Saat ini, sudah banyak dijumpai bumbu penyedap rasa dan bumbu siap saji. Ingin memasak nasi goreng, Anda bisa membeli bumbu instan di supermarket, tidak perlu repot-repot membuat bahan racikannya dulu. Ingin membuat ayam tepung, Anda juga bisa mendapatkan bumbunya di supermarket. Bumbu instan ini menjadi penolong saat kita tidak bingung meracik bumbu tradisional.

Namun penyedap rasa yang paling terkenal mungkin adalah MSG, yang dapat membuat makanan menjadi lebih gurih. MSG adalah kepanjangan dari  Monosodium Glutamate, kita lebih mengenalnya sebagai micin atau vetsin. Rasa masakan pun menjadi berbeda jika ditambahkan dengan MSG. Namun, benarkah MSG itu sehat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama?

Apa itu MSG?

MSG berasal dari amino acid glutamic yang diubah menjadi garam natrium. MSG merupakan penambah rasa yang natural pada makanan. Kita bisa menemukan MSG pada banyak masakan, termasuk bumbu instan, buah-buahan kalengan, dan sup kemasan. Menggunakan MSG sendiri masih bisa ditoleransi, tetapi terkadang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Orang dengan alergi terhadap MSG dapat mengalami sakit kepala. Jika orang tersebut memiliki asma, akan menyebabkan sakit dada dan debaran jantung. Selain itu, Anda juga bisa mengalami perubahan suasana hati. Semua gejala ini biasanya dikenal sebagai Chinese Restaurant Syndrome – karena MSG sering ditemukan pada masakan China.

Apakah ada alternatif pengganti MSG?

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah ada bahan makanan alternatif lain yang dapat membuat masakan menjadi lebih sedap tanpa MSG. Berikut ini yang bisa Anda gunakan:

1. Rempah-rempah

Tentu Anda masih ingat salah satu alasan Belanda menjajah Indonesia jaman dahulu kala, bukan? Ya, karena rempah-rempah banyak ditemukan di Indonesia. Kenapa kita tidak kembali melestarikan bumbu-bumbu masakan seperti bawang putih, bawang merah, merica atau lada, kunyit, ketumbar, dan jinten? Bahan rempah ini jika diracik dengan tepat dapat merangsang selera makan dan menambah rasa makanan. Yang perlu Anda garis bawahi, jika Anda membeli bumbu tersebut yang sudah dicampur atau yang sudah dikemas, sebaiknya Anda periksa labelnya, untuk keterangan ada tidak tambahan MSG atau protein nabati yang terhidrolisis.

2. Garam

Garam laut adalah alternatif lain sebagai penyedap rasa, sebab dapat menambahkan rasa pada makanan dan memberikan rasa yang lebih lembut daripada garam meja. Perbedaan garam laut dan garam meha adalah natrium dan kalium iodida telah dicampurkan pada garam meja, berbeda dengan garam laut yang diproses melalui penguapan air laut dan mengandung kalium alami.

3. Garam laut buatan

Berbagai macam alternatif garam dapat dijadikan pengganti MSG, garam jenis ini diduga lebih baik dikonsumsi. Garam sintetis biasanya terbuat dari kalium klorida atau KCI. Senyawa ini digunakan pada keju, roti, dan daging untuk menambah rasa yang alami. KCI mengandung kalium dan dapat memberikan rasa pahit. Sebelum menjadikan KCI sebagai penyedap rasa, sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter, kalau Anda memiliki masalah kesehatan.

Selain kalium klorida, ada kalsium klorida, magnesium klorida, dan magnesium sulfat, semuanya menawarkan rasa asin-pahit. Tetapi Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya, sebaiknya jangan banyak-banyak, sebab menurut National Institutes of Health yang dikutip Livestrong.com, kalsium klorida dapat menyebabkan iritasi lidah.

4. Konsentrat susu

Ini adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk variasi makanan besar. Kandungan lemak dalam susu dapat menimbulkan sensasi kelezatan di lidah. Selain itu, susu juga membantu melepaskan dan menutupi rasa makanan. Konsentrat ini dibuat dari enzim yang dimodifikasi dari mentega, krim dan keju.

5. Kedelai

Anda juga bisa mengombinasikan masakan dengan kedelai. Selain memiliki level protein yang tinggi, kacang kedelai juga mengandung nutrisi yang serupa dengan daging. Makanan Jepang dan China sering ditambahkan dengan kacang kedelai serba guna. Rasa yang diperoleh dari fermentasi ini dapat memberikan sensasi sedap yang biasanya diberikan oleh MSG.

6. Tomat

Buah ini sangat bebas dari glutamat, yang menawarkan rasa ‘MSG’ alami. Tomat yang dipanggang akan meningkatkan rasanya. Jika disajikan dengan semua makanan, akan menghasilkan rasa yang kuat. Selain itu, tomat kaya akan vitamin C dan E dan keduanya adalah antioksidan.

7. Jamur

Jamur sering disajikan sebagai pengganti daging. Protein yang lebih tinggi daripada senyawa MSG juga ditemukan pada jamur. Jamur bisa disajikan sebagai jamur krispi, disayur dan disajikan bersama tiram. Rasa gurih memang sudah terdapat dalam jamur itu sendiri.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca