Kapan Sebaiknya Mulai Minum Obat Hipertensi, Kalau Sudah Punya Tekanan Darah Tinggi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Normalnya, tekanan darah berkisar di angka 120/80 mmHG. Tekanan darah bisa dibilang tinggi atau hipertensi ketika sudah lebih tinggi dari 140/90 mmHG. Jika Anda sudah mengalami ini, perlukah langsung minum obat hipertensi, atau bisa ditangani dulu dengan menjalani pola hidup yang lebih sehat? Simak jawabannya di bawah ini.

Kapan saya harus minum obat hipertensi?

Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah dan bisa berakibat fatal. Akan tetapi, haruskah langsung minum obat hipertensi? Tidak selalu demikian. Sebelum meresepkan obat, dokter harus lebih dulu mempertimbangkan seberapa tinggi tekanan darah, kondisi kesehatan, dan juga usia Anda.

Ketika bacaan tensi Anda masih berkisar 120-139 mmHG untuk tekanan sistolik namun tekanan diastolik kurang dari 80 sampai 89, artinya Anda masih tergolong prehipertensi. Anda mungkin tidak membutuhkan obat-obatan darah tinggi saat ini, selama masih bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat dan Anda tidak menunjukkan risiko komplikasi. Meski begitu, prehipertensi tidak boleh disepelekan. Orang dengan prehipertensi berisiko lebih tinggi untuk menjadi hipertensi.

Apabila bacaan tensi Anda 140/90 sampai 159/99 mmHG atau lebih tinggi lagi daripada 160/100 mmHG, Anda mungkin perlu minum obat hipertensi. Bila Anda pernah memiliki tekanan darah 180/120 mmHG atau lebih tinggi, ini tergolong sangat tinggi. Anda perlu bantuan medis segera untuk mengendalikannya.

Pada umumnya, dokter akan meresepkan obat apabila tekanan darah Anda tidak kunjung turun setelah tiga bulan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Obat darah tinggi juga dapat diresepkan dokter, ketika ia mendeteksi Anda memiliki masalah kesehatan lainnya seperti penyakit ginjal atau penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung atau stroke. Jika Anda memiliki masalah medis lainnya, seperti kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung, dokter akan lebih cepat merekomendasikan pengobatan untuk Anda.

Pemberian resep obat darah tinggi mungkin ditunda bagi lansia

Ketentuan pemberian resep obat hipertensi bisa berbeda untuk orang yang lebih tua. Pasalnya, risiko penyakit jantung akan meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko efek samping dari obat hipertensi seperti pusing dan jatuh juga bisa menjadi lebih serius ketika dikonsumsi oleh orang lanjut usia. Maka jika Anda memiliki hipertensi dan berusia 80 tahun atau lebih, dokter mungkin akan menunda memberikan resep obat untuk melindungi Anda dari efek samping tersebut.

Akan tetapi bila Anda berusia 60 tahun atau lebih, American Collage of Physicians dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan Anda untuk memulai mengonsumsi obat hipertensi jika jumlah tekanan darah Anda 130 atau lebih tinggi.

Maka, diskusikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani Anda untuk bisa tahu lebih pasti kapan Anda sudah harus minum obat hipertensi. Dokter juga dapat menentukan jenis obat, dosis, dan cara pakainya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana mengetahui jika memiliki hipertensi?

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa Anda mengalami tekanan darah tinggi yang berbahaya. Karena hipertensi umumnya sering tidak menampilkan gejala yang tidak terlihat. Satu-satunya cara untuk benar-benar yakin Anda memiliki hipertensi adalah melalui tes tekanan darah secara teratur.

Seberapa sering tekanan darah Anda harus diperiksa bervariasi dari kasus satu ke kasus lainnya. Jika Anda khawatir tentang tingkat tekanan darah Anda saat ini, periksalah ke dokter Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca