Obat Asam Urat yang Efektif Meredakan Nyeri dan Mencegah Kambuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Penyakit asam urat adalah radang pada sendi (arthritis) yang biasa terjadi di jempol kaki, lutut, pergelangan kaki, telapak kaki, pergelangan tangan, atau siku. Untuk mengatasi penyakit asam urat, Anda umumnya membutuhkan obat-obatan, baik yang bisa dibeli di apotik (generik) atau dari resep dokter. Lantas, apa saja obat-obatan medis untuk mengatasi asam urat? Apakah ada cara lain untuk mengobati penyakit asam urat?

Daftar obat medis untuk mengobati penyakit asam urat

Penyakit asam urat disebabkan oleh kadar asam urat (uric acid) yang tinggi di dalam tubuh. Tingginya kadar asam urat dapat menumpuk dan mengkristal di persendian, sehingga menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan gejala lain yang mengganggu.

Gejala asam urat umumnya terjadi secara mendadak atau sering juga disebut dengan serangan asam urat. Kemudian serangan ini dapat mereda pada suatu waktu dan kembali kambuh pada masa mendatang, terutama bila kadar asam urat Anda tidak terkontrol.

Oleh karena itu, pengobatan asam urat umumnya diberikan dalam dua bagian utama, yaitu untuk mengobati serangan asam urat yang mendadak, serta mencegah serangan pada waktu berikutnya. Dengan mencegah serangan tersebut, penyakit Anda dapat terkontrol serta terhindar dari asam urat kronis dan komplikasi asam urat yang mengganggu kesehatan Anda.

Berikut nama obat-obatan yang dinilai paling ampuh, baik dibeli di apotik ataupun dari resep dokter, untuk menyembuhkan gejala serta menurunkan kadar asam urat pada diri Anda:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)

Selain untuk osteoarthritis, obat NSAID juga umumnya digunakan untuk mengatasi serangan asam urat, baik meredakan rasa nyeri maupun mengurangi peradangan pada sendi. Jenis obat ini dapat mempersingkat waktu serangan, terutama jika dikonsumsi dalam 24 jam pertama ketika serangan terjadi. Oleh karena itu, obat NSAID perlu segera diminum begitu Anda merasakan adanya gejala muncul.

Beberapa obat NSAID generik untuk mengobati asam urat dapat Anda temukan di apotik, seperti ibuprofen atau naproxen. Namun, untuk kasus yang lebih parah, Anda mungkin membutuhkan obat NSAID yang lebih kuat, seperti indometasin atau celecoxib. Namun, kedua nama obat ini hanya bisa didapat dari resep dokter dan seringkali diberikan untuk mengobati serangan asam urat akut.

Meski bisa dibeli bebas di apotik, tetapi sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, obat NSAID bisa berinteraksi dengan obat-obatan lain yang mungkin sedang Anda konsumsi. Selain itu, obat-obatan ini juga dapat menimbulkan efek samping terkait sistem pencernaan bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

  • Colchicine

Colchicine adalah

Colchicine merupakan obat yang dapat membantu meredakan nyeri sendi dengan mengurangi peradangan akibat pembentukan kristal urat. Obat ini umumnya digunakan dalam dua kondisi.

Pertama, colchicine diminum dalam dosis tinggi dan bersamaan dengan NSAID ketika serangan asam urat terjadi. Pada kondisi ini, obat colchicine harus segera diminum begitu serangan asam urat datang untuk membantu meredakan gejala tersebut.

Kedua, colchicine diminum dalam dosis rendah dan jangka panjang setelah serangan asam urat mereda. Pada kondisi ini, obat colchicine bertujuan untuk mencegah serangan asam urat terjadi pada masa berikutnya.

Meski demikian, obat colchicine juga berisiko menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut. Selain itu, obat ini pun tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam urat yang memiliki penyakit ginjal kronis.

  • Steroid

Bila Anda berisiko mengonsumsi NSAID atau colchicine, atau kedua obat tersebut tidak bekerja efektif pada diri Anda, dokter mungkin akan memberikan obat steroid untuk mengatasi asam urat yang Anda alami. Steroid atau kortikosteroid, seperti prednisone, merupakan obat yang kuat untuk mengontrol peradangan serta rasa nyeri pada persendian yang parah.

Jenis obat ini umumnya diberikan saat Anda mengalami serangan asam urat akut, dan tidak boleh digunakan untuk jangka panjang. Bentuknya bisa berupa pil atau tablet yang diminum dalam beberapa hari atau suntikan langsung ke area sendi yang terkena. Oleh karena itu, meski obat ini tersedia di apotik, Anda wajib menebusnya dengan resep dokter.

Meski dinilai lebih ampuh, obat steroid juga dapat menimbulkan efek samping, seperti perubahan suasana hati serta kenaikan gula darah dan tekanan darah. Adapun obat steroid suntikan dapat menyebabkan kerusakan ligamen dan tulang rawan bila digunakan terlalu sering.

  • Allopurinol

Allopurinol adalah obat kelas xanthine oxidase inhibitor, bertujuan untuk mencegah serangan asam urat berikutnya. Allopurinol bekerja dengan mengurangi produksi asam urat berlebih, sehingga ini bisa menjadi cara untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh Anda.

Obat penurun asam urat ini tersedia di apotik, tetapi harus Anda dapatkan dengan menebus resep dokter. Awalnya, dokter akan memberikan allopurinol dalam dosis rendah, kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sampai Anda mendapatkan dosis yang tepat.

Dilansir dari Versus Arthritis, hal ini penting dilakukan agar tidak memicu terjadinya serangan asam urat. Selain itu, dokter pun memastikan bahwa Anda hanya cukup mendapatkan dosis rendah untuk mengontrol kadar asam urat Anda.

Meski demikian, allopurinol dapat menimbulkan efek samping berupa ruam dan jumlah darah yang rendah. Obat ini pun tidak disarankan bagi yang memiliki masalah dengan ginjal.

  • Febuxostat

pengobatan diare

Sama seperti allopurinol, febuxostat juga merupakan obat xanthine oxidase inhibitor, yang bekerja dengan cara menurunkan kadar asam urat berlebih di dalam tubuh. Namun, obat ini umumnya diberikan bila Anda tidak bisa mengonsumsi allopurinol atau tidak dapat mengonsumsi allopurinol dalam dosis yang tinggi.

Obat penurun asam urat ini pun tidak bisa dibeli bebas di apotik. Pasalnya, pemberian febuxostat harus secara bertahap, dari dosis rendah hingga ke dosis tinggi, terutama bila dosis rendah saja tidak cukup untuk menurunkan kadar asam urat.

Selain itu, febuxostat pun lebih mungkin memicu serangan asam urat saat pertama kali mengonsumsinya. Oleh karena itu, umumnya dokter juga akan memberikan obat NSAID atau colchicine dosis rendah untuk dikonsumsi selama enam bulan pertama ketika memulai minum febuxostat.

Obat untuk sakit asam urat ini tidak boleh diminum bersamaan dengan  6-mercaptopurine (6-MP) atau azathioprine. Penggunaan febuxostat pun akan menimbulkan efek samping, seperti ruam, mual, penurunan fungsi hati, dan peningkatan risiko kematian terkait jantung.

  • Probenecid

Probenecid adalah obat yang bekerja dengan meningkatkan kemampuan ginjal untuk membuang kelebihan asam urat dari dalam tubuh Anda lewat urine. Hal ini dapat membantu Anda menurunkan kadar asam urat dalam darah serta mencegah asam urat kambuh.

Obat probenecid biasanya diberikan bila allopurinol dan febuxostat tidak dapat Anda konsumsi atau tidak efektif untuk Anda. Namun, pada kondisi tertentu, obat penurun asam urat ini juga dapat digunakan bersamaan dengan allopurinol dan febuxostat.

Di sisi lain, obat ini pun umumnya tidak dapat digunakan jika Anda memiliki masalah dengan ginjal, terutama batu ginjal. Pasalnya, dengan mendorong kemampuan ginjal untuk menyaring asam urat, maka hal ini juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Selain probenecid, obat serupa yang umum diberikan dokter, yaitu lesinurad. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai jenis obat yang tepat.

  • Pegloticase

Pegloticase adalah enzim yang dapat mengolah asam urat menjadi allantoin, yang kemudian akan dikeluarkan tubuh melalui urine. Jenis obat ini diberikan ketika obat-obatan lain tidak dapat menurunkan kadar asam urat Anda.

Di sisi lain, pemberian pegloticase merupakan salah satu cara untuk menurunkan asam urat dengan cepat. Pasalnya, obat ini diberikan melalui infus intravena setiap 2 minggu sekali. Oleh karena itu, obat asam urat ini tidak bisa dibeli bebas di apotik.

Meski demikian, Anda tidak boleh diobati dengan pegloticase jika Anda alergi pada zat di dalamnya. Anda juga tidak akan diresepkan obat ini apabila dokter menemukan bahwa Anda mengalami defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).

Selain itu, Anda pun mungkin akan diberikan obat lain, seperti steroid atau antihistamin untuk membantu mencegah reaksi alergi. Anda pun akan dipantau terus secara ketat untuk mengetahui perkembangan reaksi tubuh Anda terhadap infus.

Gaya hidup sehat sebagai cara mengobati asam urat yang perlu diterapkan

olahraga gerak jalan saat pandemi
Sumber: Open Fit

Meski diberikan berbagai obat, penyakit asam urat tetap tidak dapat disembuhkan secara total. Anda perlu mengontrol kadar asam urat serta gejala yang timbul agar penyakit ini tidak berkembang semakin parah.

Selain melalui obat-obatan, cara menurunkan atau mengurangi kadar asam urat yang tinggi adalah dengan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa cara mengatasi asam urat lainnya yang bisa Anda praktikkan di rumah:

  • Mengubah pola makan

Salah satu penyebab asam urat tinggi adalah makanan yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, Anda perlu mengubah pola makan Anda untuk membantu menurunkan kadar asam urat yang tinggi tersebut.

Adapun untuk mencapai tujuan tersebut, Anda perlu menghindari dan membatasi makanan mengandung purin yang menjadi pantangan asam urat, seperti jeroan, seafood, alkohol, dan sebagainya. Di sisi lain, Anda perlu mengonsumsi makanan rendah lemak dan gula serta tinggi kandungan serat.

Bila perlu, konsumsi makanan untuk asam urat yang direkomendasikan, seperti ceri, yang disebut dapat membantu mengurangi risiko terjadinya asam urat, terutama bila dikonsumsi dengan allopurinol.

  • Melakukan olahraga secara teratur

Rutin berolahraga merupakan cara berikutnya yang dapat membantu mengobati asam urat Anda. Aktivitas ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya serangan asam urat serta menjaga berat badan dan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, berolahragalah secara teratur dengan intensitas ringan hingga sedang setidaknya 30 menit selama lima hari dalam seminggu, seperti berjalan, berenang, atau bersepeda. Mulailah olahraga dengan perlahan dan tingkatkan secara bertahap. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai waktu dan jenis olahraga yang tepat.

  • Memperbanyak minum air putih

Sebaiknya minum air putih minimal delapan gelas per hari untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Memperbanyak minum air merupakan salah satu cara menurunkan asam urat yang efektif.

Pasalnya, air membantu mengangkut zat-zat racun dan yang sudah tidak terpakai, termasuk kelebihan asam urat. Itu sebabnya beberapa ahli percaya bahwa minum air putih ikut membantu melancarkan pembuangan asam urat yang menumpuk dalam tubuh.

  • Menggunakan obat alternatif secara hati-hati

Selain secara medis dan perubahan gaya hidup, Anda pun bisa mengonsumsi obat alternatif sebagai salah satu cara untuk mengatasi atau menurunkan asam urat yang tinggi. Pengobatan alternatif ini bisa berupa obat herbal asam urat atau suplemen. Suplemen yang diyakini dapat membantu mengurangi asam urat, yaitu yang mengandung vitamin C.

Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat alternatif ini. Pasalnya, beberapa suplemen atau obat herbal mungkin dapat berinteraksi dengan pengobatan asam urat yang sedang Anda jalani atau justru dapat memperparah penyakit Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
obat alami oral thrush

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
krim muka dari dokter bikin ketagihan

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit