Gejala Anoreksia Nervosa, Baik Secara Fisik dan Juga Perilaku

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang September 20, 2018
Bagikan sekarang

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan ketakutan akan berat badan berlebih sehingga pengidapnya memiliki berat badan jauh di bawah normal. Berbagai gejala anoreksia akan tampak saat seseorang mengidap gangguan makan yang satu ini, meski kadang di awal tanda-tandanya tidak begitu kentara.

Biasanya untuk mencegah kenaikan berat badan dan berusaha terus menurunkannya, orang yang mengidap anoreksia nervosa akan membatasi apa yang dimakannya sehari-hari. Mereka juga mungkin menghalalkan segala cara, misalnya mengendalikan asupan kalori dengan berpuasa, menyalahgunakan obat pencahar, menggunakan alat bantu diet, dan juga berolahraga berlebihan. Tidak peduli seberapa banyak berat badan yang turun, orang dengan anoreksia tetap merasa khawatir akan berat badannya.

Apa saja gejala orang dengan anoreksia nervosa?

Gejala anoreksia nervosa terbagi menjadi dua, yaitu yang terlihat secara fisik dan yang terlihat dari perubahan perilakunya. Berikut ulasan lengkapnya.

Gejala anoreksia secara fisik

Orang dengan anoreksia biasanya mengalami berbagai tanda-tanda fisik seperti:

  • Penurunan berat badan yang sangat ekstrem.
  • Pusing, bahkan pingsan.
  • Warna jari berubah menjadi kebiruan.
  • Kelelahan parah dan tidak bertenaga.
  • Rambut yang terus rontok dan patah-patah.
  • Tidak menstruasi (atau menstruasinya tidak teratur).
  • Kulit kering atau berwarna kekuningan.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Tekanan darah rendah.
  • Gigi berlubang karena sering muntah.
  • Tulang menipis.
  • Tumbuhnya rambut-rambut halus yang menutupi kulit badan.
  • Selalu merasa kedinginan sepanjang waktu.

Gejala anoreksia secara mental dan perilaku

Selain gejala fisik, biasanya orang dengan anoreksia nervosa menunjukkan tanda-tanda khusus pada perilaku dan mentalnya. Di antaranya adalah:

  • Membatasi asupan makanan melalui diet ketat atau puasa.
  • Olahraga secara berlebihan.
  • Berusaha menyingkirkan makanan yang telah dikonsumsi dengan cara apa pun, termasuk menggunakan obat.
  • Mengabaikan rasa lapar dan menolak untuk makan.
  • Berbohong pada orang lain mengenai berapa banyak makanan yang telah dikonsumsi.
  • Merasa takut mengalami penambahan berat badan sehingga sangat sering menimbang berat badan.
  • Menarik diri dari lingkungan sekitar.
  • Cepat marah.
  • Menggunakan pakaian berlapis-lapis untuk menyembunyikan berat badannya yang terus menurun sekaligus berusaha agar tetap hangat.
  • Hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu dan membatasi sebagiannya, misalnya tidak mengonsumsi karbohidrat.
  • Terus berpikiran bahwa dirinya gemuk padahal berat badannya terus menurun.

Jika Anda atau bahkan orang terdekat mengalami berbagai gejala ini, hati-hati. Segera konsultasikan ke dokter ahli gizi dan juga psikolog untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengupas Ragam Penyebab Orthorexia, Obsesi Makan Sehat yang Justru Tidak Baik

Jika kegemaran mengonsumsi makanan sehat sudah berubah menjadi obsesi, kondisi ini disebut sebagai orthorexia. Apa saja faktor penyebab orthorexia?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Desember 13, 2019

Ini 3 Tanda Anda Harus Berhenti Olahraga dan Melanjutkan di Sesi Lainnya

Kebugaran dan kesehatan tubuh tentu diperoleh berkat rajin berolahraga. Kunci yang terpenting, Anda tahu kapan olahraga sudah cukup. Apa saja tandanya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Kebugaran, Hidup Sehat Oktober 13, 2019

4 Tips Mengembalikan Berat Badan Setelah Pulih dari Anoreksia

Menambah berat badan hingga kembali ideal merupakan suatu tantangan bagi orang yang pernah mengalami anoreksia. Lalu, seperti apa cara yang tepat?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu

Kenapa Perilaku Makan Menyimpang Banyak Terjadi Pada Wanita?

Gangguan makan memang bisa terjadi pada pria dan wanita. Akan Tetapi, tahukah Anda jika wanita lebih rentan terjadi pada wanita?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik Agustus 28, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 12, 2020
Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 13, 2020
Cara Membantu Teman yang Mengalami Gangguan Makan

Cara Membantu Teman yang Mengalami Gangguan Makan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Maret 20, 2020
Benarkah Olahraga Berlebihan Bisa Membuat Anda Tidak Subur?

Benarkah Olahraga Berlebihan Bisa Membuat Anda Tidak Subur?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Desember 27, 2019