Kenali Glikosuria, Ketika Gula Bercampur Dengan Air Kencing (Urine)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/01/2018
Bagikan sekarang

Hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh penderita glikosuria ialah penyebab dari glikosuria itu sendiri. Hal ini dikarenakan, penyebabnya akan berbeda pada tiap penderita. Lalu mengapa hal ini menjadi sangat penting? Dengan mengetahui penyebab pastinya, Anda tahu apa langkah yang harus Anda ambil untuk mengatasinya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini, berikut ulasannya.

Apa itu glikosuria?

Glikosuria terjadi ketika urine mengandung gula. Padahal, normalnya ginjal akan menyerap gula kembali ke pembuluh darah, bukan dikeluarkan melalui urine. Kondisi ini sering kali terjadi jika seseorang memiliki kadar glukosa dalam darah yang tinggi atau disebut juga hiperglikemia.

Terkadang, hal ini bisa terjadi meski kadar gula darah sedang normal atau bahkan rendah. Kondisi ini dikenal dengan sebutan glikosuria ginjal dan kondisi ini sangat jarang terjadi.

Penyebab glikosuria

Berikut berbagai penyebab yang umum terjadi, di antaranya:

  • Diabetes melitus. Kurangnya hormon insulin dalam darah meningkatkan kadar glukosa. Bila ada terlalu banyak glukosa dalam darah, ginjal tidak dapat menyerap kembali gula tersebut ke dalam aliran darah, sehingga sebagian akan dikeluarkan melalui urin.
  • Diabetes gestasional, yaitu kondisi gula darah tinggi di atas normal pada masa kehamilan.
  • Diet tinggi gula. Misalnya kalau terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis.
  • Sirosis hati. Sirosis hati memengaruhi metabolisme karbohidrat, sehingga mengakibatkan kadar glukosa yang tinggi dalam darah. Kadar glukosa darah yang tinggi akan membuat glukosa keluar melalui urine.

Apa saja gejala yang menyertainya?

Umumnya, gejala akan bergantung pada penyebabnya dan tidak selalu ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Bahkan, glikosuria ginjal bisa menunjukkan hasil negatif pada kadar gula darah tetapi justru positif pada urine.

Kebanyakan orang dengan kondisi ini tidak mengalami gejala apapun. Namun, jika dibiarkan dapat menyebabkan:

  • Merasa sangat haus atau mengalami dehidrasi
  • Merasa sangat lapar
  • Buang air kecil lebih sering
  • Buang air kecil secara tidak sengaja (di celana)

Jika kondisi tersebut merupakan tanda dari diabetes tipe 2, Anda mungkin juga mengalami:

  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kelelahan
  • Penglihatan terganggu
  • Luka yang tidak sembuh-sembuh
  • Kulit menjadi gelap di lipatan leher, ketiak, dan lainnya

Tips hidup sehat bagi orang yang mengalami glikosuria

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda terapkan demi tubuh yang lebih sehat:

  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit, lima hari seminggu.
  • Mengurangi asupan gula dan lemak dan memperbanyak konsumsi biji-bijian, sayuran, dan buah. Mengurangi asupan gula baik secara langsung maupun tidak dapat membantu mencegah kadar gula darah yang tinggi di dalam urine.
  • Mengonsumsi fenugreek dan jus dari labu pahit terbukti membantu mengendalikan gula darah. Dengan demikian juga turut mengurangi glikosuria.
  • Rutin melakukan periksa kesehatan ke dokter, terutama saat hamil. Selama kehamilan, urinalisis (tes urine) harus dilakukan secara berkala untuk memeriksa apakah Anda mengalami diabetes gestasional atau glikosuria.
  • Rutin melakukan pengecekan kadar gula darah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020