Beda Jenis Inhaler Berdasarkan Caranya Mengobati Asma (Plus Tips Cara Memakai dan Menyimpannya yang Benar)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Orang-orang yang memiliki asma pasti sudah tak asing lagi dengan inhaler. Obat semprot ini efektif mengatasi gejala asma yang kambuh serta mencegah serangan datang lagi di kemudian hari. Namun, jika ini kali pertama Anda diresepkan inhaler sebagai obat asma, jangan asal semprot dulu. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatiman agar cara kerja obatnya untuk mengatasi asma lebih efisien dan efektif.

Tidak semua pengidap asma perlu pakai inhaler

Inhaler adalah obat model semprot untuk mengatasi gejala asma. Obat hirup ini dilengkapi dengan tabung kecil berisi obat yang dimasukkan ke dalam badan penyemprot kecil dengan corong di ujungnya. Corong inilah yang akan menyalurkan obat langsung ke sistem pernapasan Anda.

Ketimbang nebulizer, inhaler lebih ringan dan ringkas sehingga mudah untuk dibawa ke mana pun. Sayangnya, obat semprot asma satu ini tidak cocok digunakan untuk semua orang. Bayi, balita, dan orang dewasa dengan asma yang butuh dosis obat lebih kuat tidak dianjurkan memakai obat semprot ini.

Jenis-jenis inhaler asma

Sebelum pakai inhaler, ada baiknya Anda pahami dulu jenis-jenisnya. Berdasarkan bentuknya, inhaler asma terdiri dari dua jenis. Berikut perbedaan keduanya yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

1. Inhaler dosis terukur (metered dosage inhaler)

asma

Inhaler dosis terukur menggunakan propelan kimia untuk mendorong obat keluar dari corong plastik. Ketika asma kambuh, cepatlah hirup obat dari inhaler ini. Obat asma akan langsung masuk ke dalam saluran napas dan meredakan gejala.

Anda cukup memasukkan inhaler ke dalam mulut dan katupkan bibir dengan rapat pada corong. Tekan inhaler satu kali lalu tarik napas melalui mulut dengan perlahan.

Jika menggunakan inhaler ini, sebaiknya ingat atau catat berapa banyak dosis obat asma yang telah Anda hirup. Inhaler asma jenis ini terkadang tidak disertakan pengukur dosis. Akibatnya, Anda mungkin tidak tahu seberapa banyak obat yang sudah dihirup.

2. Inhaler serbuk kering (dry powder inhaler)

dry powder inhaler

Inhaler asma satu ini berbentuk serbuk kering, bukan semprotan yang bisa Anda hirup langsung dari alatnya. Ketimbang inhaler dosis terukur, inhaler ini dinilai lebih mudah untuk digunakan. Pasalnya, Anda tidak perlu menekan inhaler dan tidak pula memerlukan banyak koordinasi saat mengambil napas dan menghirup obat.

Supaya obat dapat langsung masuk ke paru-paru Anda harus menghirup serbuk dari inhaler dengan cepat dan kuat. Inhaler ini biasanya tersedia untuk satu kali hirup. Hal ini untuk mencegah penggunaan dosis yang berlebihan.

Contoh inhaler serbuk kering meliputi:

  • Advair Diskus
  • Asmanex
  • Pulmicort flexhaler

Lantas, jenis inhaler mana yang paling baik?

Menentukan inhaler asma yang paling baik tidak semudah membalikan telapak tangan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari jenis obat asma yang dibutuhkan, cara kerja inhalernya, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Maka dari itu, untuk mengetahui mana obat semprot asma yang terbaik untuk Anda, sebaiknya diskusikan pada dokter. Dokter dapat menentukan jenis inhaler mana yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Cara menggunakan inhaler yang tepat dan efektif

Kebanyakan orang menganggap sepele cara menggunakan obat semprot asma. Padahal, teknik yang tepat dapat membantu mengoptimalkan efektivitas obat untuk mengendalikan gejala dan mencegahnya kambuh lagi.

Berikut panduan cara menggunakan inhaler asma yang baik dan benar.

  • Ambil posisi yang nyaman, entah itu duduk maupun berdiri.
  • Buka tutup inhaler dan kocoklah dengan baik sebelum menghirupnya.
  • Masukkan corong inhaler ke dalam mulut dan katupkan bibir dengan rapat sehingga tidak ada udara yang bisa keluar.
  • Tekan inhaler satu kali lalu langsung tarik napas perlahan melalui mulut.
  • Setelah obat asma berhasil terhirup, tahan napas setidaknya 10 detik.
  • Bila Anda perlu menggunakan lebih dari satu hirupan per dosis, tunggu beberapa menit dulu sebelum semprotan berikutnya. Bila Anda menggunakan obat bronkodilator kerja cepat, berikan jeda 3-5 menit sementara jenis lainnya, berikan jeda 1 menit.
  • Tarik dan buang napas perlahan di antara setiap isapan.

Obat asma semprot sebaiknya tidak dipinjamkan dengan orang lain, sekali pun itu keluarga Anda sendiri. Ingat! Setiap orang memiliki jenis dan dosis obat yang berbeda. Jadi, meminjamkan atau bahkan pinjam inhaler orang lain berpotensi meningkatkan risiko efek samping obat. Sembarangan pinjam-meminjam inhaler juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Sebab, inhaler yang Anda gunakan tersebut belum tentu bersih.

Oleh sebab itu, pastikan Anda menaruh dan menyimpan inhaler milik Anda di tempat yang mudah dijangkau. Bawa alat tersebut ke mana pun Anda pergi. Tujuan tentu untuk mengantisipasi serangan asma yang mungkin kambuh di waktu dan tempat yang tidak terduga.

Cara membersihkan inhaler

inhaler atau nebulizer yang harus dipilih

Rongga mulut Anda dipenuhi oleh bakteri, belum lagi udara di sekitar Anda. Maka dari itu, mouthpiece inhaler (corong tempat Anda menempelkan mulut) perlu dibersihkan setiap kali habis pakai. Namun, cara membersihkan inhaler asma ini ada aturannya, lho. Jadi, Anda tak bisa asal mencuci lalu mengelapnya dengan kain saja.

Berikut beberapa langkah membersihkan inhaler dosis terukur yang perlu diperhatikan:

  • Bila Anda menggunakan inhaler dosis terukur, lepaskan kaleng logam dan penutup corong dari inhaler. Jadi, Anda hanya mencuci bagian plastiknya saja.
  • Cek bagian dalam inhaler, pastikan tidak ada benda apa pun yang menyumbat area tersebut.
  • Cuci inhaler sampai bersih di bawah air hangat yang mengalir.
  • Jangan menggosok corong inhaler karena ini dapat memengaruhi cara kerjanya. Sebaiknya Anda hanya membersihkan bagian luar corongnya saja.
  • Setelah bersih, keringkan inhaler secara alami. Jangan menggunakan kain untuk mengelapnya hingga kering.
  • Bila inhaler sudah kering, pasang kembali kaleng logam dan tutup corong.

Sementara bila Anda menggunakan inhaler serbuk kering, Anda cukup membersihkan bagian corongnya dengan kain atau waslap kering yang bersih. Jangan menggunakan air atau kain basah untuk membersihkan inhaler serbuk kering. Sebab, hal tersebut justru dapat membuat obat asma semprot jadi menggumpal dan tidak bisa digunakan lagi.

Merek inhaler dosis terukur mungkin aman bila dibersihkan menggunakan deterjen, seperti cairan pembersih. Maka itu, baca baik-baik panduan penggunaan dan perawatan inhaler yang biasanya terletak pada bungkus kemasan. Ikuti aturan tersebut dengan baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter atau apoteker bila Anda tidak memahami cara perawatan inhaler.

Cara menyimpan inhaler

asma bronkial

Selain mengetahui cara membersihkannya, penting juga untuk memahami cara menyimpan inhaler. Penyimpanan yang baik dapat membuat inhaler lebih awet dan tahan lama.

Berikut panduan menyimpan inhaler yang perlu Anda ketahui:

  • Simpan inhaler di tempat kering dan bersuhu sejuk.
  • Simpan inhaler di dalam tas yang tembus pandang sehingga memudahkan Anda untuk menemukannya dalam keadaan darurat.
  • Hindari menyimpan inhaler di kamar mandi karena ini dapat membuat obat semprot asma jadi lembap.
  • Hindari meninggalkan inhaler di tempat yang terlalu panas atau dingin (misalnya di mobil atau di pinggir jendela).
  • Jauhkan inhaler dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek samping penggunaan inhaler

penyakit asma

Efek samping inhaler sebenarnya tergantung pada jenis obat semprot asma yang digunakan. Dalam banyak kasus, inhaler steroid yang paling sering menyebabkan sejumlah efek samping dari ringan hingga berat.

Efek samping inhaler steroid yang paling umum meliputi:

  • Batuk
  • Suara serak
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung yang meler atau tersumbat
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering
  • Oral thrush (infeksi jamur yang menyebabkan bintik putih, kemerahan, atau luka di mulut)
  • Badan pegal-pegal atau nyeri otot

Sementara efek samping inhaler steroid yang kurang umum dan termasuk serius di antaranya:

  • Nyeri dada, denyut jantung berdebar dan tidak beraturan.
  • Sesak dada dan kesulitan bernapas.
  • Tremor
  • Tekanan darah meningkat

Segera periksa ke dokter bila Anda mengalami satu atau beberapa kondisi di atas. Semakin cepat Anda mendapatkan penanganan medis, maka pengobatannya akan semakin mudah.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 4, 2019 | Terakhir Diedit: Oktober 21, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca