Virus HPV ternyata tidak hanya menyebabkan kanker serviks pada wanita, tapi juga bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria. Kondisi ini juga sering disebut HPV oral. Lantas, bagaimana bisa virus HPV yang biasa menginfeksi area genital ini menyerang tenggorokan? Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang HPV

Human papilloma virus atau HPV adalah virus yang dikenal sebagai penyebab kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanita. 

HPV sendiri dikenal sebagai salah satu penyebab dari berbagai penyakit kelamin. Sebagian besar infeksi kerap tidak menyebabkan gejala dan dapat hilang sendiri dengan kekebalan tubuh yang prima. Namun, tak sedikit virus ini akhirnya menyebabkan kanker pada tenggorokan, mulut, anus, penis, serviks, vagina dan vulva, serta saluran pernapasan bagian atas.

Penularan utama dari HPV ini tentu dari hubungan seksual yang tidak aman, misalnya tanpa kondom atau akibat terlalu sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Mengapa virus HPV bisa menyebabkan kanker tenggorokan?

Meski telah mendapatkan predikat sebagai penyebab utama dari kanker serviks pada wanita, banyak orang yang tidak tahu jika virus ini juga menjadi penyebab dari kanker tenggorokan pada pria.

Ya, sebenarnya pria memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami HPV oral ketika melakukan seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HPV. Faktanya, sekitar satu dari sembilan pria disinyalir mengalami infeksi mulut akibat virus HPV karena seks oral.

Sementara, sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa ada sekitar 11 juta pria dan 3,2 juta wanita yang berumur 28-69 tahun mengalami infeksi HPV oral. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah pria yang terkena HPV oral tiga kali lebih banyak ketimbang wanita. 

Hal ini seharusnya menyadarkan masyarakat bahwa vaksin HPV tak hanya diperlukan wanita saja untuk mencegah kanker serviks, tapi kaum lelaki juga sangat membutuhkannya agar terhindar dari kanker tenggorokan.

Maka itu, saking pentingnya vaksin HPV, Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO menganjurkan agar vaksin ini sudah mulai diberikan pada anak-anak yang berusia 11-12 tahun. Pada usia tersebut, anak-anak belum aktif secara seksual, sehingga vaksin HPV cukup ampuh untuk menangkal penularan penyakit kelamin, kanker serviks, maupun kanker tenggorokan di masa yang akan datang.

Menurut Dr. Erich Sturgis, seorang peneliti di University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa penelitian ini mengungkapkan kebutuhan akan pencegahan menyebarnya virus HPV dengan memaksimalkan imunisasi HPV pada remaja dan dewasa muda.

Cara mencegah penularan HPV oral

Selain mengandalkan vaksin HPV, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari penularan HPV oral, yaitu:

  • Menghindari penularan penyakit kelamin, dengan cara melakukan hubungan seksual yang aman. Gunakan kondom setiap melakukan hubungan seks dengan pasangan. Penggunaan dental dam pada wanita saat melakukan hubungan seks oral juga dapat mencegah penularan virus ini.
  • Pastikan jika Anda mengetahui latar belakang serta kesehatan pasangan, sebelum melakukan hubungan seksual. Maka itu, memang lebih aman untuk tidak berganti-ganti pasangan saat berhubungan seks.
  • Jika Anda memang aktif secara seksual, lebih baik untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui apakah Anda tertular suatu penyakit kelamin. Pasalnya, banyak penyakit kelamin yang tak menimbulkan gejala di awal.
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk memeriksan kesehatan mulut.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca