Endometriosis Bikin Perempuan Lebih Sering Bolak-Balik Pipis. Kenapa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Endometriosis adalah kondisi penebalan jaringan dinding rahim yang membuat menstruasi jadi terasa amat sangat menyakitkan dan juga tidak teratur. Namun ternyata, ada satu lagi gejala endometriosis yang sering dipandang sebelah mata karena dianggap wajar. Pada beberapa perempuan, endometriosis dapat menyebabkan mereka jadi lebih sering buang air kecil — terutama saat menstruasi. Kenapa, ya?

Sering buang air kecil bisa jadi gejala endometriosis

frekuensi buang air kecil dalam sehari infeksi saluran kencing

Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium yang seharusnya tumbuh di dalam rahim justru tumbuh di luarnya.

Ketika menstruasi, lapisan endometrium pada dinding rahim semestinya akan luruh dan keluar sebagai darah menstruasi. Namun pada kasus endometriosis, darah tersebut malah terjebak dan tidak dapat keluar karena berada di luar rahim.

Akibatnya, hal ini menyebabkan iritasi dan peradangan pada organ reproduksi wanita. Itulah kenapa sebagian besar wanita akan mengalami nyeri haid yang tak tertahankan.

Perlu dicatat bahwa tidak semua wanita akan mengalami gejala endometriosis yang sama. Ada yang mengalami nyeri haid parah, tapi ada pula yang bahkan tidak merasakan gejala apa pun. Pasalnya, rasa nyeri akibat gejala endometriosis dipengaruhi oleh lokasi di mana jaringan endometrium itu tumbuh.

Jika jaringan endometriosis yang abnormal tersebut malah bertumbuh di organ kemih, maka Anda mungkin akan mengalami masalah saat buang air kecil. Biasanya, Anda menjadi lebih sering buang air kecil setiap hari dan bahkan sampai mengalami kencing berdarah.

Kenapa begitu?

nyeri haid PMDD

Seorang direktur Center for Gynepathology Research di Massachusetts Institute of Technology, Linda Griffith, PhD mengatakan bahwa jaringan endometrium paling sering tumbuh di daerah kandung kemih. Lapisan endometrium ini akan menekan kandung kemih dan memunculkan sensasi ingin buang air kecil. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan endometriosis kandung kemih.

Sebuah penelitian dari jurnal Urologia Internationalis tahun 2012 mengungkapkan bahwa 30 persen wanita yang mengalami endometriosis kandung kemih seringnya tidak mengalami gejala apa pun. Sekalipun mereka merasakan nyeri dan sensasi ingin buang air kecil terus-menerus, mereka hanya menganggap hal ini sebagai gejala infeksi saluran kemih, bukan gejala endometriosis.

Dilihat dari tanda dan gejalanya, orang dengan endometriosis kandung kemih biasanya akan mengalami:

  • Sering buang air kecil
  • Nyeri pada kandung kemih saat terasa penuh
  • Sensasi terbakar dan sakit saat buang air kecil
  • Kencing berdarah
  • Sakit panggul
  • Sakit pinggang belakang atau nyeri di punggung bawah

Nah, terlihat bahwa gejala tersebut memang umum dialami oleh orang dengan infeksi saluran kemih. Bedanya, wanita dengan endometriosis biasanya juga akan mengalami gejala endometriosis umum lainnya, seperti:

Bagaimana cara memastikan gejala endometriosis?

pemeriksaan USG transvaginal

Untuk memastikan penyebab sering buang air kecil yang Anda alami, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter terdekat. Pertama-tama, dokter akan menanyakan gejala endometriosis kandung kemih yang Anda alami selama ini,

Setelah itu, dokter akan memeriksa vagina dan kandung kemih Anda untuk melihat kemungkinan adanya pertumbuhan jaringan abnormal melalui USG. Anda mungkin juga akan diminta melakukan tes urin untuk melihat kemungkinan adanya darah dalam urin, salah satu gejala endometriosis kandung kemih.

Selain itu, dokter juga akan melakukan sistoskopi untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra (saluran penghubung kandung kemih). Berdasarkan hasil-hasil pemeriksaan tersebut, barulah dokter bisa memastikan ada atau tidaknya jaringan endometrium pada kandung kemih Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca