperoleh manfaat tersebut. Selain ikan, kandungan omega-3 ini juga dapat Anda peroleh melalui kenari, flaxseed (biji rami), atau kedelai.

  • Minyak zaitun

Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sehat serta senyawa oleochantal yang bersifat antioksidan, sehingga mampu mengurangi peradangan. Bahkan khasiat minyak zaitun disebut sama dengan obat ibuprofen dalam mengurangi rasa nyeri pada penderita rematik. Namun, konsumsi minyak zaitun tidak boleh berlebihan karena dapat menaikkan berat badan Anda.

  • Biji-bijian utuh

gandum utuh

Makanan dari biji-bijian utuh, seperti oat, gandum, beras merah, quinoa, dan lainnya, dapat menurunkan kadar protein C-reaktif (CRP) dan mengurangi risiko penyakit jantung pada penderita rematik. Dengan demikian, makanan ini dianjurkan untuk penderita rematik karena dapat mencegah terjadinya komplikasi rematik, yang salah satunya berhubungan dengan masalah jantung.

  • Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, seperti kacang polong, kacang merah, dan kacang hitam, adalah makanan lain yang dianjurkan untuk penderita rematik. Jenis makanan ini mengandung serat yang dapat menurunkan kadar CRP serta sumber protein yang penting untuk kesehatan otot. Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung asam folat, zat besi, magnesium, seng, dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung dan sistem imun.

  • Sayuran dan buah-buah

Sayuran dan buah-buahan adalah sumber makanan penting yang baik untuk semua orang, termasuk penderita rematik. Jenis makanan ini kaya akan antioksidan yang membantu melawan peradangan dan kerusakan sel. Vitamin, mineral, dan polifenol didalamnya pun membantu menurunkan kadar CRP yang merupakan tanda adanya peradangan.

Untuk mendapat manfaat tersebut, konsumsilah 2-3 cangkir sayuran dan dua cangkir buah-buahan setiap hari dengan variasi yang berbeda. Adapun beberapa sayuran dan buah yang baik untuk penderita rematik, seperti buah beri (blueberry, stroberi, blackberry), jeruk, bayam, kale, brokoli, dan lainnya.

Selain daftar di atas, Anda pun bisa memilih berbagai rempah atau bahan makanan lainnya yang biasa dijadikan sebagai obat alami rematik. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Arthritis Foundation. 2020. Anti-Inflammatory Diet Do’s and Don’ts. https://www.arthritis.org/health-wellness/healthy-living/nutrition/anti-inflammatory/anti-inflammatory-diet. Accessed September 11, 2020.

Arthritis Foundation. 2020. 12 Best Foods for Arthritis. https://www.arthritis.org/health-wellness/healthy-living/nutrition/healthy-eating/12-best-foods-for-arthritis Accessed September 11, 2020.

Arthritis Foundation. 2020. Foods That Can Help RA Symptoms. https://www.arthritis.org/health-wellness/treatment/treatment-plan/tracking-your-health/foods-that-can-help-ra-symptoms. Accessed September 11, 2020.

Arthritis Foundation. 2020. Best Exercises for Rheumatoid Arthritis. https://www.arthritis.org/health-wellness/healthy-living/physical-activity/other-activities/best-exercises-for-rheumatoid-arthritis. Accessed September 11, 2020.

Creaky Joints. 2020. Getting Through Winter with Arthritis: 8 Tips to Ease Joint Pain and Stay Safe. https://creakyjoints.org/living-with-arthritis/coping-with-arthritis-in-winter/. Accessed September 11, 2020.

Hackensack Meridian Health. 2020. Foods You Should Avoid with Rheumatoid Arthritis. https://www.hackensackmeridianhealth.org/HealthU/2018/09/26/foods-you-should-avoid-with-rheumatoid-arthritis/. Accessed September 11, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Rheumatoid arthritis: Is exercise important? https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/in-depth/rheumatoid-arthritis-exercise/art-20096222. Accessed September 11, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Arthritis pain: Do’s and Don’ts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arthritis/in-depth/arthritis/art-20046440. Accessed September 11, 2020.

National Rheumatoid Arthritis Society. 2020. Smoking and Rheumatoid Arthritis. https://www.nras.org.uk/smoking-and-rheumatoid-arthritis. Accessed September 11, 2020.

NHS. 2020. Living with – Rheumatoid arthritis. https://www.nhs.uk/conditions/rheumatoid-arthritis/living-with/. Accessed September 11, 2020.

Rheumatoid Arthritis. 2020. RA Inflammatory Foods: What are the Best Diet Tips? https://www.rheumatoidarthritis.org/living-with-ra/diet/inflammatory-foods/. Accessed September 11, 2020.

Rheumatoid Arthritis. 2020. Life with RA: What Will My Quality of Life Be Like? https://www.rheumatoidarthritis.org/living-with-ra/. Accessed September 11, 2020.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 06/02/2021
x