Hati-hati, Virus HPV Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan Pada Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/02/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Virus HPV ternyata tidak hanya menyebabkan kanker serviks pada wanita, tapi juga bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria. Kondisi ini juga sering disebut HPV oral. Lantas, bagaimana bisa virus HPV yang biasa menginfeksi area genital ini menyerang tenggorokan? Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang HPV

Human papilloma virus atau HPV adalah virus yang dikenal sebagai penyebab kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanita. 

HPV sendiri dikenal sebagai salah satu penyebab dari berbagai penyakit kelamin. Sebagian besar infeksi kerap tidak menyebabkan gejala dan dapat hilang sendiri dengan kekebalan tubuh yang prima. Namun, tak sedikit virus ini akhirnya menyebabkan kanker pada tenggorokan, mulut, anus, penis, serviks, vagina dan vulva, serta saluran pernapasan bagian atas.

Penularan utama dari HPV ini tentu dari hubungan seksual yang tidak aman, misalnya tanpa kondom atau akibat terlalu sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Mengapa virus HPV bisa menyebabkan kanker tenggorokan?

Meski telah mendapatkan predikat sebagai penyebab utama dari kanker serviks pada wanita, banyak orang yang tidak tahu jika virus ini juga menjadi penyebab dari kanker tenggorokan pada pria.

Ya, sebenarnya pria memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami HPV oral ketika melakukan seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HPV. Faktanya, sekitar satu dari sembilan pria disinyalir mengalami infeksi mulut akibat virus HPV karena seks oral.

Sementara, sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa ada sekitar 11 juta pria dan 3,2 juta wanita yang berumur 28-69 tahun mengalami infeksi HPV oral. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah pria yang terkena HPV oral tiga kali lebih banyak ketimbang wanita. 

Hal ini seharusnya menyadarkan masyarakat bahwa vaksin HPV tak hanya diperlukan wanita saja untuk mencegah kanker serviks, tapi kaum lelaki juga sangat membutuhkannya agar terhindar dari kanker tenggorokan.

Maka itu, saking pentingnya vaksin HPV, Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO menganjurkan agar vaksin ini sudah mulai diberikan pada anak-anak yang berusia 11-12 tahun. Pada usia tersebut, anak-anak belum aktif secara seksual, sehingga vaksin HPV cukup ampuh untuk menangkal penularan penyakit kelamin, kanker serviks, maupun kanker tenggorokan di masa yang akan datang.

Menurut Dr. Erich Sturgis, seorang peneliti di University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa penelitian ini mengungkapkan kebutuhan akan pencegahan menyebarnya virus HPV dengan memaksimalkan imunisasi HPV pada remaja dan dewasa muda.

Cara mencegah penularan HPV oral

Selain mengandalkan vaksin HPV, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari penularan HPV oral, yaitu:

  • Menghindari penularan penyakit kelamin, dengan cara melakukan hubungan seksual yang aman. Gunakan kondom setiap melakukan hubungan seks dengan pasangan. Penggunaan dental dam pada wanita saat melakukan hubungan seks oral juga dapat mencegah penularan virus ini.
  • Pastikan jika Anda mengetahui latar belakang serta kesehatan pasangan, sebelum melakukan hubungan seksual. Maka itu, memang lebih aman untuk tidak berganti-ganti pasangan saat berhubungan seks.
  • Jika Anda memang aktif secara seksual, lebih baik untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui apakah Anda tertular suatu penyakit kelamin. Pasalnya, banyak penyakit kelamin yang tak menimbulkan gejala di awal.
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk memeriksan kesehatan mulut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Biopsi serviks biasanya dilakukan untuk mengamati sel yang dicurigai. Prosedur ini tidak harus mengangkat seluruh benjolan. Bagaimana biopsi ini dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 08/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Dari beberapa macam tes medis untuk mendeteksi kanker serviks, tes HPV DNA bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Namun, bagaimana tes ini dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 07/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 05/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 04/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . Waktu baca 7 menit
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
manfaat kondom

5 Manfaat Pakai Kondom untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara memilih kondom

Untuk Pasutri, Begini Cara Memilih Kondom yang Pas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020 . Waktu baca 4 menit