Kenapa Obat Statin untuk Kolesterol Harus Diminum di Malam Hari?

Oleh

Bagi Anda yang sedang mengelola kadar kolesterol, dokter biasanya akan menginstruksikan Anda mengonsumsi obat penurun kolesterol (statin) satu kali sehari di malam hari. Jalan menuju kesembuhan adalah dengan menuruti apa kata dokter. Tapi penasarankah Anda apa alasannya? Lalu, apa boleh obat statin diminum di pagi hari?

Bagaimana cara kerja obat statin untuk menurunkan kadar kolesterol?

Statin adalah obat yang biasa diresepkan oleh dokter untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Secara spesifik, obat ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang biasa kita kenal dengan lemak jahat. Jika darah Anda mengandung terlalu banyak LDL, maka lemak ini dapat menumpuk dan berkerak di dinding pembuluh darah sehingga menurunkan aliran darah dan menimbulkan penyumbatan. LDL banyak dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

Obat penurun kolesterol ini bekerja dengan dua cara: menghambat enzim yang diperlukan tubuh untuk memproduksi kolesterol, dan juga membantu mengurangi plak lemak yang telah terbentuk dalam pembuluh darah. Oleh karena itu, obat statin dikenal dapat menurunkan risiko Anda mengalami stroke atau serangan jantung.

Kenapa statin harus dikonsumsi saat malam hari?

Ada sangat banyak merk obat golongan statin yang beredar di masyarakat. Kebanyakan golongan statin dikonsumsi 24 jam sekali. Beberapa jenis statin dapat bekerja lebih maksimal jika dikonsumsi setelah makan, sementara sebagian lagi lebih baik jika dikonsumsi malam hari. Hal ini disebabkan karena enzim yang membuat kolesterol lebih aktif pada malam hari.

Beberapa jenis obat statin memiliki waktu paruh kurang dari 6 jam, obat jenis ini biasanya merupakan jenis yang paling baik dikonsumsi pada malam hari. Simvastatin merupakan salah satu contohnya. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa ketika simvastatin dikonsumsi pada malam hari, maka obat ini akan mengurangi lebih banyak kolesterol LDL daripada jika dikonsumsi pagi hari.

Lovastatin, merupakan jenis statin yang harus dikonsumsi saat makan malam. Sementara lovastatin jenis lepas lambat lebih baik dikonsumsi saat ingin tidur. Fluvastatin — yang memiliki waktu paruh tiga jam juga lebih baik dikonsumsi pada malam hari.

Statin boleh diminum pagi hari, tapi tergantung jenisnya

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa jenis statin yang lebih baru memiliki efektivitas yang sama saat dikonsumsi pagi hari. Obat-obat tersebut antara lain adalah atorvastatin dan rosuvastatin. Kedua jenis obat ini memiliki waktu paruh yang lebih panjang, yakni selama 14 jam. Fluvastatin jenis lepas lambat bahkan dapat diminum kapan pun.

Yang perlu Anda ketahui saat mengonsumsi statin

Penting untuk Anda pahami bahwa tidak semua jenis obat statin adalah sama. Oleh karena itu, Anda perlu mencermati terlebih dulu, jenis obat statin apa yang Anda konsumsi. Selalu  patuhi petunjuk yang diberikan dokter untuk hasil yang maksimal. Tanyakan dengan jelas kapan Anda harus mengonsumsi obat Anda, dan apakah Anda perlu mengonsumsinya sesudah makan. Obat ini bekerja paling baik saat dikonsumsi di waktu yang sama setiap hari.

Perlu Anda ketahui pula bahwa beberapa jenis statin tidak baik jika dikonsumsi bersamaan dengan grapefruit. Grapefruit dapat membuat obat ini bertahan lebih lama dalam tubuh sehingga akhirnya menumpuk. Penumpukan statin dapat meningkatkan risiko pecah otot, kerusakan hati, dan bahkan gagal ginjal. Jika pada kemasan tidak terdapat keterangan mengenai interaksi obat statin Anda dengan grapefruit, maka Anda dapat menanyakan dokter mengenai hal ini.

Statin juga dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain. Oleh karena itu, selalu konsultasikan pada dokter mengenai obat-obatan apa saja yang akan Anda minum, termasuk suplemen dan obat bebas lainnya.

Statin juga dapat memberikan beberapa efek samping seperti nyeri otot, nyeri sendi, mual, dan sakit kepala. Efek samping yang lebih serius meliputi kerusakan otot, ginjal, dan hati. Jika Anda menderita diabetes tipe 2, statin juga dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala efek samping apapun setelah mengonsumsi obat penurun kolesterol Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 9, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca