6 Hal yang Sering Jadi Penyebab Terbentuknya Batu Ginjal

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/05/2017
Bagikan sekarang

Batu ginjal adalah benda keras (biasanya menyerupai batu) yang terbentuk di dalam organ ginjal manusia. Jika Anda mengalami kondisi batu ginjal, biasanya ketika buang air kecil akan mengeluarkan rasa sakit dan bahkan adanya pendarahan. Sebelum mengetahui apa saja penyebab batu ginjal, simak dulu berbagai jenis batu ginjal berdasarkan penyebabnya.

Jenis- jenis batu ginjal

Batu ginjal terdiri dari beberapa jenis yang berbeda, tergantung kepada penyebabnya dan apa materi yang membentuk batu ginjal tersebut.

  • Batu kalsium.  Batu ginjal jenis ini merupakan yang paling sering terjadi. Penyebab batu ginjal ini adalah kalsium oksalat, yang dipengaruhi oleh ekskresi kalsium dalam tubuh yang tinggi.
  • Batu asam urat. Batu ginjal jenis ini,terbentuk ketika pH urin Anda berada dalam keadaan asam untuk jangka waktu yang lama. Jika konsentrasi asam urat meningkat dalam urin, maka asam urat bisa membentuk batu dari asam urat itu sendiri, atau membentuk batu bersamaan dengan kalsium.
  • Batu struvite. Batu ginjal yang satu ini merupakan hasil dari infeksi pada ginjal. Cara penanganannya adalah membuang batu dari saluran kemih dan mencegah infeksi datang kembali agar tidak membentuk batu lagi.
  • Batu cystine. Penyebab batu ginjal ini, diakibatkan oleh kelainan genetik yang menyebabkan cystine keluar dari ginjal menuju urin dan membentuk kristal yang lama kelamaan berubah menjadi batu.

Penyebab batu ginjal terbentuk dalam tubuh.

1. Urin yang sedikit

Penyebab batu ginjal yang paling sering terjadi adalah sedikitnya cairan urin yang keluar. Volume urin yang rendah bisa disebabkan oleh dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), olahraga terlalu keras, bekerja atau tinggal di tempat yang panas, atau kurang minum air putih. Cairan urin yang sedikit juga cenderung akan berwarna gelap.

Mencegah terjadinya batu ginjal bisa dilakukan dengan cara meningkatkan asupan cairan. Cairan dalam tubuh yang banyak juga dapat mencairkan kandungan garam dalam tubuh. Hal tersebut berguna untuk mengurangi risiko pembentukan batu pada ginjal.

2. Diet

Siapa sangka, diet yang selama ini Anda pikir akan menyehatkan, malah dapat menjadi salah satu penyebab batu ginjal? Diet tertentu dapat memengaruhi terbentuknya batu ginjal. Mengapa demikian? Penelitian telah menunjukkan, bahwa diet tinggi garam dapat meningkatkan jumlah kalsium yang harus diproses oleh ginjal. Ini dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Hindari juga untuk melakukan diet tinggi protein hewani, seperti daging sapi, ayam, dan ikan. Diet hewani tersebut dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan di urin Anda. Jika kadar asam urat Anda tinggi, maka ini dapat mengakibatkan adanya batu dalam ginjal.

3. Gangguan pencernnaan tertentu

Beberapa gangguan pencernaan, salah satunya diare, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal kalsium oksalat. Diare akan memicu hilangnya sejumlah cairan dari tubuh, sehingga akan menurunkan volume air kencing. Selain itu, tubuh Anda juga bisa menyerap kalsium oksalat berlebihan dari usus, sehingga menghasilkan oksalat lebih banyak dalam urin Anda. Intinya, antara volume urin yang ataupun kadar oksalat yang tinggi, bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal oksalat.

4. Kelainan bawaan

Beberapa kelainan bawaan biasanya juga bisa menjadi penyebab batu ginjal terbentuk. Contohnya adalah cystinuria, yaitu kondisi tubuh yang terlalu banyak mengandung asam amino sistin dalam urin, dan hiperaluraluria primer di mana akhirnya hati membuat terlalu banyak zat oksalat.

5. Obat

Beberapa obat dan suplemen kalsium dan vitamin C dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Pastikan untuk konsultasi ke dokter atau ahli sebelum menggunakan obat atau suplemen tertentu, karena beberapa zat dapat memengaruhi risiko pembentukan batu ginjal.

6. Faktor keturunan

Penyakit batu ginjal akan lebih mudah terjadi saat Anda memiliki riwayat keluarga serupa. Biasanya, Anda juga bisa mengalami kondisi ini jika ada orang tua atau saudara kandung yang memiliki  kondisi batu ginjal.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020