7 Penyebab Endometriosis yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 April 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Endometriosis adalah gangguan kesehatan yang memengaruhi perut bagian bawah pada wanita, dan umumnya terjadi pada wanita di usia subur. Kondisi ini terjadi di saat jaringan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Penyebab endometriosis secara pasti belum diketahui, tapi ada beberapa kemungkinan atau yang dapat memicu terjadi endometriosis.

Sekilas tentang endometriosis

Endometriosis adalah kondisi abnormal penebalan jaringan dinding rahim (endometrium). Normalnya, jaringan dinding rahim hanya akan menebal menjelang masa ovulasi untuk mempersiapkan diri agar calon janin dapat menempel pada rahim, jika terjadi pembuahan.

Bila tak ada pembuahan, endometrium yang telah menebal akan meluruh menjadi darah. Saat itulah menstruasi Anda mulai.

Pada kasus endometriosis, penebalan yang menetap tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya sehingga menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan pada akhirnya menimbulkan gejala-gejala.

Biasanya endometriosis menyebabkan nyeri yang luar biasa saat menstruasi, nyeri panggul, dan menstruasi yang deras. Selain itu, beberapa wanita juga mengeluhkan rasa sakit saat buang air besar, kencing, atau saat berhubungan seksual. Dalam kasus yang serius endometriosis juga bisa menghambat kehamilan, bahkan menyebabkan kemandulan.

Kondisi endometriosis bisa muncul pada wanita dalam rentang usia subur. Penyebab pasti dari endometriosis hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, diduga adanya faktor genetik, lingkungan, dan anatomi tubuh yang turut berperan dalam munculnya endometriosis.

Penyebab endometriosis

Ada beberapa hal yang mungkin jadi penyebab endometriosis. Untuk memastikan diagnosis, langsung periksakan ke dokter Anda. Namun, Anda yang memiliki kondisi-kondisi di bawah ini sebaiknya lebih waspada.

1. Menstruasi retrograde

Mentsruasi retrograde terjadi ketika darah menstruasi yang mengandung sel endometrium mengalir kembali ke tuba falopi dan masuk ke rongga panggul, dan bukan di luar tubuh.

Sel endometrium ini menempel pada dinding pelvis dan permukaan organ pelvis, di mana mereka tumbuh dan terus menebal dan berdarah sepanjang siklus menstruasi.

2. Perubahan sel embrio

Hormon estrogen dapat mengubah sel embrionik, yaitu sel pada tahap awal perkembangan, menjadi implan sel endometrium selama masa pubertas. Dengan kata lain, endometriosis dirangsang oleh kadar hormon esterogen yang tidak seimbang.

3. Bekas luka bedah

Setelah operasi seperti histerektomi atau bersalin dengan operasi caesar, sel endometrium dapat menempel pada sayatan bedah.

4. Pengedaran sel endometrium

Sistem pembuluh darah atau cairan jaringan (limfatik) dapat mengangkut sel endometrium ke bagian tubuh yang lain.

5. Gangguan sistem kekebalan tubuh

Ada kemungkinan bahwa masalah dengan sistem kekebalan tubuh mungkin membuat tubuh tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim.

Sistem kekebalan tubuh yang tidak baik memainkan peran penting karena memungkinkan sel-sel abnormal terus tumbuh di luar rahim.

6. Faktor keturunan

Ada kemungkinan bahwa endometriosis dipengaruhi oleh faktor keturunan. Seorang wanita dengan anggota keluarga yang memiliki endometriosis lebih rentan untuk mengembangkan endometriosis pula.

7. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan bisa memicu endometriosis. Beberapa penelitian menunjukkan paparan racun dan radiasi berbahaya sebagai kontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Zat kimia beracun seperti phtalates bisa berpengaruh pada respon sistem kekebalan tubuh dan hormon reproduksi.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui bahwa usia bisa memengaruhi kesuburan wanita. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Hormon estrogen berfungsi mengatur tumbuh kembang remaja perempuan selama puber dan selama kehamilan. Apa akibatnya jika perempuan kekurangan hormon ini?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ada banyak manfaat masturbasi untuk perempuan, salah satunya meredakan nyeri perut saat PMS. Tapi masturbasi tak boleh sembarangan, bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri hamil bercak darah seperti haid

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
menstrual cup atau pembalut

Berbagai Pertimbangan Sebelum Memakai Menstrual Cup

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
menstruasi setelah melahirkan

Tak Kunjung Menstruasi Setelah Melahirkan, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit